- Mikel Arteta mengkritik jadwal padat Liga Inggris yang membatasi kebugaran pemain dibandingkan tim Liga Champions lainnya.
- Vincent Kompany menanggapi komentar tersebut secara diplomatis dengan memvalidasi keluhan mengenai beban kerja berat di Inggris.
- Kompany menegaskan bahwa pernyataan Arteta merupakan diskusi mengenai kesejahteraan pemain, bukan kritik langsung terhadap klub tertentu.
Suara.com - Pelatih Bayern Muenchen, Vincent Kompany memberikan respons diplomatis menanggapi komentar bernada sindiran dari manajer Arsenal, Mikel Arteta mengenai keuntungan jadwal yang dimiliki timnya.
Kompany enggan terpancing, namun mengakui bahwa keluhan Arteta memiliki dasar yang kuat.
Perdebatan ini dipicu oleh komentar Arteta setelah laga leg pertama semifinal Liga Champions antara PSG dan Bayern Muenchen yang berakhir dengan skor dramatis 5-4.
Arteta menilai kualitas tinggi pertandingan tersebut tak lepas dari kondisi para pemain yang sangat bugar, sesuatu yang ia anggap mustahil terjadi di Liga Inggris yang jadwalnya sangat padat.
Arteta menyoroti bagaimana Bayern dan PSG sama-sama bisa melakukan rotasi besar-besaran di liga domestik mereka, sebuah kemewahan yang tidak dimiliki oleh tim-tim Inggris.
"Kualitas kedua tim, dan terutama kualitas individu pemain, saya belum pernah melihat hal seperti ini," kata Arteta dikutip dari Goal International.
"Tapi ketika saya melihat jumlah menit dan kesegaran para pemain itu, saya tidak terkejut.vAnda membandingkan dua dunia yang berbeda," tutur mantan asisten Pep Guardiola itu.
Menjelang leg kedua kontra PSG, Kompany pun dimintai tanggapannya. Pelatih asal Belgia itu memilih untuk tidak memperpanjang polemik, namun ia memvalidasi keluhan Arteta berdasarkan pengalamannya sendiri sebagai mantan pemain dan pelatih di Inggris.
"Saya tidak ingin berkomentar banyak tentang itu," ucap Kompany, dikutip dari X jurnalis asal Italia, Fabrizio Romano.
Baca Juga: 3 Fakta Menarik usai Arsenal Lolos ke Final Liga Champions, Penantian 20 Tahun
"Saya bermain di Liga Premier selama bertahun-tahun," tambahnya
Kompany memandang pernyataan Arteta bukan sebagai sebuah kritik langsung, melainkan sebagai bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai kesejahteraan pemain.
"Saya rasa itu bukan dimaksudkan sebagai kritik terhadap Bayern atau PSG, melainkan sebuah diskusi," jelas Kompany.
"Di Inggris, ada 38 pertandingan liga, Piala Liga, Piala FA, tanpa jeda musim dingin. Bukan urusan saya untuk membahas itu, tetapi itu sah. Jurgen Klopp juga sering membicarakan hal itu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Arsenal ke Final Liga Champions, Wenger Bungkam Kritik soal Selebrasi Arteta
-
Berapa Kali Arsenal Pernah Lolos ke Final Liga Champions?
-
Mikel Arteta Sebut Lolos ke Final Liga Champions sebagai Malam Terbaik dalam Kariernya
-
Declan Rice Semringah usai Bawa Arsenal ke Final Liga Champions, Kirim Pesan untuk Suporter
-
Penantian 20 Tahun, Mikel Arteta: Kami Kembali ke Final Liga Champions
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan