- FIFA berkomitmen meninjau ulang strategi harga tiket Piala Dunia 2026 di Amerika Utara setelah turnamen berakhir nanti.
- Penetapan harga tiket saat ini menggunakan sistem dinamis yang menyesuaikan kondisi pasar, permintaan, serta lokasi pertandingan berlangsung.
- Piala Dunia 2026 akan melibatkan 48 tim dalam 104 pertandingan dengan target memecahkan rekor jumlah penonton global.
Suara.com - FIFA akhirnya buka suara merespons kritik publik terkait mahalnya harga tiket Piala Dunia FIFA 2026.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan pihaknya akan meninjau ulang strategi penjualan tiket setelah turnamen selesai.
FIFA Janji Evaluasi Harga Tiket
Grafstrom menegaskan FIFA terbuka terhadap masukan suporter. Evaluasi akan dilakukan untuk menentukan kebijakan penjualan tiket pada edisi berikutnya.
“Kami mendengarkan dan mempertimbangkan pendapat. Seperti di setiap Piala Dunia, kami akan menganalisis situasi untuk langkah ke depan,” ujarnya dikutip dari BeinSport.
Ia menjelaskan, penetapan harga saat ini mengacu pada kondisi pasar di Amerika Utara sebagai tuan rumah.
“Ada berbagai kategori harga—sebagian terjangkau, sebagian lebih tinggi. Itu mencerminkan realitas pasar,” tambahnya.
Respons Kritik dan Sistem Harga Dinamis
FIFA mengakui kebijakan harga memicu ketidakpuasan. Karena itu, evaluasi diharapkan menghasilkan skema yang lebih seimbang antara aspek komersial dan keterjangkauan.
Baca Juga: Argentina Kuasai Piala Dunia 2026 dari Pinggir Lapangan, Kirim 6 Pelatih Sekaligus
Sistem dynamic pricing yang digunakan membuat harga tiket berfluktuasi, dipengaruhi permintaan, tim yang bertanding, lokasi, dan fase penjualan.
Format Baru dan Target Rekor Penonton
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi pertama dengan 48 tim dan total 104 pertandingan. Sebanyak 78 laga digelar di Amerika Serikat, sisanya di Kanada dan Meksiko.
FIFA menargetkan rekor penjualan tiket baru, melampaui capaian 3,5 juta tiket pada edisi 1994.
Dengan pasar besar di Amerika Utara dan jumlah pertandingan yang meningkat, FIFA optimistis target tersebut bisa tercapai.
Daftar Harga Tiket Piala Dunia 2026:
Berita Terkait
-
Metode Matematika Prediksi Cristiano Ronaldo Menangis di Final Piala Dunia 2026, Siapa Juaranya?
-
Hasan Salihamidzic Legenda Bosnia: Dari Medan Perang Hingga Bayern Munchen dan Juventus
-
Lionel Messi Bidik 3 Rekor Kelas Dewa di Piala Dunia 2026, Ronaldo Makin Ketinggalan
-
Fakta Menarik Jelang Piala Dunia 2026: Brasil Paling Sering Tampil, Meksiko Si Rajin Tanpa Gelar
-
Argentina Kuasai Piala Dunia 2026 dari Pinggir Lapangan, Kirim 6 Pelatih Sekaligus
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan