-
Pesanan hotel Piala Dunia di Amerika Serikat merosot tajam akibat kendala birokrasi visa.
-
Kebijakan pemeriksaan ketat pemerintah Amerika Serikat menghambat kedatangan wisatawan mancanegara untuk menonton bola.
-
Pelaku industri perhotelan kecewa karena proyeksi keuntungan Piala Dunia 2026 meleset dari harapan.
Suara.com - Sektor perhotelan Amerika Serikat kini menghadapi ancaman kegagalan target pendapatan menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Ketatnya birokrasi visa dan situasi geopolitik global menjadi penghambat utama suporter internasional untuk memesan kamar di wilayah tuan rumah.
Survei terbaru mengungkap bahwa minat menginap di sebelas kota penyelenggara jauh lebih rendah dari ekspektasi awal industri.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar bagi para pelaku usaha hospitality yang sebelumnya berharap pada lonjakan wisatawan mancanegara.
Para pengusaha kini harus memutar otak karena proyeksi keuntungan dari event FIFA ini tidak sesuai realita lapangan.
American Hotel and Lodging Association atau AHLA melaporkan bahwa 80 persen pelaku usaha merasakan sepinya pesanan.
Sebanyak 65 persen responden menegaskan bahwa masalah utama terletak pada sulitnya akses masuk ke wilayah Amerika Serikat.
Presiden AHLA Rosanna Maietta menyatakan bahwa harapan awal yang tinggi kini mulai mendingin akibat berbagai faktor teknis.
“Berbagai faktor telah meredam optimisme awal, meskipun indikator ke depan menunjukkan masih ada peluang berarti di depan,” ujar Rosanna Maietta Dikutip dari Al Jazeera.
Baca Juga: Luis de la Fuente Ungkap Kondisi Lamine Yamal, Spanyol Waswas Jelang Piala Dunia 2026
“Untuk merealisasikan potensi tersebut, AS dan FIFA harus memastikan pengalaman yang ramah dan lancar bagi pelancong internasional,” lanjutnya.
Meski Presiden Donald Trump bangga menjadi tuan rumah, kebijakan pengetatan visanya justru memberikan dampak kontradiktif bagi industri.
Walaupun ada janji kemudahan bagi pemegang tiket, proses pemeriksaan ketat tetap diberlakukan bagi setiap individu yang mengajukan permohonan.
Di beberapa kota seperti Boston dan Philadelphia, para pelaku hotel bahkan menganggap turnamen ini sebagai peristiwa biasa.
Bahkan di Kansas City, tingkat pemesanan saat ini justru berada di bawah rata-rata normal untuk bulan Juni.
Fenomena ini menunjukkan bahwa status tuan rumah tidak otomatis menjamin keberhasilan ekonomi di sektor penginapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda
-
Pelibatan TNI di Kopdes Merah Putih Dikritik, Sistem Komando Tak Cocok untuk Koperasi
-
Marc Klok Peringatkan Singapura, Timnas Indonesia Bakal Mengamuk Demi Semifinal Piala AFF 2026
-
Kejagung Geledah Rumah Nurman Herin di Wilayah Bandung, Don Ritto Diperiksa oleh Tim 9
-
KPK: Penyidikan Korupsi CSR BI Satori dan Heri Gunawan Masih Berlanjut!
-
Timnas Indonesia di Ujung Tandung, John Herdman Akui Singapura Ujian Terberat di Piala AFF 2026
-
Belanja Gentlewoman Pakai Kartu BRI Dapat Cashback Rp300 Ribu!