- Mehdi Mahdavikia merupakan legenda sepak bola Iran yang sukses berkarier di Bundesliga bersama klub Hamburger SV Jerman.
- Ia mencetak gol bersejarah saat membawa Iran mengalahkan Amerika Serikat pada ajang Piala Dunia tahun 1998 silam.
- Mahdavikia pensiun dari timnas usai kontroversi gelang hijau dan kini fokus melatih serta mengembangkan sepak bola muda.
Namanya semakin mendunia saat tampil di Piala Dunia 1998.
Dalam laga bersejarah melawan Amerika Serikat, Mahdavikia mencetak gol kedua Iran dalam kemenangan 2-1 yang dikenang sebagai salah satu pertandingan paling emosional dalam sejarah Piala Dunia.
Banyak pengamat menyebut pertandingan itu sebagai performa terbaik Mahdavikia bersama Timnas Iran.
Mahdavikia tampil luar biasa dengan kecepatan dan serangan balik yang membuat pertahanan Amerika Serikat kerepotan.
Mahdavikia juga menjadi bagian penting Iran saat lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman.
Setelah turnamen tersebut, ia dipercaya menjadi kapten tim nasional Iran.
Namun perjalanan internasionalnya berakhir kontroversial.
Mahdavikia disebut dipaksa pensiun dari timnas setelah mengenakan gelang hijau dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2010 melawan Korea Selatan.
Gelang hijau itu dianggap sebagai simbol dukungan terhadap gerakan protes pemilu Iran yang kontroversial saat itu.
Baca Juga: Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
Kasus tersebut memicu perhatian internasional dan menjadikan Mahdavikia simbol keberanian di luar lapangan.
Setelah pensiun sebagai pemain, Mahdavikia aktif sebagai pelatih dan pengembang sepak bola usia muda. Ia sempat bekerja di akademi Hamburger SV dan mendirikan FC KIA Academy di Iran.
Saat ini, Mahdavikia juga terlibat dalam pengembangan sepak bola Asia bersama AFC dan IFAB.
Pengaruhnya tidak hanya dikenang karena prestasi di lapangan, tetapi juga keberaniannya menyuarakan isu kemanusiaan dan kebebasan sipil di Iran.
Berita Terkait
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Donald Trump Serang FIFA: Harga Tiket Piala Dunia 2026 Kemahalan!
-
Profil Timnas Ekuador: Kuda Hitam Piala Dunia dengan Regenerasi Pemain Muda Berbakat
-
Profil Timnas Arab Saudi: Elang Hijau Siap Bikin Kejutan Lagi di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Jayapura Masih Memanas, Suporter Persipura Rusuh dan Rusak Sejumlah Fasilitas
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Dikalahkan Adhyaksa FC, Persipura Jayapura Gagal Promosi ke Super League Musim Depan
-
Duel Klasik Persija vs Persib Pindah ke Samarinda, Paulo Ricardo Tegaskan Mentalitas Pemenang
-
Mauricio Souza: Apakah Persib Diuntungkan dengan Hal Ini?
-
Persija Kehilangan Hak Kandang di Jakarta, Mauricio Souza Semprot Situasi Jelang Lawan Persib
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Jadwal Liga Italia Pekan Ini: Inter Milan dan Sassuolo Main Sabtu, Cremonese Minggu
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib