News / Nasional
Senin, 10 Agustus 2026 | 14:51 WIB
Temuan berupa sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi.
Baca 10 detik
  • Polda Metro Jaya mendalami legalitas ekskul menembak serta penemuan 995 airsoft gun di sekolah Jakarta Selatan pada Senin.
  • Polisi memastikan 995 benda berbentuk pistol tersebut bukan senjata api dan mendalami asal-usul serta perizinannya.
  • Alhadid Endar Putra mengklaim ratusan airsoft gun tersebut adalah milik PT Lokta Karya Perbakin yang legal.

Suara.com - Polda Metro Jaya mendalami legalitas kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) menembak di salah satu sekolah swasta di Jakarta Selatan yang dikaitkan dengan temuan 995 unit airsoft gun di lingkungan sekolah tersebut.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan apakah kegiatan ekskul tersebut benar-benar tercatat secara resmi dan telah mengantongi perizinan dari instansi yang berwenang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pihaknya masih melakukan klarifikasi terkait keberadaan dan peruntukan ratusan benda berbentuk senjata tersebut.

"Terkait ekstrakurikuler, harus dilihat dulu apakah sekolah tersebut benar-benar memiliki ekskul tersebut. Kemudian, apakah memiliki perizinan dari lembaga yang berwenang, serta apakah diperbolehkan berdasarkan ketentuan dari Kementerian Pendidikan," katanya saat ditemui di Jakarta, Senin.

Selain legalitas kegiatan, polisi turut mendalami prosedur penyimpanan airsoft gun tersebut. Ratusan benda itu ditemukan dalam kondisi tercecer di dalam kardus di ruang kerja mantan ketua yayasan berinisial IWB.

Menurut Iman, benda dengan spesifikasi tertentu seperti airsoft gun tidak dapat disimpan sembarangan dan memiliki ketentuan terkait penempatannya.

"Bagaimanapun juga itu barang-barang yang memiliki spesifikasi tertentu, sehingga harus diperlakukan dan ditempatkan di tempat tertentu," tegasnya.

Polisi Pastikan Bukan Senjata Api

Temuan berupa sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).

Polda Metro Jaya memastikan 995 benda berbentuk pistol yang ditemukan di sekolah tersebut bukan merupakan senjata api.

"995 benda berbentuk senjata tersebut kami pastikan itu bahwa itu bukan senjata api," kata Iman di kantornya, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Polisi Klaim 995 Pistol di Ruang Kerja Eks Ketua Yayasan Sekolah Jaksel Bukan Senpi

Meski demikian, polisi masih menyelidiki kepemilikan serta asal-usul ratusan benda tersebut, termasuk dokumen dan perizinannya.

"Kami sedang melakukan penyelidikan terhadap kepemilikan dari barang-barang tersebut," ucapnya.

Sebelumnya, polisi sempat mengidentifikasi pemilik salah satu benda yang diduga senjata api dengan inisial DS. Namun, hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menunjukkan DS telah meninggal dunia pada 2020.

"Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ucap Budi.

Polisi kemudian menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan ketua yayasan berinisial IWD yang ruang kerjanya menjadi lokasi penyimpanan ratusan benda tersebut.

"Kita akan mengundang Saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan. Termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan,” kata Budi.

Load More