-
Roberto De Zerbi menuding wasit tidak tenang akibat tekanan drama VAR pertandingan Arsenal sebelumnya.
-
James Maddison akhirnya kembali bermain untuk Tottenham Hotspur setelah absen setahun akibat cedera lutut.
-
Hasil imbang melawan Leeds United membuat posisi tim De Zerbi terancam di zona degradasi.
Suara.com - Kepemimpinan wasit Jarred Gillett dalam laga panas Tottenham Hotspur kontra Leeds United menuai kritik pedas akibat dugaan ketidakstabilan mental. Pelatih Roberto De Zerbi secara terbuka menuding bahwa ofisial pertandingan kehilangan ketenangan karena terpengaruh drama VAR pada laga Arsenal sebelumnya.
Keputusan krusial VAR yang memberikan penalti bagi Leeds namun mengabaikan pelanggaran terhadap Spurs di menit akhir menjadi titik nadir integritas laga ini. Hasil imbang 1-1 tersebut kini justru menempatkan sorotan tajam pada tekanan psikologis yang dialami para pengadil lapangan di Liga Inggris.
Fenomena "polusi mental" wasit ini dianggap merugikan tim yang sedang berjuang, mengingat setiap poin sangat krusial di penghujung musim. De Zerbi merasa instruksi ketat dari ofisial sejak menit pertama merupakan bentuk kompensasi atas rasa tidak aman mereka.
"Dari menit pertama hingga akhir pertandingan, wasit menghampiri saya dan berkata, 'jika Anda keluar [dari area teknis] maka itu akan menjadi kartu kuning.' Saya pikir mereka tidak tenang hari ini," ujar De Zerbi dikutip dari ESPN.
Dirinya curiga para ofisial masih terbayang-bayang protes keras yang terjadi pada pertandingan Arsenal di hari sebelumnya. "Mungkin mereka menderita karena tekanan kemarin. Pertandingan Arsenal, VAR-nya," tambah sang pelatih dalam konferensi pers pasca-laga.
De Zerbi juga mempertanyakan mengapa publik meributkan keputusan VAR di laga lain sementara timnya harus menerima ketidakadilan nyata. "Saya tidak mengerti keluhan tentang VAR kemarin karena [David Raya] dilanggar 200%, bukan 100%, 200%, jika Anda ingin berbicara tentang sepak bola," tegasnya.
Di tengah kemelut taktik dan protes wasit, kembalinya James Maddison ke lapangan hijau menjadi oase bagi skuat Tottenham Hotspur. Gelandang kreatif ini akhirnya merumput kembali setelah absen lebih dari satu tahun akibat cedera lutut ganda yang sangat serius.
"Berita bagus untuk kami. Dia adalah pemain yang berbeda secara kualitas, sebagai pribadi, dan saya berharap dia akan menjadi sangat penting bagi kami," ungkap De Zerbi menyambut kembalinya sang bintang.
Pelatih asal Italia tersebut mengaku terkejut dengan durasi bermain Maddison yang ternyata melampaui estimasi awal tim medis. "Kemarin saya berbicara dengannya tentang kondisi fisiknya, tentang berapa menit dia bisa bermain. Dia bermain lebih banyak dari apa yang dia katakan kemarin," lanjutnya.
Baca Juga: Sesko Cetak Gol Kontroversial, Arne Slot Sebut Ada Konspirasi VAR Lawan Liverpool
Manajer Leeds, Daniel Farke, ternyata memiliki ikatan emosional tersendiri dengan Maddison karena pernah melatihnya saat di Norwich City. Meski menjadi lawan di lapangan, Farke tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap kualitas teknik gelandang timnas Inggris tersebut.
"Ini pertanyaan yang berbahaya bagi saya karena saya memiliki kelemahan untuk James Maddison. Dia adalah pemain saya ketika dia masih sangat muda," kenang pelatih asal Jerman tersebut.
Farke berharap kontribusinya di masa lalu turut membantu membentuk karier Maddison hingga menjadi salah satu gelandang terbaik saat ini. "Dan saya juga berharap telah membantunya sedikit untuk memulai kariernya," tambah Farke dengan nada bangga.
Bagi Farke, sepak bola akan terasa kurang tanpa kehadiran pemain dengan bakat murni seperti Maddison di atas lapangan. Maddison dianggap memiliki kecerdasan dalam mencari ruang dan memanipulasi situasi di area terlarang lawan guna mendapatkan keuntungan.
"Jika Anda mencintai sepak bola, maka Anda mencintai James Maddison karena bagi saya dia adalah pemain bola murni. Salah satu pemain tengah paling kreatif dan berbakat di Inggris," puji Farke.
Kecerdasan Maddison terlihat jelas di menit-menit akhir pertandingan saat ia mampu memberikan ancaman nyata meski baru saja pulih. "Ia juga cerdas di dalam dan di luar kotak penalti untuk terkadang memenangkan tendangan bebas atau bahkan mungkin mencoba memenangkan penalti," tutup Farke.
Hasil imbang 1-1 di Stadion Tottenham Hotspur ini membuat posisi tim asuhan De Zerbi hanya terpaut dua poin di atas zona degradasi. Drama terjadi saat VAR merekomendasikan penalti untuk Leeds setelah kontak Mathys Tel pada Ethan Ampadu, namun menolak klaim penalti Spurs di masa tambahan waktu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kata-kata Ajdin Hrustic Bawa Timnas Australia Cetak Sejarah Amankan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Kolombia vs Portugal: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Benteng Terakhir Arema FC! 4 Penjaga Gawang Siap Tempur di Super Legue 2026/2027
-
3 Fakta Menarik Jelang Selandia Baru vs Belgia, Laga Hidup Mati di Grup G Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Lionel Messi Terancam Tergusur di Daftar Top Skor Piala Dunia 2026 karena Sosok Ini
-
Prediksi Superkomputer: Ini 8 Tim yang Bakal Lolos Lewat Jalur Peringkat 3 Terbaik Piala Dunia 2026
-
Korea Selatan Terancam Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Legenda Manchester United Buka Suara
-
2 Rekor Buruk Coreng Wajah Jerman usai Dihajar Ekuador di Piala Dunia 2026
-
Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol