Bola / Bola Dunia
Selasa, 12 Mei 2026 | 10:53 WIB
Roberto De Zerbi saat masih melatih Shakhtar Donetsk. [GENYA SAVILOV / AFP]
Baca 10 detik
  • Roberto De Zerbi menuding wasit tidak tenang akibat tekanan drama VAR pertandingan Arsenal sebelumnya.

  • James Maddison akhirnya kembali bermain untuk Tottenham Hotspur setelah absen setahun akibat cedera lutut.

  • Hasil imbang melawan Leeds United membuat posisi tim De Zerbi terancam di zona degradasi.

Suara.com - Kepemimpinan wasit Jarred Gillett dalam laga panas Tottenham Hotspur kontra Leeds United menuai kritik pedas akibat dugaan ketidakstabilan mental. Pelatih Roberto De Zerbi secara terbuka menuding bahwa ofisial pertandingan kehilangan ketenangan karena terpengaruh drama VAR pada laga Arsenal sebelumnya.

Keputusan krusial VAR yang memberikan penalti bagi Leeds namun mengabaikan pelanggaran terhadap Spurs di menit akhir menjadi titik nadir integritas laga ini. Hasil imbang 1-1 tersebut kini justru menempatkan sorotan tajam pada tekanan psikologis yang dialami para pengadil lapangan di Liga Inggris.

Fenomena "polusi mental" wasit ini dianggap merugikan tim yang sedang berjuang, mengingat setiap poin sangat krusial di penghujung musim. De Zerbi merasa instruksi ketat dari ofisial sejak menit pertama merupakan bentuk kompensasi atas rasa tidak aman mereka.

Manajer Brighton asal Italia, Roberto De Zerbi (kanan) berbicara dengan gelandang asal Jepang #22 Kaoru Mitoma selama pemanasan jelang pertandingan Liga Inggris 2023-2024 antara Crystal Palace vsBrighton and Hove Albion di Selhurst Park di London selatan pada 21 Desember 2023 .Glyn KIRK / AFP.

"Dari menit pertama hingga akhir pertandingan, wasit menghampiri saya dan berkata, 'jika Anda keluar [dari area teknis] maka itu akan menjadi kartu kuning.' Saya pikir mereka tidak tenang hari ini," ujar De Zerbi dikutip dari ESPN.

Dirinya curiga para ofisial masih terbayang-bayang protes keras yang terjadi pada pertandingan Arsenal di hari sebelumnya. "Mungkin mereka menderita karena tekanan kemarin. Pertandingan Arsenal, VAR-nya," tambah sang pelatih dalam konferensi pers pasca-laga.

De Zerbi juga mempertanyakan mengapa publik meributkan keputusan VAR di laga lain sementara timnya harus menerima ketidakadilan nyata. "Saya tidak mengerti keluhan tentang VAR kemarin karena [David Raya] dilanggar 200%, bukan 100%, 200%, jika Anda ingin berbicara tentang sepak bola," tegasnya.

Tottenham Hotspur. (Dok. Spurs)

Di tengah kemelut taktik dan protes wasit, kembalinya James Maddison ke lapangan hijau menjadi oase bagi skuat Tottenham Hotspur. Gelandang kreatif ini akhirnya merumput kembali setelah absen lebih dari satu tahun akibat cedera lutut ganda yang sangat serius.

"Berita bagus untuk kami. Dia adalah pemain yang berbeda secara kualitas, sebagai pribadi, dan saya berharap dia akan menjadi sangat penting bagi kami," ungkap De Zerbi menyambut kembalinya sang bintang.

Pelatih asal Italia tersebut mengaku terkejut dengan durasi bermain Maddison yang ternyata melampaui estimasi awal tim medis. "Kemarin saya berbicara dengannya tentang kondisi fisiknya, tentang berapa menit dia bisa bermain. Dia bermain lebih banyak dari apa yang dia katakan kemarin," lanjutnya.

Baca Juga: Sesko Cetak Gol Kontroversial, Arne Slot Sebut Ada Konspirasi VAR Lawan Liverpool

Manajer Leeds, Daniel Farke, ternyata memiliki ikatan emosional tersendiri dengan Maddison karena pernah melatihnya saat di Norwich City. Meski menjadi lawan di lapangan, Farke tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya terhadap kualitas teknik gelandang timnas Inggris tersebut.

"Ini pertanyaan yang berbahaya bagi saya karena saya memiliki kelemahan untuk James Maddison. Dia adalah pemain saya ketika dia masih sangat muda," kenang pelatih asal Jerman tersebut.

Farke berharap kontribusinya di masa lalu turut membantu membentuk karier Maddison hingga menjadi salah satu gelandang terbaik saat ini. "Dan saya juga berharap telah membantunya sedikit untuk memulai kariernya," tambah Farke dengan nada bangga.

Bagi Farke, sepak bola akan terasa kurang tanpa kehadiran pemain dengan bakat murni seperti Maddison di atas lapangan. Maddison dianggap memiliki kecerdasan dalam mencari ruang dan memanipulasi situasi di area terlarang lawan guna mendapatkan keuntungan.

"Jika Anda mencintai sepak bola, maka Anda mencintai James Maddison karena bagi saya dia adalah pemain bola murni. Salah satu pemain tengah paling kreatif dan berbakat di Inggris," puji Farke.

Kecerdasan Maddison terlihat jelas di menit-menit akhir pertandingan saat ia mampu memberikan ancaman nyata meski baru saja pulih. "Ia juga cerdas di dalam dan di luar kotak penalti untuk terkadang memenangkan tendangan bebas atau bahkan mungkin mencoba memenangkan penalti," tutup Farke.

Load More