Bola / Bola Dunia
Kamis, 14 Mei 2026 | 10:40 WIB
Arsenal lolos ke final Liga Champions. Tapi mereka dikabarkan tak menanggung biaya perjalanan staf non opersional yang mau ikut pergi ke Budapest. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Arsenal akan menghadapi PSG di final Liga Champions di Stadion Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu, 30 Mei 2026.
  • Manajemen Arsenal membebankan biaya perjalanan sebesar 859 pounds kepada staf yang ingin menghadiri pertandingan final Liga Champions tersebut.
  • Kebijakan tersebut memicu kekecewaan staf karena klub dinilai tidak menghargai kontribusi karyawan meski memiliki kondisi finansial yang sehat.

Suara.com - Di tengah euforia keberhasilan Arsenal menembus final Liga Champions untuk pertama kalinya dalam dua dekade, terselip sebuah kabar tak sedap dari internal klub.

Sejumlah staf non operasional dilaporkan merasa kecewa dan dikhianati setelah dibebani biaya perjalanan yang sangat mahal jika ingin ikut mendukung tim di partai puncak.

Setelah sukses menyingkirkan Atletico Madrid, The Gunners dijadwalkan akan menantang sang juara bertahan Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026).

Namun, di saat para pemain bersiap untuk laga terbesar dalam karier mereka, para pekerja di balik layar justru harus menelan pil pahit.

Menurut laporan The Telegraph, manajemen Arsenal memang memberikan satu tiket pertandingan gratis kepada setiap karyawan.

Namun untuk bisa sampai ke Budapest, mereka harus membayar biaya penerbangan sewa sebesar 859 pounds atau sekitar Rp20 juta.

Sudah berapa kali Arsenal main di final Liga Champions? (Instagram/@arsenal)

"Jika masih ada tempat yang tersedia, rekan-rekan yang akan menghadiri final dapat memilih untuk membeli tiket pada penerbangan-penerbangan tersebut," demikian informasi yang disampaikan kepada para karyawan.

Nominal yang sangat tinggi ini sontak memicu kemarahan dan kekecewaan. Banyak staf merasa kontribusi dan kerja keras mereka sepanjang musim yang melelahkan sama sekali tidak dihargai oleh klub.

Terlebih mereka yang ikut ke Budapest juga dituntut untuk segera kembali ke London sehari setelahnya untuk persiapan parade juara.

Baca Juga: Klasemen Liga Prancis: PSG di Ambang Gelar, Lille Berjuang ke Liga Champions

Kekecewaan ini semakin menjadi-jadi jika melihat kondisi finansial klub yang sedang sangat sehat.

Keberhasilan menembus final Liga Champions telah memberikan suntikan dana segar sekitar 120 juta pounds (sekitar Rp2,4 triliun) ke kas klub.

Dengan pendapatan sebesar itu, keengganan manajemen untuk memberikan subsidi penuh bagi para stafnya dianggap sangat tidak pantas.

Situasi ini menjadi sangat kontras jika dibandingkan dengan kebijakan yang diambil oleh lawan mereka di final, PSG.

Di saat Arsenal menodong karyawannya sendiri, Les Parisiens justru menanggung seluruh biaya perjalanan dan akomodasi semua staf mereka tanpa terkecuali.

Sebagai alternatif, Arsenal dilaporkan hanya menawarkan fasilitas nonton bareng gratis di Stadion Emirates bagi para staf yang tidak mampu atau tidak bersedia membayar biaya perjalanan yang mahal tersebut.

Load More