-
Harga tiket Piala Dunia 2026 melonjak tajam hingga menyentuh angka miliaran rupiah di pasar.
-
Isu keamanan dan kebijakan imigrasi Amerika Serikat mengancam jumlah kehadiran suporter dari mancanegara.
-
Turnamen ini menjadi panggung terakhir bagi rivalitas legendaris antara Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Suara.com - Gelaran akbar Piala Dunia 2026 terancam menjadi turnamen paling eksklusif dalam sejarah akibat lonjakan harga tiket yang tidak masuk akal. FIFA kini berada di bawah sorotan tajam karena dianggap lebih memprioritaskan kapitalisasi pasar hiburan Amerika Serikat ketimbang aksesibilitas bagi suporter setia.
Akses menonton pertandingan pembuka antara Amerika Serikat melawan Paraguay saja sudah menembus angka 1.000 dolar AS atau setara Rp16 juta. Dikutip dari CNN, lebih gila lagi, kursi untuk partai final dibanderol mencapai 32.970 dolar AS, sebuah angka yang membuat sepak bola terasa seperti barang mewah.
1. Komersialisasi Gila-Gilaan Kursi Stadion
Ketimpangan harga ini memicu kritik keras dari berbagai pihak, termasuk tokoh politik papan atas yang merasa nilai tersebut sudah di luar kewajaran. Bahkan, banyak calon penonton yang mulai menyerah untuk hadir langsung ke stadion akibat biaya tambahan transportasi dan akomodasi yang mencekik.
Presiden Donald Trump pun ikut menyindir mahalnya biaya menonton tim nasional negaranya sendiri kepada New York Post.
“Saya juga tidak akan membayarnya, sejujurnya,” kata Trump merujuk pada harga tiket USMNT yang mencapai angka empat digit.
Sistem resale atau penjualan kembali yang difasilitasi FIFA semakin memperparah keadaan dengan membiarkan harga liar tanpa kontrol batas atas. Salah satu pemegang tiket bahkan nekat menjual kursi posisi belakang seharga 11 juta dolar AS di platform resmi tersebut.
FIFA berkali-kali membela kebijakan ini dengan dalih bahwa pendapatan yang masuk akan langsung diputar kembali untuk pengembangan sepak bola dunia. Mereka berargumen bahwa harga tinggi adalah konsekuensi logis dari beroperasi di pasar hiburan paling maju di dunia saat ini.
2. Alasan FIFA di Balik Harga Selangit
Baca Juga: Luis de la Fuente Coret Dani Carvajal dari Timnas Spanyol, Skuad Muda Barcelona Mendominasi
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menekankan bahwa pihaknya harus mengikuti standar ekonomi yang berlaku di wilayah Amerika Utara agar tidak terjadi spekulasi ilegal. Menurutnya, jika harga dipasang terlalu rendah, para calo justru akan mengambil keuntungan jauh lebih besar di pasar gelap.
“Kita harus melihat pasar. Kita berada di pasar di mana hiburan adalah yang paling berkembang di dunia, jadi kita harus menerapkan tarif pasar,” ujar Gianni Infantino dalam konferensi di California.
Infantino juga menambahkan alasan logis lainnya mengenai sistem perdagangan tiket di Amerika Serikat yang memperbolehkan adanya penjualan kembali secara legal.
“Di AS, menjual kembali tiket juga diperbolehkan, jadi jika Anda menjual tiket dengan harga yang terlalu rendah, tiket ini akan dijual kembali dengan harga yang jauh lebih tinggi. Dan faktanya, meskipun beberapa orang mengatakan bahwa harga tiket yang kami miliki tinggi, mereka tetap berakhir di pasar penjualan kembali dengan harga yang bahkan lebih tinggi, lebih dari dua kali lipat harga kami.”
3. Ketegangan Diplomatik dan Boikot Keamanan
Di luar masalah finansial, partisipasi Iran sempat menjadi teka-teki diplomatik yang panas akibat situasi perang dan keamanan pemain mereka. Sempat muncul wacana pemindahan lokasi tanding ke Meksiko, hingga usulan absurd untuk menggantikan posisi Iran dengan timnas Italia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Isyarat Ancelotti Jadikan Neymar Jimat Ruang Ganti Brasil di Piala Dunia 2026
-
Sebulan Jelang Piala Dunia 2026, Timnas Paling Dijagokan Juara Berdasarkan Analisa Ahli
-
Kritik Tajam Pep Guardiola Jelang Man City vs Crystal Palace: Saya Sama Sekali Tak Percaya VAR!
-
Marc Guehi Tegaskan Peluang Juara Manchester City Ada di Tangan Sendiri
-
Cristian Chivu Minta Inter Milan Fokus Hadapi Lazio di Final Piala Italia
-
Belum Puas Juara, Hansi Flick Targetkan Barcelona Raih 100 Poin
-
Profil Timnas Ghana: Wakil Afrika yang Nyaris Bikin Sejarah di Piala Dunia
-
Nasib Giovanni Reyna di Tangan Pochettino, Riwayat Cedera Hancurkan Obsesi ke Piala Dunia 2026?
-
Michael Carrick Terancam Dibuang Manchester United Meski Sukses Amankan Tiket Liga Champions
-
Alasan John Herdman Senang Timnas Indonesia Jadi Tim Paling 'Diremehkan' di Grup F Piala Asia 2027