- Kylian Mbappe menuding pelatih Alvaro Arbeloa menempatkannya sebagai penyerang pilihan keempat dalam skuad Real Madrid pada Mei 2026.
- Alvaro Arbeloa membantah pernyataan Mbappe dan menegaskan bahwa keputusan susunan pemain murni merupakan kewenangan penuh dirinya sebagai pelatih.
- Ketegangan internal tersebut terjadi saat Real Madrid menutup musim 2025/2026 tanpa perolehan trofi mayor di berbagai kompetisi.
Menurut Arbeloa, kemungkinan terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi antara dirinya dan sang pemain.
"Mungkin dia tidak memahami saya. Saya tidak tahu apa lagi yang harus saya katakan," ucapnya.
Arbeloa juga menegaskan keputusan soal susunan pemain sepenuhnya berada di tangan pelatih.
"Saya adalah pelatih dan saya yang memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang tidak," katanya.
Kritik Suporter dan Polemik Liburan
Mbappe belakangan memang menjadi sasaran kritik suporter dan media Spanyol.
Situasi memanas setelah beredar foto dirinya tengah berlibur saat masih dalam masa pemulihan cedera hamstring.
Liburan tersebut dinilai tidak profesional karena Mbappe akhirnya gagal pulih tepat waktu untuk tampil pada laga El Clasico.
Arbeloa mencoba meredakan situasi dengan menegaskan keputusan mencadangkan Mbappe murni berdasarkan kondisi tim.
Baca Juga: Florentino Perez Siap Bajak Bintang Dunia Meski Real Madrid Hancur Tanpa Gelar, Singgung Ronaldo
"Saya bisa memahami Mbappe tidak senang karena tidak bermain, tetapi keputusan itu dibuat berdasarkan situasi yang ada," jelasnya.
Mbappe sendiri menegaskan perjalanan liburannya sudah mendapat izin klub.
Ia juga memilih tidak terlalu memikirkan cemoohan dari suporter Madrid.
"Ini hidup. Anda tidak bisa mengubah pikiran orang ketika mereka sedang marah," ujar Mbappe.
"Saya tidak boleh menganggapnya pribadi. Ini kehidupan seorang pemain Real Madrid dan pemain terkenal seperti saya," tambahnya.
Musim Mengecewakan Real Madrid
Di tengah drama tersebut, Real Madrid harus menerima kenyataan pahit menutup musim 2025/2026 tanpa trofi mayor.
Performa tim menurun drastis pada paruh kedua musim hingga memicu pergantian pelatih dari Xabi Alonso ke Alvaro Arbeloa.
Mbappe mengakui hilangnya identitas permainan menjadi penyebab utama kegagalan tim musim ini.
"Kami memulai musim dengan baik, lalu kehilangan semuanya di paruh kedua musim," katanya.
Meski memiliki hubungan baik dengan Xabi Alonso, Mbappe menegaskan seluruh tim harus melakukan evaluasi besar.
Ia pun berjanji bekerja lebih keras demi mendapatkan tempat utama musim depan.
"Saya harus bekerja lebih keras agar lebih baik daripada Gonzalo, Mastantuono, dan Vini untuk mendapatkan waktu bermain," tutupnya.
Berita Terkait
-
Timnas Prancis Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Bawa Trio Maut Mbappe, Olise, Dembele!
-
Florentino Perez Buka Suara soal Rumor Erling Haaland ke Real Madrid
-
Daftar Pemain Muda Bergelar Pemain Terbaik di 5 Edisi Piala Dunia Terakhir
-
Tidak Terima, Alvaro Arbeloa Menolak Real Madrid Disebut Ada di Titik Terendah
-
Florentino Perez Siap Bajak Bintang Dunia Meski Real Madrid Hancur Tanpa Gelar, Singgung Ronaldo
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Isu Diaspora dan Loyalitas Warnai Duel Maroko vs Belanda di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Ancelotti Waspadai Kejutan Jepang, Anggap 32 Besar Piala Dunia 2026 Bak Final
-
Portugal Dituding Sengaja Hindari Kemenangan demi Jalur Mudah di Piala Dunia 2026
-
Tak Gentar dengan Lionel Messi, Cape Verde Siap Buktikan Bisa Permalukan Argentina
-
Persija Selangkah Lagi Dapatkan Gelandang Timnas Bosnia, Nilai Transfer Tembus Rp5,1 Miliar
-
Ogah Pandang Remeh, Cape Verde Bikin Pelatih Timnas Argentina Waspada Tingkat Tinggi
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil