-
Douglas Santos menolak tawaran membela Timnas Rusia demi mewujudkan impian bermain untuk Brasil.
-
Bek kiri Zenit ini kembali menjadi pilar kunci di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti.
-
Douglas bertekad mengakhiri penantian 24 tahun Brasil untuk meraih gelar juara Piala Dunia.
Suara.com - Douglas Santos berhasil membuktikan bahwa keteguhan hati jauh lebih berharga daripada kepastian instan yang ditawarkan pihak lain. Keputusannya menolak kewarganegaraan Rusia menjadi titik balik krusial yang membawanya kembali ke pelukan Timnas Brasil menjelang Piala Dunia 2026.
Pilihan berisiko ini diambil saat masa depannya di level internasional terlihat sangat samar dan tidak menentu. Ia lebih memilih menunggu panggilan Merah-Kuning yang belum pasti ketimbang menjadi bagian tetap dari tim nasional Rusia.
“Tentu saja ada saat-saat ketika Anda berpikir tidak akan dipanggil lagi, tetapi saya tidak pernah berhenti percaya. Saya terus bekerja keras di level klub, mencoba meningkatkan kemampuan dan membangun konsistensi. Jadi, ketika kesempatan itu datang lagi, saya siap mengambilnya,” ungkap Douglas Santos kepada FIFA.
Perjalanan karier Douglas di Eropa sempat mengalami masa sulit saat membela Hamburger SV di Liga Jerman. Meski klubnya terdegradasi, ia tetap bertahan sebelum akhirnya menemukan performa terbaiknya bersama Zenit Saint Petersburg di Rusia.
Di tanah Rusia, ia merengkuh lima gelar liga secara beruntun dan menjadi idola publik setempat. Namun, kecintaannya pada tanah kelahiran membuatnya tetap memantau daftar panggil Selecao meski seringkali berakhir dengan kekecewaan.
“Saya selalu menghormati Rusia karena itu adalah negara tempat saya membangun sebagian besar karier saya. Namun, mengenakan seragam Brasil selalu menjadi impian, jadi itulah yang menjadi prioritas. Saya tumbuh besar dengan menonton Piala Dunia dan bermimpi bermain untuk Selecao, dan itu sangat membebani hati saya,” jelas sang bek kiri tersebut.
Kehadiran Carlo Ancelotti di kursi kepelatihan Brasil menjadi berkah tersendiri bagi pemain asal Paraiba ini. Ancelotti memberikan peran strategis bagi Douglas yang terbukti efektif saat Brasil membungkam Chile dengan skor telak 3-0.
Statistik menunjukkan peran Douglas sangat vital karena saat ia absen, Brasil justru menelan kekalahan dari Bolivia dan Jepang. Douglas dinilai mampu memberikan keseimbangan antara kedisiplinan bertahan dan agresivitas saat membantu serangan tim.
“Mereka meminta saya untuk menjadi pemain yang sama seperti di klub: kompetitif, solid secara pertahanan, dan siap berkontribusi dalam serangan saat dibutuhkan. Ancelotti memiliki cara untuk menanamkan rasa percaya diri kepada para pemainnya. Ia banyak berbicara, menjelaskan apa yang diinginkannya secara taktis, tetapi juga memberi kami kebebasan untuk bermain dengan kepribadian,” terangnya.
Baca Juga: Timnas Prancis Umumkan Skuad Piala Dunia 2026: Bawa Trio Maut Mbappe, Olise, Dembele!
Inspirasi terbesar Douglas Santos berasal dari kenangan masa kecil saat melihat Ronaldo Nazario mengangkat trofi di Korea-Jepang. Saat itu, ia masih berusia delapan tahun dan menyaksikan bagaimana sepak bola bisa menghentikan denyut nadi negaranya.
Kini, ia berpeluang menjadi aktor utama dalam perburuan gelar keenam Brasil di Amerika Utara nanti. Douglas berharap bisa menyudahi dahaga gelar juara dunia Brasil yang sudah berlangsung selama dua puluh empat tahun.
“Melihat Ronaldo mencetak kedua gol di final, setelah semua yang telah ia lalui, sungguh merupakan sesuatu yang luar biasa. Perayaan tim, seluruh negara yang berhenti sejenak, itu semua menunjukkan betapa besarnya Piala Dunia bagi orang Brasil,” kenang Douglas penuh emosional.
Brasil dijadwalkan akan bersaing di Grup C melawan tim-tim seperti Skotlandia, Maroko, dan Haiti. Douglas sangat mewaspadai kekuatan fisik dan motivasi tinggi yang dimiliki oleh para calon lawan mereka di fase grup.
Meski demikian, optimisme tetap membumbung tinggi di dalam skuad asuhan Ancelotti untuk membawa pulang trofi. Douglas yakin dengan perpaduan talenta dan pengalaman yang ada, Brasil mampu bertarung hingga menit terakhir di partai puncak.
“Penggemar Brasil selalu punya alasan untuk percaya. Kami memiliki talenta, pengalaman, dan pemain yang terbiasa dengan pertandingan besar. Tujuannya adalah melangkah sejauh mungkin dan berjuang hingga menit terakhir untuk gelar Piala Dunia keenam,” tegasnya menutup pembicaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
- 3 Sepatu Lari Skechers Terbaik untuk Pemula dan Pelari Harian
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Prediksi Starting XI Timnas Jepang di Piala Dunia 2026: Hajime Moriyasu Dipusingkan Cedera
-
Strategi Timnas Selandia Baru di Piala Dunia 2026, Ambisi Chris Wood Akhiri Penantian 16 Tahun
-
Analisa Kekuatan Penuh Didier Deschamps Hadapi Irak, Norwegia, dan Senegal, Welcome Back Manu Kone
-
Prediksi Starting XI Jerman di Piala Dunia 2026: Kreatif Tanpa Striker Murni
-
Krisis Cedera Spanyol Mereda, Luis de la Fuente Pastikan Nico Williams Pulih di Piala Dunia 2026
-
Pukulan Telak Prancis! Rekan Calvin Verdonk Membelot ke Maroko Sejam Jelang Rilis Skuad Piala Dunia
-
Peluang Juara Dihancurkan Persib, Persija Jakarta Bertekad Bangkit saat Hadapi Persik Kediri
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Bantai Semen Padang 7-0
-
Lolos Piala Dunia, Pundit Belanda Justru Sebut Curacao Akan Kalah Jika Lawan Timnas Indonesia Lagi
-
Arne Slot Pastikan Mohamed Salah Kembali saat Liverpool Hadapi Aston Villa