Bola / Bola Indonesia
Senin, 18 Mei 2026 | 11:58 WIB
Logo Super League. (ileague.id)
Baca 10 detik
  • PSSI dan I.League resmi mempertahankan kuota sebelas pemain asing untuk kompetisi Super League musim 2026/2027 mendatang.
  • Klub peserta Super League musim depan tidak lagi diwajibkan memainkan pemain U-23 dalam daftar susunan pemain.
  • Penghapusan aturan wajib pemain U-23 tersebut merupakan hasil diskusi panjang antara pihak PSSI dengan seluruh klub.

Suara.com - PSSI bersama operator kompetisi I.League resmi mempertahankan regulasi pemain asing untuk Super League musim 2026/2027. Namun, ada perubahan penting terkait aturan pemain U-23 yang dipastikan dihapus mulai musim depan.

Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa regulasi pemain asing tidak mengalami perubahan dibandingkan musim sebelumnya.

Setiap klub peserta Super League 2026/2027 tetap diperbolehkan mendaftarkan 11 pemain asing. Dari jumlah tersebut, sembilan pemain dapat masuk daftar susunan pemain (DSP) dan tujuh pemain asing bisa tampil bersamaan di lapangan.

Kebijakan tersebut sama seperti regulasi musim ini, ketika mayoritas klub memaksimalkan kuota pemain asing mereka.

“Ya sudah disampaikan, saya pikir ini hal yang sudah kami share bersama PSSI bulan lalu. Regulasi untuk musim yang akan datang tidak ada perubahan,” ujar Asep kepada awak media.

Aturan Wajib Pemain U-23 Dihapus

Direktur kompetisi PT I.League, Asep Saputra, menjawab pertanyaan pewarta usai menghadiri pertandingan persahabatan dan lelang jersi di Stadion Madya, Jakarta, Jumat (19/12/2025). (Antara/Rauf Adipti)

Meski regulasi pemain asing dipertahankan, PSSI dan I.League melakukan perubahan signifikan terkait aturan pemain muda.

Mulai Super League 2026/2027, klub tidak lagi diwajibkan memainkan pemain U-23 sebagai starter minimal selama 45 menit seperti pada musim ini.

“Hanya ada perubahan dalam regulasi U-23, yang tidak ada lagi kewajiban dalam starting line-up selama 45 menit,” tutur Asep.

Baca Juga: Klasemen Super League Terbaru, Persib Bandung Menjauh dari Borneo FC Berkat Gol Julio Cesar

Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah operator liga dan PSSI menerima berbagai masukan dari klub peserta Super League.

Ia menyebut proses penyusunan regulasi dilakukan melalui diskusi panjang bersama pihak-pihak yang terlibat langsung dalam kompetisi.

“Dalam membuat regulasi ada fase mendengar, ada fase kita berdiskusi dengan pihak yang punya kompetensi dan kepentingan di sana,” kata Asep.

“Jadi sebetulnya proses itu kemarin sudah kami presentasikan. Tapi sekali lagi, itu adalah hasil pembicaraan yang sudah dilakukan secara detail,” lanjutnya.

Berpotensi Jadi Perdebatan

Perubahan regulasi ini diperkirakan memunculkan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola nasional.

Load More