Bola / Liga Inggris
Selasa, 19 Mei 2026 | 07:17 WIB
Pep Guardiola (tangkapan layar X)
Baca 10 detik
  • Pep Guardiola dilaporkan bakal meninggalkan posisi manajer Manchester City pada akhir musim ini.

  • Gary Neville menilai rumor kepergian ini mengganggu stabilitas tim jelang laga krusial.

  • Enzo Maresca menjadi kandidat kuat pengganti karena pernah bekerja di bawah Guardiola.

Suara.com - Keputusan mengejutkan Pep Guardiola yang dikabarkan menyudahi kariernya di Etihad Stadium pada akhir musim ini berpotensi merusak fokus tim. Momentum pengumuman yang bocor ke publik dinilai dapat mengacaukan mentalitas pemain di tengah perburuan gelar juara Manchester City.

Isu krusial ini langsung memicu kepanikan di kalangan pendukung fanatik klub Liga Inggris itu. Dinamika ruang ganti diyakini akan mengalami pergeseran atmosfer yang sangat signifikan.

Langkah senyap manajemen dalam memburu manajer baru kini mulai terendus media. Mereka tidak ingin momentum emas klub terhenti begitu saja setelah era keemasan ini berakhir.

Pep Guardiola Cetak Sejarah: Pelatih Pertama yang Habiskan Rp33 Triliun di Bursa Transfer [Instagram Pep Guardiola]

Dikutip dari BBC, sosok Enzo Maresca kini mencuat sebagai kandidat terkuat untuk mengisi posisi strategis tersebut. Mantan juru taktik Chelsea itu dinilai memiliki kapasitas untuk meneruskan filosofi permainan tim.

Kedekatan emosional menjadi nilai plus karena sang pelatih pernah menimba ilmu di sana. Ia paham betul dengan kultur kerja internal yang diterapkan oleh raksasa Manchester.

Kabar mengejutkan ini berhembus kencang bersamaan dengan jalannya laga sengit di kompetisi domestik. Berbagai media olahraga papan atas di Inggris secara serentak merilis laporan utama tersebut.

Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, mengaku sangat terkejut mendengarkan rumor yang beredar. Pengumuman ini dinilai hadir pada waktu yang sama sekali tidak tepat.

Prediksi juara Liga Inggris terbaru dari Superkomputer Opta menempatkan Arsenal sebagai favorit utama meski baru kalah dari Manchester City. Simak persentase peluangnya! [Dok. IG Manchester City]

"Berita seperti ini bisa mengubah segalanya," kata Neville.

Neville menilai dampak psikologis dari berita ini setara dengan kehilangan figur manajer legendaris terdahulu. Kepergian tokoh besar selalu meninggalkan lubang yang sangat sulit untuk ditutupi kembali.

Baca Juga: Pep Guardiola Minta Manchester City Tak Cepat Puas Usai Raih Dua Gelar Domestik

Situasi ini semakin rumit mengingat masa kontrak kerja sang manajer sebenarnya masih tersisa. Spekulasi mengenai alasan mendasar di balik keputusan sepihak ini terus berkembang liar.

Sebelumnya, sang pelatih sempat memberikan pernyataan tegas mengenai komitmennya bertahan di klub. Jawabannya kala itu sempat meredam kekhawatiran publik untuk sementara waktu.

Ketika ditanya apakah dirinya akan pergi di akhir musim 2025-2026, ia menjawab singkat. "Sama sekali tidak," jawabnya, sekaligus mengingatkan ia masih punya satu tahun kontrak tersisa.

Meski sempat ada bantahan, intonasi dan cara penyampaian pesan tersebut justru melahirkan kecurigaan baru. Kini publik menunggu pernyataan resmi dari pihak klub untuk menjernihkan situasi.

Saat ini Manchester City tengah terlibat persaingan sengit dengan Arsenal di puncak klasemen. Mereka tertinggal jarak lima angka dengan tabungan dua pertandingan tersisa musim ini.

Sejak mendarat pada tahun 2016, juru taktik asal Spanyol ini telah mengubah sejarah klub. Ia berhasil menyumbangkan total 20 trofi bergengsi dari seluruh kompetisi domestik maupun Eropa.

Load More