- Kerusuhan suporter dalam berbagai pertandingan sepak bola Indonesia menyebabkan klub menerima sanksi berat dari Komdis PSSI.
- Sanksi berupa larangan penonton dan denda mengakibatkan kerugian finansial signifikan serta mengganggu operasional rutin klub sepak bola.
- Pakar menyarankan penerapan teknologi identifikasi, penindakan hukum bagi pelaku, serta edukasi perilaku suporter untuk mencegah kerusuhan berulang.
Doni menilai edukasi terhadap suporter menjadi hal penting agar atmosfer sepak bola Indonesia bisa berkembang lebih sehat dan dewasa.
“Walaupun mereka bilang cinta klub, tapi kalau tindakannya merugikan klub, ya sebenarnya kita tidak butuh suporter seperti itu,” tegasnya.
Ia juga menyoroti efektivitas hukuman larangan penonton yang dinilai mulai kehilangan dampak signifikan. Karena itu, Doni mendorong penggunaan teknologi modern seperti face recognition untuk mengidentifikasi pelaku kerusuhan secara langsung.
Menurutnya, sistem tersebut sudah diterapkan di sejumlah liga luar negeri dan terbukti membantu membatasi pelaku masuk stadion kembali.
“Kalau memang mau ada efek jera, pelaku kerusuhan harus bertanggung jawab langsung. Jangan cuma klub yang dihukum. Kalau perlu dikaitkan juga dengan pidana,” katanya.
Selain teknologi, Doni menilai klub juga perlu membangun komunikasi lebih intens dengan kelompok suporter. Salah satunya melalui forum rutin agar suporter memahami kondisi finansial klub secara nyata.
“Misalnya dijelaskan bahwa pemasukan klub banyak habis karena denda akibat pelanggaran suporter. Kalau stadion aman dan sponsor masuk lebih banyak, efeknya tiket bisa lebih murah dan fasilitas lebih baik."
"Jadi suporter juga harus sadar bahwa menjaga keamanan stadion itu menguntungkan mereka sendiri,” ucapnya.
Pandangan serupa disampaikan Chief Executive Officer Deltras FC Sidoarjo, Amir Burhanuddin. Ia menilai perubahan perilaku suporter menjadi kunci utama menyelesaikan persoalan yang terus berulang.
Baca Juga: Resmi Dirilis! Ini Daftar Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik
“Perilaku supporter yang harus berubah, jangan semaunya sendiri. Sepak bola itu harus siap menang dan kalah. Jujur saja, makin ke sini perilaku suporter makin meresahkan publik dan pengelola klub,” ujar Amir.
Menurut Amir, keputusan Komdis PSSI sebenarnya sudah sesuai regulasi yang berlaku. Namun klub tetap menjadi korban terbesar akibat tindakan segelintir oknum di tribun.
“Putusan Komdis PSSI sebenarnya sudah sesuai ketentuan, meski tetap klub yang sejatinya dirugikan,” katanya.
Ia juga mengakui berbagai upaya edukasi dan sosialisasi kepada suporter sebenarnya terus dilakukan. Akan tetapi, perubahan perilaku belum terlihat signifikan.
“Mau formula apa pun kalau perilaku suporter kita tidak berubah ya susah. Edukasi dan sosialisasi menurut kami sudah tidak kurang-kurang,” ungkapnya.
Amir menambahkan aparat keamanan kini semakin tegas terhadap pelanggaran hukum di stadion dan tidak lagi memberikan toleransi terhadap aksi anarkistis.
"Mereka harus disamakan dengan masyarakat umum. Kalau melanggar ya ditindak,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Resmi Dirilis! Ini Daftar Harga Tiket Laga Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik
-
Persipura Jayapura Turut Rayakan Arsenal Juara Premier League
-
Persib Bandung Disanksi Komdis PSSI Jelang Penentuan Gelar Super League
-
Ironi Super League: Liga Tertinggi yang Jauh dari Kata Profesional!
-
Kebanyakan Tampil di Kandang, PSSI Akui Timnas Indonesia Belum Menarik Bagi Negara Lain
Terpopuler
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
- 5 Kipas Angin Sedingin AC Lebih Murah dan Irit Listrik
- Ramalan 12 Shio Bulan di Juli 2026: Peruntungan Karier, Keuangan, Asmara, dan Kesehatan
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Spanyol Usung Misi Balas Dendam saat Jumpa Portugal di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Prancis Dapat Kabar Buruk! Tchouameni Absen Lawan Paraguay Buntut Cedera Paha
-
Portugal Penuh Keraguan Jelang Hadapi Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Prancis vs Paraguay: Les Bleus Tak Hanya Lawan Albirroja, tapi Juga Suhu 38 Derajat
-
Hasil Piala Dunia 2026: Sontekan Maut Jhon Arias Bawa Kolombia Singkirkan Ghana
-
Argentina Salahkan Lapangan usai Susah Payah Kalahkan Tanjung Verde
-
Pelatih Tanjung Verde Bangga Hiu Biru Bikin Argentina Susah Payah di Piala Dunia 2026
-
Robi Darwis Bongkar Alasan Tinggalkan Persib demi Arema FC
-
Lionel Messi Cetak 3 Rekor Gila saat Bantu Argentina Singkirkan Tanjung Verde
-
Cristiano Ronaldo Punya Pelatih Baru di Al Nassr