- Aston Villa menjuarai Liga Europa 2025/2026 setelah mengalahkan SC Freiburg 3-0 di Tupras Stadium, Istanbul, Kamis (21/5/2026).
- Kemenangan ini mengakhiri puasa gelar mayor Aston Villa selama 30 tahun sekaligus mengukuhkan dominasi mereka di Eropa.
- Pelatih Unai Emery meraih trofi Liga Europa kelimanya dan berencana membawa Aston Villa bersaing di Liga Champions mendatang.
Suara.com - Aston Villa keluar sebagai juara Liga Europa 2025/2026.
Bermain di Tupras Stadium, Istanbul, The Villans tampil dominan dengan mengalahkan wakil Jerman, SC Freiburg, lewat skor telak 3-0, Kamis (21/5/2026) dini hari.
Gol-gol dari Youri Tielemans, Emiliano Buendía, dan Morgan Rogers memastikan The Villans mengakhiri penantian panjang selama 30 tahun tanpa trofi mayor.
Hasil itu sekaligus membawa pelatih Unai Emery kembali menegaskan statusnya sebagai "Raja Liga Europa". Gelar tersebut menjadi trofi Liga Europa kelima bagi Emery sepanjang karier kepelatihannya.
Menariknya, banyak penggemar sepak bola di media sosial menyoroti fakta unik bahwa semua klub juara Liga Europa bersama Emery memiliki kata “Villa” dalam namanya, yakni Sevilla, Villarreal, dan Aston Villa.
Pria asal Spanyol itu membawa Sevilla hattrick juara Liga Europa pada edisi 2013/2014, 2014/2015, 2015/2016, lalu bersama Villareal pada edisi 2020/2021 serta Aston Villa yang baru saja diraih.
Fakta tersebut bahkan viral di komunitas sepak bola internasional usai kemenangan Villa di final.
Usai laga, Emery menegaskan bahwa kesuksesan ini bukan akhir perjalanan Aston Villa. Ia ingin membawa The Villans terus bersaing di level tertinggi Eropa, termasuk di Liga Champions musim depan.
Sang pelatih pun optimistis fondasi yang dibangunnya mampu membuat Aston Villa menjadi kekuatan baru sepak bola Inggris dan Eropa.
Baca Juga: Vinicius Jr Jadi Penentu Kemenangan Real Madrid atas Sevilla, Aksi Egois Mbapp Tuai Sorotan
Kesuksesan ini terasa sangat spesial bagi Aston Villa. Klub asal Birmingham itu akhirnya mengakhiri puasa trofi besar selama 30 tahun sekaligus meraih gelar Eropa pertama mereka sejak menjuarai Piala Eropa pada 1982.
Di bawah tangan dingin Emery, Villa berubah dari tim papan tengah menjadi kekuatan baru yang disegani di Eropa.
Perjalanan Emery bersama Villa memang penuh transformasi. Saat pertama datang pada 2022, Aston Villa berada dekat zona degradasi Premier League.
Namun perlahan, pelatih berusia 54 tahun itu membangun identitas permainan yang solid, disiplin, dan efektif.
Hasilnya, Villa tidak hanya sukses di kompetisi domestik, tetapi juga mampu melaju hingga puncak Liga Europa musim ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Krisis Pakan Ternak Tiap Kemarau, Negara Diminta Tak Lepas Tangan Soal Infrastruktur Air
-
Timah Rakyat Kembali Diserap PT Timah, Apa Dampaknya bagi Ekonomi Bangka Belitung?
-
Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi