-
Luis Enrique melempar pujian setinggi langit untuk keberhasilan Mikel Arteta mengubah mentalitas Arsenal.
-
Arsenal datang ke Final Liga Champions 2026 membawa modal juara Liga Inggris terbaru.
-
Laga puncak kontra Arsenal menjadi ujian berat PSG dalam misi mempertahankan trofi Eropa.
Suara.com - Revolusi mental yang dibawa Mikel Arteta ke London Utara kini mendapat pengakuan jujur dari sang rival. Pelatih Paris Saint-Germain, Luis Enrique, menegaskan bahwa Arsenal bukan lagi tim lemah yang mudah ditaklukkan di Eropa.
Pertemuan kedua raksasa ini di partai puncak benua biru menjadi bukti sahih keberhasilan transformasi tersebut. Keberhasilan taktis Arteta dinilai telah mengembalikan muruah Meriam London ke panggung tertinggi sepak bola dunia.
“Bila melihat statistik Arteta, semuanya sudah jelas. Dia adalah pelatih papan atas yang sejak mengambil alih Arsenal berhasil mengubah mentalitas tim dan makna menjadi sebuah tim yang sudah lama tidak meraih gelar,” ujar Luis Enrique melalui situs resmi pada Kamis.
Evolusi permainan Arsenal di bawah asuhan pria asal Spanyol itu memang terlihat sangat impresif. Mereka menjelma menjadi kesatuan yang sangat disiplin, baik saat menguasai bola maupun menekan lawan.
Enrique secara terbuka mengagumi bagaimana sang junior di dunia kepelatihan mampu membangun sistem pertahanan berlapis. Keseimbangan taktik ini membuat Meriam London menjadi momok menakutkan bagi lini serang tim mana pun.
“Sekranang mereka kembali kompetitif. Selama empat musim terakhir mereka terus berkembang. Itulah gambaran tentang Arteta. Timnya bagus saat menguasai bola dan tidak mudah kehilangan penguasaan,” kata Enrique.
Kemampuan Arsenal dalam membatasi ruang gerak lawan menjadi perhatian serius yang diwaspadai oleh kubu Paris. Enrique menyadari bahwa memenangkan duel lini tengah melawan Arsenal akan menjadi tugas yang sangat berat.
“Kami tidak selalu memenangkan duel penguasaan bola ketika menghadapi mereka. Tanpa bola, mereka adalah salah satu tim terbaik di Eropa dalam hal menciptakan dan membatasi peluang gol. Dia juga memenangkan Liga Inggris, kompetisi dengan level yang sangat tinggi,” tambah mantan pelatih Barcelona tersebut.
Sentuhan magis Arteta di Emirates Stadium diyakini tidak lepas dari proses belajarnya di masa lalu. Pengalaman menyerap ilmu dari Pep Guardiola terbukti melahirkan filosofi permainan yang sangat matang dan modern.
Baca Juga: Mengenang Starting XI Pertama Mikel Arteta di Arsenal, Hanya Satu yang Tersisa Saat Juara
“Musim lalu mereka tidak berada di final Liga Champions karena kami cukup beruntung bisa mengalahkan mereka. Dia pelatih level atas. Dia belajar di tempat yang sangat baik bersama Pep Guardiola di Manchester City. Apa yang dia sampaikan terlihat jelas dari permainan para pemainnya,” ujar Enrique.
Laga final yang mempertemukan PSG dan Arsenal ini dijadwalkan berlangsung di Puskas Arena, Hungaria, pada Sabtu (30/5). Les Parisiens datang dengan ambisi besar untuk mempertahankan trofi bergengsi yang mereka raih musim lalu.
Pada final edisi sebelumnya, klub kaya raya Prancis tersebut tampil perkasa dengan melibas Inter Milan 5-0. Namun, kali ini langkah mereka dipastikan lebih berat karena harus menghadapi Arsenal yang sedang dalam kepercayaan diri tinggi.
Skuad Meriam London baru saja menyudahi dahaga gelar kompetisi domestik selama 22 tahun secara dramatis. Kepastian gelar juara Liga Inggris itu mereka dapatkan setelah Manchester City ditahan imbang oleh Bournemouth.
Keberhasilan tersebut memutus tren negatif Arsenal yang dalam tiga musim berturut-turut hanya mampu finis sebagai runner-up. Di sisi lain, PSG memiliki modal sejarah yang cukup apik dalam rekor pertemuan terakhir kedua tim.
Klub asuhan Luis Enrique sukses menyingkirkan Arsenal dengan keunggulan agregat 3-1 pada babak semifinal musim lalu. Catatan positif itu menjadi angin segar sekaligus motivasi tambahan bagi Paris untuk kembali menjinakkan taktik Arteta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Tak Dapat Tempat di Ipswich Town, Elkan Baggott Kini Dilirik Klub Liga Inggris Lain
-
Persib Bakal Bikin Timnas Indonesia Semakin Kuat di Piala AFF 2026, Ini Alasannya
-
Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Bikin Lionel Messi Ketar-ketir
-
Jelang Norwegia vs Brasil, Stale Solbakken: Kami Siapkan Skema Adu Penalti
-
Ole Romeny Susul Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen Gabung Persib Bandung? Ini Kodenya
-
Cahya Supriadi Pasang Target Balas Dendam ke Vietnam, Timnas Indonesia Siap Buru Gelar Piala AFF
-
Optimisme PSSI Membumbung! Sumardji Ungkap Alasan Timnas Indonesia Diyakini Bisa Juara Piala AFF
-
Witan Sulaeman Bertahan di Persija hingga 2029, Punya Misi yang Belum Tuntas Bersama Macan Kemayoran
-
3 Fakta Menarik Jelang Brasil vs Norwegia, Taktik Mematikan Aliran Bola Erling Haaland
-
Momen Bendera Palestina Berkibar Setelah Mesir Menumbangkan Australia