-
Thomas Tuchel mencoret Harry Maguire dari skuad Timnas Inggris menjelang turnamen Piala Dunia 2026.
-
Harry Maguire mengaku sangat terkejut dan kecewa berat karena merasa performanya sedang sangat stabil.
-
Pertandingan perdana Timnas Inggris tanpa kehadiran bek senior tersebut akan dimulai melawan tim Kroasia.
Suara.com - Kebijakan radikal Thomas Tuchel langsung memakan korban besar sebelum skuad resmi Tiga Singa Timnas Inggris diumumkan ke publik. Bek senior Harry Maguire dipastikan kehilangan tempatnya dalam ambisi internasional menjelang turnamen akbar musim panas ini.
Langkah berani sang pelatih mencerminkan perubahan total dalam hierarki pertahanan tim nasional. Keputusan ini sekaligus mengakhiri dominasi panjang sang pemain bertahan di lini belakang negaranya.
Maguire meluapkan isi hatinya secara terbuka melalui media sosial pribadinya pada Kamis malam WIB. Pemain berusia 33 tahun itu tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya atas vonis sepihak tersebut.
"Saya yakin bisa memainkan peran besar untuk negara saya musim panas ini setelah musim yang saya jalani. Saya terkejut dan sangat kecewa dengan keputusan ini," tulis bek berusia 33 tahun itu.
Meskipun memendam kekecewaan yang mendalam, profesionalisme mantan kapten Setan Merah tersebut tetap terjaga. Ia tetap memberikan dukungan moral penuh kepada rekan sejawatnya yang berangkat bertanding.
"Saya berharap para pemain mendapat yang terbaik," demikian tulis Maguire dalam unggahan yang sama.
Pencoretan ini terasa ironis mengingat sang pemain baru saja menemukan kembali performa terbaiknya di level domestik. Setelah sempat tersisih di awal musim, ia berhasil membuktikan kapasitasnya sebagai bek papan atas.
Kehadirannya di bawah asuhan Michael Carrick menjadi pilar penting kebangkitan lini belakang klubnya. Pemulihan cedera hamstring pada Januari lalu menjadi titik balik penampilannya yang terus menanjak.
Secara statistik, kontribusi nyata sang pemain di level klub musim ini sebenarnya tergolong sangat impresif. Ia berhasil mengemas 24 performa solid dan mengamankan posisi zona elite Eropa untuk timnya.
Baca Juga: FIFA Mau Tambah Peserta Piala Dunia 2030, Peluang Timnas Indonesia Makin Terbuka
Namun, rapor impresif di kompetisi domestik tersebut ternyata gagal melunakkan hati juru taktik baru Tiga Singa. Keputusan taktis sang manajer tampaknya lebih memilih regenerasi total untuk strategi barunya.
Pencoretan ini menjadi pukulan telak mengingat rekam jejak historis sang pemain yang sangat mumpuni. Ia tercatat sudah mengoleksi 66 penampilan internasional dan selalu menjadi pilihan utama pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Ketidakhadirannya kali ini menambah panjang catatan buruknya setelah sebelumnya terpaksa absen pada ajang Euro 2024. Turnamen akbar di Amerika Serikat nanti dipastikan kehilangan salah satu sosok paling berpengalaman di lini belakang.
Sementara itu, persiapan tim nasional terus berjalan tanpa kehadiran sang bek senior di lini pertahanan. Sang pelatih kini harus membuktikan bahwa perjudian taktisnya mencoret pemain berpengalaman adalah langkah yang tepat.
Laga perdana fase Grup L akan langsung menguji ketangguhan tembok baru pertahanan tanpa komando sang pemain senior. Mereka dijadwalkan bersua Kroasia pada 18 Juni di kota Dallas sebagai ujian pembuka.
Petualangan internasional Tiga Singa kemudian bakal berlanjut di Boston untuk menantang kekuatan wakil Afrika, Ghana, pada 24 Juni. Fase krusial babak grup ini akan ditutup dengan menghadapi tantangan Panama pada 28 Juni di New Jersey.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Catat Jadwalnya! Persib vs Arema Jadi Laga Pembuka Piala Presiden 2026
-
Pratama Arhan Resmi Bergabung dengan Persija Susul Shin Tae-yong
-
Piala Presiden 2026 Kembali Digelar: Persib, Persija, dan 3 Tim Luar Negeri Ikut Serta
-
Salah Besar! Pelatih Norwegia Serang FIFA Usai Hukuman Folarin Balogun Dicabut
-
Skandal Memalukan Piala Dunia 2026! Lobi Donald Trump Bikin FIFA Kehilangan Wibawa
-
Erling Haaland, Kylian Mbappe, Lionel Messi, Siapa Top Skor Piala Dunia 2026?
-
Tiga Kata Neymar Umumkan Gantung Sepatu Usai Brasil Tersingkir dari Piala Dunia 2026
-
Statistik Gila Erling Haaland Usai Bawa Norwegia Permalukan Brasil
-
Rahasia di Balik Tembok Pertahanan Timnas Argentina: Air Suci dan Kayu Aromatik
-
Persib Kunci Ragnar Oratmangoen 3 Tahun, Sinyal Serius Kuasai Liga dan Asia