- AS Roma mengalahkan Hellas Verona 2-0 di Stadio Marc Antonio Bentegodi pada pekan terakhir Liga Italia, Senin (2025/2026).
- Gol dari Donyell Malen dan Stephan El Shaarawy memastikan kemenangan Roma atas sepuluh pemain Hellas Verona yang terdegradasi.
- Hasil ini membawa AS Roma finis di peringkat ketiga klasemen akhir dan resmi menyegel tiket Liga Champions musim depan.
Suara.com - AS Roma memastikan finis di zona Liga Champions setelah mengalahkan Hellas Verona 2-0 pada pekan terakhir Liga Italia 2025/2026 di Stadio Marc Antonio Bentegodi, Senin.
Donyell Malen dan Stephan El Shaarawy menjadi pencetak gol kemenangan Giallorossi. Hasil tersebut semakin berarti setelah AC Milan kalah dari Cagliari sehingga membuka jalan bagi Roma menembus posisi tiga besar klasemen.
Roma menutup musim di peringkat ketiga dengan koleksi 73 poin. Sementara Hellas Verona yang telah dipastikan terdegradasi mengakhiri kompetisi di posisi ke-19 dengan raihan 21 poin, dikutip dari laman resmi Serie A.
Meski menghadapi tim papan bawah, Roma tidak langsung mudah mencetak gol. Peluang pertama hadir pada menit ke-34 melalui tendangan bebas Paulo Dybala, namun kiper Verona Lorenzo Montipo masih mampu melakukan penyelamatan.
Tuan rumah juga sempat memberikan ancaman menjelang akhir babak pertama. Kieron Bowie memperoleh peluang emas, tetapi berhasil digagalkan kiper Roma Mile Svilar yang sigap keluar dari sarangnya.
Memasuki babak kedua, Roma kembali mencoba memanfaatkan situasi bola mati. Tendangan bebas Dybala kali ini masih melebar dari sasaran.
Momentum pertandingan berubah ketika Verona harus bermain dengan 10 orang. Nicolas Valentini menerima kartu kuning kedua usai melanggar Dybala dan langsung diusir wasit dari lapangan.
Unggul jumlah pemain membuat Roma semakin intens menekan pertahanan lawan. Namun, Montipo kembali tampil impresif setelah menggagalkan tendangan bebas Matias Soule pada menit ke-52.
Roma akhirnya memecah kebuntuan melalui titik penalti pada menit ke-55. Wasit menunjuk titik putih setelah meninjau VAR dan memutuskan Bowie melakukan handball di kotak terlarang.
Baca Juga: Profil Como 1907, Klub Liga Italia Milik Orang Indonesia Jadi Klub Papan Atas Serie A
Eksekusi penalti Donyell Malen sempat ditepis Montipo. Akan tetapi, bola liar berhasil disambar Paulo Dybala sebelum diteruskan kembali oleh Malen ke dalam gawang untuk membawa Roma unggul 1-0.
Setelah memimpin, Roma tetap mengendalikan jalannya pertandingan dan nyaris menambah keunggulan lewat serangan balik cepat yang dibangun Devyne Rensch. Namun, penyelesaian akhir Dybala kembali digagalkan Montipo.
Gol kedua akhirnya lahir pada masa injury time sekaligus menjadi momen emosional bagi Roma. Stephan El Shaarawy yang menjalani laga terakhirnya bersama Giallorossi sukses memaksimalkan umpan Dybala untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Gol tersebut memastikan kemenangan Roma sekaligus menyegel tiket Liga Champions musim depan setelah persaingan ketat hingga pekan terakhir Serie A 2025/2026.
(Antara)
Berita Terkait
-
Profil Como 1907, Klub Liga Italia Milik Orang Indonesia Jadi Klub Papan Atas Serie A
-
Bos Sassuolo Puji Jay Idzes, Kapten Timnas Indonesia Disebut Investasi Terbaik
-
Antonio Conte Dikabarkan Tinggalkan Napoli usai Musim 2025/2026, Ke Mana?
-
Menang Dramatis, Kiper Timnas Indonesia Emil Audero Justru Rasakan Perasaan Campur Aduk
-
Drama Menit Akhir! Pesta Juara Inter Milan Dicoreng Tim Degradasi Hellas Verona
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah
-
Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional
-
Keluar Modal Gede, DSI Tak Mungkin Jadi Perusahaan Rugi
-
Tundukkan Garudayaksa 3-2, Batam Prime FC Asuhan Okto Maniani Juara BIFS 2026
-
Investor Butuh Kepastian, 3 Hal Ini Diminta agar Eksplorasi Migas Makin Agresif
-
Sistemik dan Akut, Dosen UGM Bongkar Borok Penanganan Kekerasan Gender yang Hanya Jalan Jika Viral
-
Bukan Water Bombing, Prabowo Dorong 'Ubi Bombing' dari Singkong Atasi Karhutla
-
Hanura Desak Prabowo Sanksi Keras Korporasi Nakal Sebabkan Karhutla
-
DSI Bukan Regulator, Ekspor 3 Komoditas Dijamin Tak Akan Ribet
-
Antara Pompa Air yang Haus dan Pangkalan Gas yang Bisu di Tengah Kemarau