- Pelatih Thomas Tuchel mencoret Harry Maguire dari skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 demi kebutuhan taktis tim.
- Wayne Rooney terkejut dengan keputusan tersebut karena menilai performa Maguire belakangan ini layak untuk memperkuat timnas Inggris.
- Rooney mendukung pemanggilan Ivan Toney ke skuad Inggris karena performa tajamnya di liga untuk kebutuhan mencetak banyak gol.
Suara.com - Eks bomber Manchester United, Wayne Rooney, menilai Harry Maguire sangat tidak beruntung setelah gagal masuk skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 pilihan pelatih Thomas Tuchel.
Rooney mengaku terkejut dengan keputusan Tuchel mencoret bek Manchester United tersebut.
Menurutnya, performa Maguire belakangan ini layak mendapat tempat di skuad The Three Lions.
“Bagi saya, keputusan soal Maguire cukup mengejutkan,” kata Rooney dalam podcast pribadinya dilansir dari BBC.
“Kalau melihat performanya, Harry Maguire sangat tidak beruntung tidak masuk skuad,” lanjut mantan kapten Inggris itu.
Maguire sendiri merupakan sosok penting di lini belakang Inggris dalam beberapa turnamen besar.
Bek berusia 33 tahun itu membantu Inggris mencapai semifinal Piala Dunia 2018 di Rusia dan perempat final Piala Dunia 2022 di Qatar.
Cedera sempat membuat Maguire absen di Euro 2024.
Namun, pemanggilannya kembali pada jeda internasional Maret lalu sempat memunculkan harapan dirinya akan tampil di Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Tuchel Tegas: Pemain Egois Tak Pantas Bela Inggris di Piala Dunia, Sindir Siapa?
Rooney menduga Tuchel lebih memilih Dan Burn dibanding Maguire demi kebutuhan taktik dan keseimbangan skuad.
“Pilihan terbesar di lini belakang mungkin antara Harry Maguire atau Dan Burn, dan Tuchel jelas memilih Dan Burn,” ujar Rooney.
Meski tidak sepenuhnya setuju dengan sejumlah keputusan, Rooney tetap menaruh kepercayaan kepada Tuchel sebagai pelatih Inggris.
“Saya tetap percaya kepada Tuchel dan kemampuannya sebagai manajer,” katanya.
Selain membahas Maguire, Rooney juga menyoroti keputusan Tuchel yang lebih memilih Morgan Rogers dan Jude Bellingham dibanding Phil Foden serta Cole Palmer.
Rooney menyebut Bellingham sebagai pemain maverick yang memiliki karakter berbeda dibanding pemain lain di skuad Inggris.
Berita Terkait
-
Tuchel Tegas: Pemain Egois Tak Pantas Bela Inggris di Piala Dunia, Sindir Siapa?
-
Timnas Iran Tinggalkan AS Jelang Piala Dunia 2026, Faktor Keamanan Jadi Sorotan
-
Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Pesta Bola 48 Negara Dimulai dari Meksiko hingga Final di New York!
-
Denzel Dumfries Tegaskan Belanda Bidik Gelar Juara Piala Dunia 2026
-
Timnas Iran Pindah Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko demi Hindari Masalah Visa AS
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Rupiah Lesu di Hari Kejepit, Ditutup ke Level Rp17.721
-
Viral Rasa Sayange Versi Satire, Lirik: Pemerintah NPD, Kebakaran Cuekin Aja Asal Fotonya Mengudara
-
48 Jam di Bangkok, dari Hunting Brand Lokal hingga Menyusuri Chao Phraya
-
Baru Selesai Overhaul, Sukhoi Su-30 MK2 TNI AU Keluar Landasan Saat Uji Terbang
-
Ulasan Buku Atomic Habits: Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Mengubah Hidupmu
-
5 Rekomendasi HP itel Murah RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Hujan Buatan Tak Selalu Berhasil, Pramono Minta Warga dan Industri Kurangi Pembakaran
-
Iran Akan 'Palak' dan Sita Kapal Lewat Selat Hormuz yang Bandel
-
Makin Canggih tapi Jangan Terlalu Percaya, 92 Ribu Serangan Menyamar sebagai Layanan AI
-
Sidang Febrie Adriansyah: Ahli UGM Sebut Trading in Influence Belum Bisa Jadi Pasal Dakwaan