News / Internasional
Senin, 24 Agustus 2026 | 16:11 WIB
Selat Hormuz (CNN)
Baca 10 detik
  • Iran memberlakukan sanksi denda hingga penyitaan bagi kapal pelanggar transit Selat Hormuz.

  • Kapal yang membantu armada terlarang dalam pemindahan kargo otomatis ikut masuk daftar sanksi.

  • Sengketa jalur pelayaran ini membuat perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat terhenti.

Suara.com - Iran resmi memperketat pengawasan lalu lintas maritim di Selat Hormuz dengan menerapkan sanksi penahanan hingga penyitaan bagi kapal yang melanggar aturan transit. Sanksi tegas ini juga menyasar armada logistik yang nekat bekerja sama dengan kapal-kapal yang sudah masuk daftar pelanggar.

Langkah sepihak ini memicu ancaman baru bagi kelancaran pasokan energi global yang melintasi kawasan Teluk. Perusahaan pemilik kargo kini wajib memeriksa rekam jejak kapal secara mandiri sebelum meneken kontrak sewa.

Pengetatan operasional ini sekaligus menjadi pembuktian bahwa Teheran tidak segan mengunci jalur logistik vital demi menegaskan kedaulatan maritimnya. Langkah tersebut memperluas cakupan sanksi hingga ke aktivitas perairan lepas.

ilustrasi Selat Hormuz (Google Gemini)

"Kapal yang tidak mematuhi aturan transit yang ditetapkan Teheran di Selat Hormuz dapat dikenai denda, ditahan, atau disita saat melakukan pelayaran berikutnya," bunyi pernyataan resmi Otoritas Selat Teluk Persia Iran melalui platform X, dikutip dari Anadolu, Senin (24/8/2026).

Pemerintah Iran meminta seluruh pengusaha kargo yang beroperasi di kawasan Teluk untuk bertindak lebih teliti. Mereka diimbau memantau daftar hitam kapal pelanggar agar terhindar dari sanksi turunan.

Sanksi ini berlaku otomatis bagi setiap armada yang terbukti memfasilitasi pemindahan muatan antar-kapal. Praktik transshipment dan aktivitas bongkar muat serupa di tengah laut kini masuk dalam radar penindakan tegas.

Otoritas maritim Iran menetapkan mekanisme khusus bagi pemilik armada yang ingin memulihkan status hukumnya. Pengelola kapal wajib menyerahkan berkas permohonan resmi yang memuat alasan kuat agar nama mereka dihapus dari daftar hitam.

Eskalasi di jalur laut ini terjadi hanya beberapa bulan setelah peta diplomatik kedua negara sempat melunak. Iran dan Amerika Serikat sebenarnya telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu melalui jalur mediasi Pakistan dan Qatar.

Kesepakatan tersebut berhasil meredakan bentrok fisik yang sempat memanas sejak Februari. Kedua pihak bahkan berjanji untuk melanjutkan negosiasi ke tingkat yang lebih permanen.

Baca Juga: Iran Hadapi Perang Ekonomi Total Akibat Ancaman Sanksi Baru Donald Trump

Namun, komunikasi diplomatik tersebut kini membentur dinding tebal akibat perbedaan pandangan dalam eksekusi perjanjian di lapangan. Perselisihan teknis seputar hak navigasi di Selat Hormuz menjadi pemicu utama mandeknya proses perdamaian, padahal jalur ini menopang distribusi minyak dan gas dunia.

Load More