Bola / Bola Dunia
Senin, 25 Mei 2026 | 07:34 WIB
Maarten Paes (IG Ajax)
Baca 10 detik
  • Maarten Paes meloloskan Ajax ke kualifikasi Liga Konferensi Eropa setelah menepis dua penalti Utrecht.

  • Penjaga gawang utama Timnas Indonesia tersebut sukses menerapkan strategi intimidasi psikologis kepada para eksekutor.

  • Ajax harus melewati babak kualifikasi kedua pada akhir Juli 2026 untuk mengamankan tempat.

Suara.com - Maarten Paes tampil sebagai juru selamat Ajax setelah mementahkan dua eksekutor penalti FC Utrecht dalam laga final play-off Eredivisie di Kras Stadium, Minggu (24/5/2026). Aksi heroik penjaga gawang Timnas Indonesia ini memastikan De Godenzonen merebut tiket kualifikasi Liga Konferensi Eropa musim 2026/2027.

Kemenangan dramatis dengan skor 1(4)-1(3) tersebut meloloskan Ajax ke babak kedua fase kualifikasi. Keberhasilan ini sekaligus menegaskan kematangan mental Paes dalam menghadapi tekanan tinggi di kompetisi elite Belanda.

Keberhasilan Paes menggagalkan sepakan Sebastian Haller dan Souffian El Karouani bukan sekadar faktor keberuntungan. Kiper berusia 28 tahun tersebut menerapkan strategi perang urat syaraf yang terukur sebelum para algojo lawan melepaskan tembakan.

Maarten Paes tampil gemilang saat Ajax menang 2-0 atas NAC Breda. Usai laga, pelatih NAC Breda Carl Hoefkens dilarikan ke rumah sakit. [Dok. IG Maarten Paes]

Paes secara sengaja melakukan intimidasi psikologis melalui bahasa tubuh dan ucapan langsung untuk merusak fokus pemain Utrecht. Taktik tersebut terbukti ampuh membuat para penendang kehilangan ketenangan di titik putih.

"Sore yang luar biasa. Adu penalti selalu menyenangkan jika Anda bisa menyelesaikannya dengan kemenangan dan untungnya saya berhasil menyelamatkan dua tendangan," ucap Paes saat diwawancara Voetbal Primeur.

Kematangan Paes dalam membaca arah bola juga didukung oleh catatan evaluasi yang mendalam terhadap rekam jejak lawannya. Ia memanfaatkan pengalaman masa lalu saat masih bermain bersama untuk memprediksi arah bidikan penembak jitu Utrecht.

Maarten Paes (kiri) saat melakoni laga debut bersama Ajax Amsterdam (dok. ajax.nl)

"Haller pengambil penalti yang bagus. Saya mencoba mengatakan beberapa hal kepadanya."

Meski Haller dikenal sebagai eksekutor yang mematikan, Paes mengantongi catatan kelemahan striker tersebut dari beberapa pertandingan terdahulu. Pengetahuan historis ini menjadi modal berharga bagi sang penjaga gawang untuk memenangkan duel mental.

Analisis mendalam juga diterapkan Paes saat berhadapan dengan Souffian El Karouani, penembak penalti kedua yang berhasil ia jinakkan. "Sementara untuk El Karouani sering mengambil tendangan bebasnya dengan kaki tumpuannya, dan kami memperkirakan dia akan melakukannya lagi kali ini," ungkapnya.

Baca Juga: Eks Gelandang FC Utrecht Wanti-wanti Persib Soal Laga Pamungkas Menuju Juara, Ada Apa?

Sebelum drama adu penalti terjadi, kedua tim memperagakan permainan yang sangat hati-hati dan monoton sepanjang babak pertama. Ketakutan akan kebobolan membuat aliran bola lebih banyak tertahan di lini tengah tanpa peluang bersih.

Ajax baru meningkatkan intensitas serangan setelah turun minum melalui skema ofensif yang dipimpin Aaron Bouwman dan Mokio. Sayangnya, ketangguhan kiper Utrecht, Vasilios Barkas, serta tiang gawang sempat membuat peluang emas tersebut mentah.

Kebuntuan akhirnya pecah di babak perpanjangan waktu saat Davy Klaassen menyambar bola muntah di area penalti dengan sepakan kaki kirinya. Namun, Utrecht merespons cepat melalui gol penyeimbang Zechiel yang memanfaatkan postur Mike van der Hoorn di lini depan.

Pertandingan penentu ini merupakan gerbang awal bagi Ajax untuk menyelamatkan musim mereka agar tetap bisa berkompetisi di level kontinental. Perjalanan mereka masih panjang karena harus melewati babak kualifikasi kedua yang dijadwalkan pada 23 hingga 30 Juli 2026.

Fase kualifikasi ini akan diikuti oleh 167 tim dari 54 asosiasi sepak bola di bawah naungan UEFA. Mereka semua akan bertarung ketat demi memperebutkan tiket menuju putaran final yang menggunakan format baru berisi 36 klub.

Jika Ajax sukses melangkah ke putaran final, sejarah baru akan tercipta bagi sepak bola Indonesia di Eropa. Musim depan berpotensi memanggungkan dua penggawa Garuda sekaligus di turnamen antarklub Eropa, menyusul Calvin Verdonk yang sudah lebih dulu lolos ke Liga Champions bersama Lille.

Load More