Bola / Bola Dunia
Kamis, 28 Mei 2026 | 13:26 WIB
Inggris kembali gagal menduduki podium tertinggi Euro, padahal punya liga terbaik. (X/@SiaranBolaLive)
Baca 10 detik
  • Ronald Koeman memprediksi Inggris akan mengandalkan strategi bola mati mirip Arsenal di Piala Dunia.

  • Cuaca ekstrem di Amerika Utara menjadi alasan Thomas Tuchel memilih taktik yang menghemat energi.

  • Thomas Tuchel mengonfirmasi kesiapan skuadnya melalui pemanggilan pemain spesialis bola mati dan penalti.

Di kubu seberang, Belanda juga mempersiapkan kekuatan penuh dengan membawa sejumlah pilar berpengalaman. Koeman memasukkan nama Jurrien Timber yang juga memahami betul seluk-beluk taktik bola mati Arsenal.

Selain Timber, lini serang De Oranje akan bertumpu pada ketajaman Memphis Depay dan Wout Weghorst. Kehadiran penyerang sayap Donyell Malen yang bersinar di Roma turut menambah opsi daya dobrak.

Koeman mengaku telah mengevaluasi pendekatan kepelatihannya dari turnamen-turnamen besar sebelumnya. Ia tidak ingin mengulangi kesalahan dalam menentukan komposisi pemain utama di atas lapangan.

"Saya telah berubah," aku Koeman jujur saat merefleksikan perjalanan karier taktisnya.

"Melihat kembali Euro 2004, saya telah mempertimbangkan setelahnya apakah saya melakukan hal-hal dengan cara yang benar—menjadikan [Depay] sebagai starter. Jadi jika saya pikir itu seperti itu lagi, saya mungkin melakukannya secara berbeda," jelasnya.

Pemanggilan penyerang muda seperti Brian Brobbey dan Crysencio Summerville menjadi bukti regenerasi di skuad Belanda. Keduanya mendapatkan tempat setelah tampil memukau di level kompetisi tertinggi.

Hubungan antara Ronald Koeman dan publik sepak bola Inggris memang selalu diwarnai oleh tensi sejarah yang tinggi. Koeman pernah menjadi sosok antagonis utama yang menjegal langkah Inggris menuju Piala Dunia 1994.

Gol tendangan bebas Koeman kala itu memastikan Belanda menang dua kosong dan menyingkirkan Tiga Singa dari kualifikasi. Momen kontroversial tersebut terjadi setelah ia lolos dari kartu merah akibat melanggar David Platt.

Kini, psywar taktis yang dilemparkan Koeman kembali memanaskan atmosfer menjelang turnamen akbar di Amerika Utara. Analisis tajamnya menjadi alarm awal bagi kesiapan mental anak asuh Thomas Tuchel.

Baca Juga: Pelatih Maroko Ungkap Alasan Tak Sertakan Sofiane Boufal di Piala Dunia 2026

Piala Dunia mendatang akan menjadi pembuktian apakah pragmatisme bola mati mampu mengakhiri dahaga gelar Inggris. Taktik efisiensi energi ini dipastikan memicu perdebatan sengit di kalangan pengamat sepak bola dunia.

Load More