- Suara.com merangkum delapan pertandingan Piala Dunia bersejarah yang menampilkan aksi kebangkitan dramatis dari ketertinggalan skor menjadi kemenangan.
- Pertandingan legendaris tersebut melibatkan berbagai tim besar sejak tahun 1954 hingga edisi 2022 di berbagai negara tuan rumah.
- Aksi heroik para pemain bintang menjadi kunci keberhasilan tim membalikkan keadaan dalam momen-momen krusial sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
5. Belgia vs Jepang (Babak 16 Besar 2018)
Jepang hampir menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia 2018 ketika unggul 2-0 atas Belgia. Dengan sisa waktu sekitar 20 menit, banyak pendukung Jepang mulai percaya mimpi mereka akan menjadi kenyataan.
Namun Belgia menunjukkan mental luar biasa. Mereka mencetak dua gol cepat untuk menyamakan kedudukan sebelum akhirnya mencetak gol kemenangan lewat serangan balik dramatis di detik-detik terakhir pertandingan. Belgia menang 3-2 dalam salah satu comeback paling menegangkan di era modern Piala Dunia.
6. Prancis vs Argentina (Final 2022)
Final Piala Dunia 2022 disebut banyak orang sebagai final terbaik sepanjang sejarah. Argentina unggul 2-0 dan tampak nyaman mengendalikan pertandingan. Namun dalam waktu singkat, Kylian Mbappé mencetak dua gol cepat dan memaksa laga berlanjut ke extra time.
Argentina kembali unggul lewat Lionel Messi, tetapi Mbappé sekali lagi menyamakan skor menjadi 3-3 melalui penalti. Drama akhirnya ditentukan lewat adu penalti, dan Argentina keluar sebagai juara dunia.
7. Austria vs Swiss (Perempat Final 1954)
Laga ini dikenal sebagai salah satu pertandingan tergila sepanjang sejarah Piala Dunia. Swiss sempat unggul 3-0 hanya dalam waktu kurang dari 20 menit dan terlihat akan menang mudah.
Tetapi Austria bangkit luar biasa. Mereka mencetak lima gol dalam waktu singkat dan akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor 7-5. Hingga kini, laga tersebut masih menjadi salah satu pertandingan dengan jumlah gol terbanyak di Piala Dunia.
Baca Juga: Weverton: Timnas Brasil Jangan Sombong dan Turunkan Ego Kalau Mau Juara Piala Dunia 2026
8. Jerman vs Swedia (Piala Dunia 2018)
Di fase grup Piala Dunia 2018, Jerman berada di ujung tanduk setelah tertinggal 0-1 dari Swedia. Kekalahan akan membuat juara bertahan itu hampir pasti tersingkir lebih cepat.
Jerman berhasil menyamakan skor lewat Marco Reus, tetapi drama belum selesai. Saat pertandingan memasuki injury time dan Jerman bermain dengan 10 orang, Toni Kroos mencetak gol tendangan bebas spektakuler yang membuat Jerman menang 2-1. Gol tersebut menjadi salah satu momen comeback paling emosional dalam sejarah modern Piala Dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Tips Pindahan Kos Praktis dan Hemat Beban untuk Mahasiswa Baru
-
3 Shio yang Diprediksi Beruntung di September 2026, Ada Peluang Besar Menanti
-
Ulasan May I Help You?: Merayakan Kehidupan Lewat Kisah-kisah Kehilangan
-
Bantuan Bencana Mengalir ke NTT dan Kalimantan, BAZNAS Pastikan Tepat Sasaran
-
Erick Thohir Bicara Target Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Emas?
-
Profil dan Pekerjaan Jhon LBF, Siap Bantu Ruben Onsu Bayar Kerugian Rp3,5 M
-
Sempat Jadi DPO, Pencuri Rumah Kosong yang Bawa Kabur Emas 30 Gram Diciduk di Tangerang
-
Ayah dan Anak Tewas Akibat Ledakan Gas di Cikarang
-
Tak Ingin Jamur Terbuang, Ibu Astuti Sukses Kembangkan Usaha hingga Pimpin Bank Sampah
-
Ulasan Gadis Minimarket: Ketika Menjadi Berbeda Bukan Berarti Salah