- Suara.com merangkum delapan pertandingan Piala Dunia bersejarah yang menampilkan aksi kebangkitan dramatis dari ketertinggalan skor menjadi kemenangan.
- Pertandingan legendaris tersebut melibatkan berbagai tim besar sejak tahun 1954 hingga edisi 2022 di berbagai negara tuan rumah.
- Aksi heroik para pemain bintang menjadi kunci keberhasilan tim membalikkan keadaan dalam momen-momen krusial sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
Suara.com - Piala Dunia selalu menghadirkan drama yang sulit dipercaya.
Dalam hitungan menit, tim yang tampak sudah kalah bisa bangkit dan membalikkan keadaan.
Dari gol-gol telat, aksi heroik pemain bintang, hingga keajaiban yang mengubah sejarah sepak bola dunia, inilah delapan comeback paling gila yang pernah terjadi di ajang Piala Dunia versi Suara.com yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Jerman Barat vs Hungaria (Final 1954) — “Miracle of Bern”
Di final Piala Dunia 1954, Hungaria datang sebagai tim paling menakutkan di dunia. Mereka bahkan pernah menghancurkan Jerman Barat 8-3 di fase grup. Namun di partai final, segalanya berubah drastis.
Hungaria sempat unggul 2-0 hanya dalam delapan menit pertama. Banyak orang mengira laga sudah selesai. Tetapi Jerman Barat perlahan bangkit dan mencetak tiga gol balasan untuk menang 3-2. Pertandingan ini kemudian dikenal sebagai “Miracle of Bern”, salah satu comeback paling legendaris dalam sejarah sepak bola dunia.
2. Portugal vs Korea Utara (Perempat Final 1966)
Korea Utara membuat dunia terkejut saat unggul 3-0 atas Portugal hanya dalam waktu 25 menit. Stadion Goodison Park dibuat terpana melihat tim underdog itu nyaris menciptakan sensasi terbesar sepanjang masa.
Namun Portugal memiliki sosok luar biasa bernama Eusébio. Sang legenda mencetak empat gol dan memimpin Portugal melakukan comeback luar biasa hingga menang 5-3. Hingga kini, laga tersebut masih tercatat sebagai salah satu comeback terbesar di sejarah Piala Dunia.
Baca Juga: Weverton: Timnas Brasil Jangan Sombong dan Turunkan Ego Kalau Mau Juara Piala Dunia 2026
3. Italia vs Jerman Barat (Semifinal 1970)
Pertandingan ini sering disebut sebagai “Game of the Century”. Italia sebenarnya sudah unggul hingga menit-menit akhir sebelum Jerman Barat menyamakan skor di injury time lewat gol Karl-Heinz Schnellinger.
Drama sesungguhnya terjadi di babak tambahan. Kedua tim saling membalas gol tanpa henti. Jerman sempat membalikkan keadaan, tetapi Italia kembali bangkit dan akhirnya menang 4-3. Laga penuh comeback dan perubahan momentum ini menjadi salah satu pertandingan paling ikonik sepanjang sejarah Piala Dunia.
4. Argentina vs Inggris (Perempat Final 1986)
Inggris sempat memberi tekanan besar kepada Argentina setelah gol spektakuler Gary Lineker memperkecil ketertinggalan. Namun Argentina berhasil bertahan dan bangkit lewat performa magis Diego Maradona.
Di laga inilah lahir dua momen paling terkenal dalam sejarah sepak bola: gol “Tangan Tuhan” dan solo run legendaris Maradona dari tengah lapangan. Argentina menang 2-1 dan melanjutkan perjalanan menuju gelar juara dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
5 Alasan Prancis vs Spanyol Berpotensi Banjir Gol di Semifinal Piala Dunia 2026
-
Belum Genap Sepekan, Igor Tolic Sudah Keluhkan Lapangan Latihan Persib
-
Timnas Indonesia Tanpa Pesawat Carter di Piala AFF 2026, Sumardji Jamin Fasilitas Tetap Maksimal
-
Prancis vs Spanyol: Superkomputer Opta Jagokan Les Bleus ke Final Piala Dunia 2026
-
Persija Resmi Datangkan Kyohei Yoshino, Gelandang Berpengalaman Jepang Eks Cerezo Osaka
-
Radovan Pankov Beberkan Alasan Gabung Persija: Tantangan Baru demi Gelar Juara
-
Gabung Persija, Aqil Savik Akui Sempat Minta Restu Istri dan Keluarga di Bandung
-
Prediksi Superkomputer Opta: Inggris Bungkam Argentina dalam 90 Menit
-
Resmi Jadi WNI, Striker Didikan Amerika Mitchell Baker Tak Sabar Bela Timnas Indonesia
-
Prancis vs Spanyol: Lini Serang Tersubur Kontra Pertahanan Terbaik di Piala Dunia 2026