Bola / Bola Dunia
Kamis, 28 Mei 2026 | 18:45 WIB
Final Liga Champions musim ini menghadirkan duel yang disebut banyak pengamat sebagai pertarungan dua kekuatan berbeda. [Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Arsenal akan menghadapi Paris Saint-Germain dalam final Liga Champions dengan mengandalkan pertahanan solid dan disiplin organisasi permainan.
  • Paris Saint-Germain tampil sebagai tim sangat produktif yang dipimpin Ousmane Dembele untuk menekan lini pertahanan Arsenal di final.
  • Kedua tim menghadapi tantangan kebugaran pemain bertahan kunci yang dapat memengaruhi strategi serta keseimbangan permainan di lapangan.

Jelang laga final, kedua tim sama-sama dipusingkan kondisi bek kanan mereka. PSG masih menunggu perkembangan cedera hamstring Achraf Hakimi yang didapat saat semifinal melawan Bayern Munchen.

Meski Ousmane Dembele diperkirakan siap tampil, kondisi Hakimi masih belum sepenuhnya aman.

Jika dipaksakan bermain, bek asal Maroko itu dikhawatirkan belum mencapai kondisi terbaiknya.

Arsenal bisa pastikan gelar juara Liga Inggris pada 19 Mei mendatang dengan dua syarat yang harus terpenuhi. (Instagram/@arsenal)

Arsenal menghadapi masalah serupa. Ben White dipastikan absen, sementara Jurrien Timber berpacu dengan waktu untuk pulih demi tampil di final.

Arteta sempat mencoba Cristhian Mosquera dan Martín Zubimendi sebagai bek kanan darurat.

Namun menghadapi ancaman Kvaratskhelia, Arsenal diyakini membutuhkan kemampuan duel satu lawan satu milik Timber.

Absennya Hakimi juga bisa memengaruhi agresivitas PSG dari sisi kanan.

Pada semifinal melawan Bayern, Warren Zaïre-Emery memang tampil solid sebagai pengganti, tetapi tidak memberikan ancaman ofensif seintens Hakimi.

Final ini diprediksi berlangsung ketat.

Baca Juga: Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah

Arsenal membawa pertahanan kokoh, sementara PSG datang dengan salah satu lini serang paling menakutkan di Eropa musim ini.

Load More