- Arsenal mengadakan parade juara Liga Inggris di London Utara pada Minggu, 31 Mei 2026 secara meriah.
- Pawai tersebut mencatat rekor sejarah dengan kehadiran sekitar 1,5 juta pengunjung di lokasi perayaan berlangsung.
- Jumlah peserta parade Arsenal melampaui rekor jumlah pendukung pada perayaan juara Manchester United dan Liverpool sebelumnya.
Suara.com - Arsenal menggelar perayaan atau parade juara Liga Inggris musim ini yang berlangsung di London Utara, Minggu (31/5/2026) waktu setempat.
Parade juara itu disebut-sebut memecahkan rekor yang pernah terjadi dalam agenda serupa di "Tanah Ratu"
Menurut Kepolisian Metropolitan London, tak kurang dari 1,5 juta pengunjung memadati parade Declan Rice dan kawan-kawan.
"Kepolisian Metropolitan mengkonfirmasi bahwa pawai Arsenal adalah pawai terbesar yang pernah diadakan di negara ini. Diperkirakan lebih dari 1,5 juta orang," cuit @TouchlineX dilansir Senin (1/6/2026).
Jika dibandingkan ketika Manchester United meraih treble pada 1999, jumlah penonton yang hadir dalam parade cukup jomplang yakni disambut oleh 500 ribu orang.
Posisi kedua dalam daftar ditempati oleh Liverpool. Parade juara pada tahun 2025 menarik sekitar 750.000 pendukung.
Arsenal menggelar parade juara Liga Inggris musim 2025/2026, Minggu (31/5/2026) waktu setempat.
Seluruh pemain, official, staf hingga manajemen larut dalam parade dengan memerahkan sepanjang jalanan London.
Para pemain Arsenal menggunakan kostum Arsenal dengan nama panggung bertuliskan Champions.
Baca Juga: Arsenal 1 Tendangan 24 Persen Penguasaan Bola, Sir Alex Ferguson: Tim yang Membosankan
Nomor punggung bertuliskan 26, tanda bahwa mereka juara Liga Inggris di musim 2025/2026.
Seperti diketahui, penantian panjang selama 22 tahun akhirnya berakhir setelah Arsenal resmi menobatkan diri sebagai kampiun Liga Inggris atau Premier League 2025/2026.
Keberhasilan ini bukan sekadar keberuntungan di pekan-pekan terakhir, melainkan hasil dari konstruksi taktik pertahanan paling kokoh yang pernah disaksikan dalam sejarah sepak bola modern.
Mikel Arteta berhasil menciptakan mesin pemenang yang tidak mengandalkan estetika permainan menyerang, melainkan disiplin pertahanan baja dan dominasi mematikan dalam situasi bola mati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Head To Head Timnas Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026, Garuda Muda Sering Membantai
-
Inter Milan Cari Bek Baru, Harry Maguire Masuk Kandidat Bersaing dengan Rekan Jay Idzes
-
Prediksi Timnas Indonesia vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026: Wajib Menang di Laga Perdana
-
Steven Gerrard Sebut Sosok Ini Sangat Cocok Gantikan Arne Slot di Liverpool
-
Parade Juara Liga Inggris, Ini Sindiran Pedas Noni Madueke untuk Chelsea
-
Jalan Menuju Timnas U-16, Putri Surakarta Dampingi Scorpion FC ke HSL Nasional!
-
Raih MVP Liga Champions, Khvicha Kvaratskhelia Kandidat Kuat Ballon d'Or 2026
-
Luis Suarez Tercoret, Ini Daftar Pemain Timnas Uruguay di Piala Dunia 2026
-
Parade Juara Arsenal Berujung Rusuh: 16 Ditangkap dan Satu Orang Ditikam
-
Arsenal 1 Tendangan 24 Persen Penguasaan Bola, Sir Alex Ferguson: Tim yang Membosankan