Suara.com - Kehadiran Hwang In-Beom dalam skuad final Korea Selatan menjadi jawaban atas kecemasan lini tengah menjelang Piala Dunia 2026. Gelandang Feyenoord ini pulih tepat waktu untuk menjadi motor serangan sekaligus penyeimbang taktik baru timnya.
Langkah Korea Selatan di turnamen akbar ini diprediksi akan jauh lebih solid berkat kembalinya sang metronom. Keberadaannya memberikan opsi kreatif yang sempat dikhawatirkan hilang akibat badai cedera pemain kunci.
Dikutipdari ESPN, kembalinya pemain berusia 29 tahun ini meredakan eksperimen darurat yang sempat disiapkan tim pelatih. Kini, kestabilan transisi permainan dari bertahan ke menyerang kembali berada di tangan yang tepat.
Meskipun perhatian publik kerap tertuju pada Son Heung-Min, signifikansi peran Hwang In-Beom tidak bisa diremehkan. Dia adalah sosok penghubung yang membuat alur bola tim berjuluk Taeguk Warriors mengalir mulus.
Rekam jejaknya di beberapa klub Eropa membuktikan kapasitasnya sebagai gelandang tengah papan atas. Karakternya yang tenang di luar lapangan tercermin lewat gaya mainnya yang efektif dan tanpa kompromi.
Pelatih Hong Myung-Bo tampaknya mulai menggeser pakem formasi lama dari 4-3-3 menjadi skema lima bek. Perubahan ini otomatis menambah beban defensif bagi duet gelandang tengah yang tersisa.
Dalam sistem baru ini, Hwang In-Beom dituntut bekerja ekstra untuk memutus serangan lawan. Kendati demikian, visi bermainnya dalam mendistribusikan bola tetap menjadi senjata utama saat memegang kendali permainan.
Keahlian utamanya terletak pada kemampuannya melepaskan umpan kunci sebelum assist akhir tercipta. Pergerakan tak terlihat inilah yang kerap membuka ruang bagi lini depan untuk mencetak gol.
Saat pemain bintang seperti Son Heung-Min melakukan akselerasi, bola pertama hampir selalu berawal dari kakinya. Dia memegang kendali penuh dalam mendikte ritme permainan dari area dalam.
Baca Juga: Ancaman Teror Piala Dunia 2026, ISIS Ancam Serang Stadion dan Paus Leo XIV
Kehadirannya di atas lapangan membuat pemain ofensif lainnya bisa fokus menyerang tanpa khawatir lini belakang terbuka. Tugas kotor dan pembacaan permainan yang jeli menjadi atribut terbaik yang dia miliki.
Sebelumnya, lini tengah Korea Selatan berada dalam kondisi kritis setelah ditinggal beberapa pilar utamanya. Gelandang bertahan utama, Park Yong-Woo, sudah lebih dulu dicoret dari daftar karena cedera parah.
Situasi sempat memburuk ketika Paik Seung-Ho juga diragukan tampil akibat masalah kebugaran, meski akhirnya lolos seleksi. Kondisi tersebut sempat menyisakan Lee Jae-Sung sebagai satu-satunya gelandang utama yang fit.
Cedera pergelangan kaki Hwang In-Beom pada Maret lalu bersama Feyenoord sempat memicu kepasrahan publik. Namun, proses pemulihan yang cepat memastikan dirinya siap memimpin lini tengah di Amerika Utara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Alasan Mees Hilgers Ikut TC Timnas Indonesia Meski Tak Dipanggil John Herdman
-
Egy Maulana Vikri Terpikat Gaya Melatih Bersemangat dari John Herdman
-
Alphonso Davies Kembali ke Timnas Kanada Meski Cedera Hamstring Belum Pulih Total
-
Kylian Mbappe dan Ronaldo Kalah Tajam! Inilah Striker Paling Haus Gol di Satu Edisi Piala Dunia
-
Liverpool Berburu Andoni Iraola Sebagai Suksesor Arne Slot Sebelum Piala Dunia 2026 Dimulai
-
John Herdman Hobi Orbitkan Nama Muda, Timnas Indonesia Kini Diperkuat 9 Pemain di Bawah 23 Tahun
-
Persija Kembali Jadi Tulang Punggung Timnas Indonesia, Prapanca Bangga
-
Daftar Gol Tercepat Sepanjang Sejarah Piala Dunia, Rekor 11 Detik Hakan Sukur Belum Tersentuh
-
Bawa Pemain Keturunan Medan, John Herdman Berpeluang Ukir Sejarah di FIFA Matchday Juni
-
Piala Dunia 2026 Terpanas Sepanjang Sejarah, Tuchel Andalkan WAGs untuk Bikin Adem Pemain