- Timnas Australia dikabarkan berpeluang absen pada turnamen FIFA ASEAN Cup 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober.
- Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Divisi 1 yang diikuti delapan negara, termasuk tim undangan kuat seperti China dan India.
- Kompetisi inovatif ini menggunakan format dua divisi tanpa babak semifinal dengan total hadiah juara mencapai 1 juta dolar AS.
Suara.com - Raksasa sepak bola Asia, Timnas Australia, dilaporkan berpeluang besar tidak akan ikut berpartisipasi dalam gelaran perdana turnamen baru bertajuk FIFA ASEAN Cup 2026.
Rumor mengenai potensi absennya skuad The Socceroos tersebut diembuskan oleh salah satu media olahraga terkemuka Australia, Australia Fut.
Berbeda dengan kompetisi regional terdahulu seperti Piala AFF yang kerap bergulir di luar agenda resmi, ajang FIFA ASEAN Cup 2026 ini dipastikan akan diselenggarakan tepat pada periode kalender resmi FIFA Matchday.
Penjadwalan taktis ini direncanakan berlangsung mulai tanggal 21 September hingga 6 Oktober 2026 mendatang.
Format yang diusung pun terbilang sangat inovatif karena melibatkan total 14 negara yang dibagi ke dalam sistem dua divisi kompetisi.
Pada edisi perdana kompetisi prestisius ini, Timnas Indonesia dikabarkan telah dipercaya oleh FIFA untuk mengemban tanggung jawab sebagai tuan rumah bagi Divisi 1.
Kehadiran ajang baru ini diyakini bakal mengubah dinamika persaingan sepak bola di Asia Tenggara secara radikal, mengingat adanya keikutsertaan beberapa negara undangan kuat dari luar kawasan ASEAN.
FIFA sendiri akan mengelompokkan para peserta berdasarkan peringkat dunia terbaru serta tingkat kekuatan tim masing-masing guna menjamin kompetisi berjalan dengan sangat sengit.
Divisi 1 rencananya akan dihuni oleh delapan tim terbaik yang dibagi ke dalam dua grup berbeda.
Baca Juga: Bukan Hadiah, Ini Misi PSSI Agar Timnas Indonesia Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia diproyeksikan akan bersaing ketat dengan jajaran tim kuat sekelas Thailand, Vietnam, Australia, Malaysia, Filipina, dan Singapura, serta dua tim undangan bergengsi, yakni China dan India.
Sementara itu, Divisi 2 akan diisi oleh enam negara, meliputi Myanmar, Kamboja, Laos, Brunei Darussalam, Timor Leste, dan Hong Kong yang juga bertindak sebagai tuan rumah untuk divisi tersebut.
Menariknya, sistem promosi dan degradasi dikabarkan belum akan diberlakukan pada perhelatan perdana ini.
Format pertandingan FIFA ASEAN Cup 2026 juga akan memangkas fase gugur konvensional.
Turnamen ini tidak akan menyajikan babak semifinal, melainkan juara dari masing-masing grup akan langsung bentrok di laga final untuk memperebutkan takhta juara.
Dengan sistem ini, setiap negara diperkirakan hanya akan melakoni dua hingga empat pertandingan saja.
Berita Terkait
-
Kata-kata Mutiara Mees Hilgers Balik ke Tanah Air Meski Tak Dipanggil Timnas Indonesia
-
Dimas Wicaksono atau Dimas Adi? Kesalahan yang Bisa Berakibat Fatal buat Timnas U-19
-
Nyinyiran Media Tetangga: Timnas Indonesia U-19 Sedang Mengejar Ketertinggalan
-
FIFA Kirim Surat Khusus untuk Persib Bandung, Apa Isinya?
-
Popularitas Timnas Indonesia Menurun, John Herdman Diminta Benahi 'Kekacauan' Pasca Kluivert
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi
-
Euforia Piala Dunia 2026 Tak Cukup Selamatkan Ekonomi Meksiko: Stadion Penuh, Pemasukan Lesu
-
KPK Tolak Laporan Menhut Raja Juli Kembalikan Amplop Bupati Kuansing
-
Jejak Brutal MYF: Pembacok Samurai di Lumajang yang Ternyata Predator Pemerkosa Driver Ojol
-
Detik-detik Kakek Saniman Terhantam CBR Saat Putar Balik di Watudakon Jombang
-
Jika Argentina Juara, Benarkah Dinasti Baru Sepak Bola Dunia Resmi Dimulai?
-
Deschamps Akui Prancis dan Inggris Sama-sama Ogah Main, tapi Tetap Serius Bidik Tempat Ketiga
-
Pulau Panggang Krisis BBM, Nelayan Terancam Tak Bisa Melaut
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F