-
Gelandang Dewa United Egy Maulana Vikri menyambut positif persaingan ketat di Timnas Indonesia.
-
Kehadiran pelatih John Herdman membuat seleksi pemain Skuad Garuda menjadi semakin kompetitif.
-
Egy berharap atmosfer kompetisi sehat ini mampu membawa Indonesia lolos ke Piala Dunia.
Suara.com - Persaingan memperebutkan tempat di Timnas Indonesia semakin sengit sejak kedatangan pelatih anyar, John Herdman. Namun, kondisi tersebut justru disambut positif oleh gelandang Dewa United Banten FC, Egy Maulana Vikri.
Menurut Egy, banyaknya pemain berkualitas yang bersaing untuk mendapatkan tempat di skuad Garuda merupakan hal yang menguntungkan bagi Timnas Indonesia.
Ia meyakini kompetisi yang sehat akan membuat setiap pemain terpacu untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
"Ya tidak masalah. Semakin ketat ya semakin bagus untuk Indonesia. Karena eh... siapa pun itu, siapa pun pemainnya, mau bagaimana pun pemainnya, mau dari mana pun pemainnya, seketat itu ya sangat bagus," kata Egy saat ditemui awak media.
Pemain berusia 25 tahun tersebut bukan sosok baru di Timnas Indonesia. Sejak melakoni debut pada Januari 2018 di era Luis Milla, Egy telah mengoleksi 29 penampilan dengan sumbangan delapan gol dan tiga assist.
Sepanjang karier internasionalnya, Egy menjadi salah satu pemain yang beberapa kali keluar-masuk skuad Garuda.
Ia pernah memperkuat Timnas Indonesia di bawah arahan Luis Milla, Shin Tae-yong, hingga Patrick Kluivert.
Meski memiliki pengalaman panjang bersama Timnas Indonesia, Egy belum mendapat kesempatan masuk skuad pilihan John Herdman.
Namanya tidak tercantum dalam daftar pemain saat Indonesia menghadapi Saint Kitts dan Nevis serta Bulgaria pada FIFA Series 2026 bulan Maret. Ia juga tidak masuk dalam skuad untuk FIFA Matchday Juni melawan Oman dan Mozambik.
Kesempatan pertama Herdman melihat langsung kualitas Egy terjadi saat pemusatan latihan di Jakarta pekan lalu. TC tersebut digelar sebagai bagian dari persiapan menuju Piala ASEAN 2026 yang akan berlangsung pada akhir Juli mendatang.
Bagi Egy, ketatnya persaingan justru menjadi keuntungan bagi tim. Ia berharap kondisi tersebut membuat pelatih memiliki banyak pilihan pemain berkualitas demi membawa Timnas Indonesia meraih prestasi yang lebih tinggi.
"Karena lebih baik membuat pelatih pusing untuk membuat siapa yang terbaik untuk Indonesia menjadi lebih baik," jelasnya.
"Dan eh terus-terusan bisa insyaallah semoga menjadi juara dan bisa lolos ke Piala Dunia, di Asia kita lancar semuanya," ucap pemain 25 tahun tersebut.
Egy pun berharap atmosfer kompetitif yang saat ini terbangun di dalam skuad Garuda dapat terus terjaga.
Dengan banyaknya pemain berkualitas yang bersaing, peluang Timnas Indonesia untuk meraih target besar di level Asia maupun dunia diyakini akan semakin terbuka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota
-
Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience
-
BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia
-
Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen
-
Cekcok Dua Anggota DPRD Riau Berujung Bentrok, Golkar Pusat Minta Maaf
-
Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok
-
Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok
-
DPR Pertanyakan, Pemerintah Menjawab, Dari Mana Datang Isu Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes?
-
Kematian Dokter PPDS di Siak Masih Misteri, 4 Orang Diperiksa
-
Menunggu 22 Tahun Hingga Hamil di Usia 45: Kisah Nyata Perjuangan Bayi Tabung yang Menginspirasi