Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:52 WIB
Mathew Baker mendapat pujian dari Kevin Diks. (Instagram/@mat_baker09)
Baca 10 detik
  • Bek timnas Indonesia Kevin Diks menilai Mathew Baker layak memperkuat skuad senior karena memiliki potensi besar meski baru berusia 17 tahun.
  • Pelatih John Herdman memanggil perdana Baker untuk menghadapi laga persahabatan melawan Oman dan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
  • Kevin Diks berperan sebagai mentor bagi pemain Melbourne City tersebut untuk membimbing perkembangan kariernya di level sepak bola nasional.

Suara.com - Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks menyebut Mathew Baker pesepak bola dengan potensi besar sehingga pantas masuk skuad senior.

Baker, yang baru berusia 17 tahun, menjadi salah satu dari 23 pemain pilihan pelatih John Herdman menghadapi dua laga persahabatan FIFA edisi Juni 2026.

Dua laga itu masing-masing melawan Oman pada Jumat (5/6/2026) dan Mozambik, Selasa (9/6/2026) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Itu menjadi pemanggilan perdana Baker ke tim Garuda.

"Sejak hari-hari pertama saya sudah melihat apa yang dilihat pelatih. Potensinya besar dan usianya masih sangat muda," kata Diks melansir ANTARA, Jumat (5/6/2026).

Diks melanjutkan, kehadiran Baker mengingatkannya pada masa debutnya di sepak bola profesional, saat memperkuat Vitesse di Liga Belanda pada usia 17 tahun, sama dengan usia Baker saat ini.

John Herdman saat memberikan arahan kepada Kevin Diks di laga melawan Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026 (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/hma/wpa)

Kendati demikian, yang membedakannya dengan Baker adalah pemain klub Australia Melbourne City itu sudah masuk skuad tim nasional senior di usianya, sementara dirinya tidak.

"Ketika saya menembus sepak bola profesional, usia saya juga sekitar 17 tahun, jadi saya bisa memahami situasinya. Namun bermain untuk tim nasional lebih besar daripada sepak bola klub. Saya mencoba membantunya semampu saya. Saya sudah beberapa kali berbicara dengannya, tetapi saya juga tidak ingin memberinya terlalu banyak tekanan," tutur Diks.

Pada kesempatan yang sama, pelatih timnas Indonesia John Herdman mengatakan bahwa Diks menjadi mentor untuk Baker.

Juru taktik asal Inggris itu menganggap Diks panutan yang tepat untuk Baker karena keduanya sama-sama berposisi sebagai pemain bertahan.

Baca Juga: Calvin Verdonk Belum Tentu Starter Lawan Oman, Kenapa?

Bukan cuma itu, pengalaman Diks bermain di Liga Jerman musim ini bersama Borussia Moenchengladbach juga menjadi nilai plus untuk perkembangan Baker.

Load More