Bola / Bola Dunia
Senin, 08 Juni 2026 | 11:52 WIB
Penyerang Timnas Ghana #19 Inaki Williams berebut bola dengan bek Portugal #04 Ruben Dias saat kiper Portugal #22 Diogo Costa melakukan blunder selama matchday pertama Grup H Piala Dunia 2022 antara Portugal vs Ghana di Stadion 974 di Doha pada 24 November 2022 . MANAN VATSYAYANA / AFP.
Baca 10 detik
  • Carlos Queiroz resmi melatih Timnas Ghana untuk membidik tiket kelolosan menuju babak gugur.

  • Black Stars tergabung di Grup L bersama tim kuat Inggris, Kroasia, dan Panama.

  • Ghana lolos ke Piala Dunia 2026 setelah memuncaki kualifikasi dengan delapan kemenangan grup.

Suara.com - Timnas Ghana menunjuk juru taktik berpengalaman Carlos Queiroz demi mengakhiri tren buruk rontok di fase grup Piala Dunia 2026. Target utama raksasa Afrika Barat ini adalah menembus babak gugur dan mengulangi kejayaan masa lalu.

Langkah radikal federasi mendatangkan pelatih berusia 73 tahun tersebut menjadi pembeda nyata dalam persiapan mereka tahun ini. Kehadiran mantan arsitek timnas Portugal itu membawa angin segar sekaligus standar disiplin baru ke dalam skuat.

Queiroz resmi memimpin Black Stars sejak April 2026 untuk menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Otto Addo. Pengalaman lintas benua miliknya diharapkan mampu memecah kebuntuan taktis yang dialami Ghana pada dua edisi terdahulu.

Gelandang Timnas Ghana Christian Atsu (kiri) berebut bola melawan bek Kamerun Michael Ngadeu-Ngadjui selama pertandingan sepak bola Grup F Piala Afrika (CAN) 2019 antara Kamerun dan Ghana di Stadion Ismailia pada 29 Juni 2019.OZAN KOSE / AFP

Langkah awal sang pelatih kini diuji oleh komposisi penghuni Grup L yang terhitung sangat kompetitif. Ghana harus bersaing ketat dengan dua kekuatan utama sepak bola Eropa, yakni Inggris dan Kroasia, serta Panama.

Jordan Ayew kembali dipercaya memimpin rekan-rekannya di lapangan hijau sebagai kapten utama tim. Penyerang gaek tersebut memikul beban moral untuk membimbing deretan talenta muda potensial yang baru dipanggil.

Sektor penyerangan menjadi tumpuan utama Ghana dengan mengandalkan nama-nama besar yang merumput di kompetisi elite Eropa. Inaki Williams, Kamaldeen Sulemana, serta Antoine Semenyo diprediksi menjadi motor serangan utama dalam membongkar pertahanan lawan.

Winger Timnas Ghana, Mohammed Kudus tampil pada laga Piala Dunia 2022 kontra Uruguay di Stadion Al Janoub, Qatar. [Raul ARBOLEDA / AFP]

Kehadiran Thomas Partey di sektor gelandang tengah juga menjadi jangkar penting untuk menjaga keseimbangan permainan tim. Pengalamannya sangat dibutuhkan untuk meredam agresivitas lini tengah Inggris dan Kroasia yang terkenal kreatif.

Pada posisi penjaga gawang, Lawrence Ati-Zigi kemungkinan besar tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar. Ia akan dikawal oleh barisan bek tangguh seperti Abdul Mumin, Alidu Seidu, dan Baba Abdul Rahman.

Secara keseluruhan, komposisi skuat pilihan Queiroz kali ini mengombinasikan ketangguhan fisik khas Afrika dengan visi bermain modern. Sebanyak 26 pemain terbaik telah didaftarkan untuk berjuang mengharumkan nama bangsa di Amerika Utara.

Baca Juga: Rafael Leao Ngamuk! Tinju Pemain Chile, Terancam Absen di Piala Dunia 2026

Ujian perdana Black Stars akan berlangsung di Stadion BMO Field, Toronto, Kanada, saat bersua Panama. Pertandingan pembuka ini menjadi laga krusial yang wajib dimenangkan demi mengamankan poin awal.

Setelah menghadapi Panama, Ghana akan langsung terbang ke Boston untuk menantang tim favorit juara, Inggris. Laga penutup fase grup kemudian ditutup dengan pertempuran sengit melawan Kroasia di Philadelphia.

Perjalanan Ghana menuju putaran final sendiri terbilang sangat meyakinkan sepanjang babak kualifikasi zona Afrika. Mereka berhasil menguasai puncak klasemen Grup I dengan mengemas delapan kemenangan dari sepuluh laga.

Catatan impresif tersebut menjadi modal kepercayaan diri yang sangat tinggi bagi anak asuh Carlos Queiroz. Namun, atmosfer putaran final Piala Dunia tentu memiliki tekanan yang jauh berbeda dibanding babak kualifikasi.

Kilas balik sejarah mencatat Ghana sebenarnya memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan turnamen akbar empat tahunan ini. Mereka tercatat sudah tampil sebanyak lima kali, masing-masing pada edisi 2006, 2010, 2014, 2022, dan 2026.

Pencapaian emas mereka terjadi pada Piala Dunia 2010 saat sukses melaju hingga babak perempat final. Saat itu, langkah historis mereka dihentikan secara dramatis oleh Uruguay melalui drama adu penalti yang kontroversial.

Load More