Bola / Bola Dunia
Rabu, 10 Juni 2026 | 13:06 WIB
Pelatih Bayern Munich, Thomas Tuchel dikabarkan masuk bursa pelatih baru Manchester United. [JOHN MACDOUGALL / AFP]
Baca 10 detik
  • Thomas Tuchel memprioritaskan manajemen kebugaran ketat untuk mengatasi cedera Achilles berkepanjangan Bukayo Saka.

  • Kondisi fisik pilar Inggris dipantau intensif menjelang laga uji coba terakhir melawan Kosta Rika.

  • Mentalitas juara penggawa Arsenal tetap tinggi usai meraih gelar liga meski kalah di Eropa.

Suara.com - Kondisi fisik Bukayo Saka kini menjadi perhatian utama yang dipantau secara ketat oleh tim medis dan kepelatihan timnas Inggris. Keputusan ini diambil setelah penyerang sayap andalan Arsenal tersebut diketahui memaksakan diri bermain di tengah cedera Achilles selama dua bulan pemungkas kompetisi domestik.

Masalah fisik ini sebelumnya telah memaksa sang pemain menyudahi keterlibatannya lebih awal dari laga persahabatan internasional bulan Maret lalu. Imbasnya, ia tercatat hanya mampu menjadi starter dalam lima pertandingan terakhir The Gunners dan cuma sekali bermain penuh selama 90 menit.

Dikutip dari ESPN, langkah hati-hati kini diterapkan penuh guna memastikan aset berharga Tiga Singa ini tidak mengalami kemunduran kondisi saat turnamen akbar dimulai. Penanganan intensif dilakukan agar sang winger siap tempur tanpa risiko memperparah trauma otot yang dibawanya dari level klub.

Selebrasi pemain Arsenal, Bukayo Saka. (Dok. Arsenal)

Kuartet penggawa Arsenal yang terdiri dari Saka, Declan Rice, Noni Madueke, dan Eberechi Eze baru saja bergabung ke pemusatan latihan di Palm Beach Gardens. Mereka sengaja diberikan waktu istirahat tambahan pasca-kekalahan dramatis lewat adu penalti dari Paris Saint-Germain di partai puncak Liga Champions.

Menjelang laga uji coba terakhir kontra Kosta Rika di Orlando, Thomas Tuchel membeberkan program pemulihan khusus yang tengah dijalani oleh Saka. Pendekatan bertahap menjadi opsi mutlak demi mengembalikan performa puncak sang pemain secara aman.

"Kami masih harus sedikit berhati-hati terhadap Bukayo, yang mengalami cedera pada kamp bulan Maret dan membawanya, tentu saja, ke dalam kampanye klubnya," ujar Tuchel.

Bukayo Saka makin percaya diri usai Arsenal Permak PSG di Emirates Stadium. (espn.com)

"Dia tersedia dan membuat dirinya tersedia di akhir musim, dan melakukan ini dengan sangat gemilang, tetapi dia dikelola di antara pertandingan-pertandingan dan itu berlanjut sedikit pada saat ini, jadi kami sedang membangun kondisinya kembali," tambah sang manajer.

Kabar baik berembus dari pilar lainnya yang dipastikan berada dalam kondisi bugar sepenuhnya untuk diturunkan sejak menit pertama. Tuchel mengonfirmasi bahwa seluruh pemain lain memperlihatkan komitmen tinggi untuk memperebutkan posisi utama di dalam tim.

"Noni [Madueke] 100% tersedia, Declan [Rice] 100% tersedia dan Ebs [Eze] juga," tegas juru taktik asal Jerman tersebut.

Baca Juga: Tiket Suporter Mendadak Hangus! Cara AS Bikin Iran Pulang Lebih Awal dari Piala Dunia 2026?

"Semua orang terlibat dalam latihan, termasuk Bukayo. Semua orang membuat dirinya tersedia, jadi kami memiliki pilihan penuh dan kami perlu mengambil keputusan sekarang di sore hari siapa yang sebenarnya menjadi starter, dan berapa menit yang akan kami berikan kepada para pemain. Tetapi mereka datang dengan semangat yang sangat baik dan mereka datang dalam kondisi yang sangat bagus," lanjutnya.

Rencana taktis telah disusun di mana para pemain utama akan diberikan kesempatan merumput selama 60 hingga 70 menit dalam laga di Orlando. Sementara itu, sisa anggota skuad lainnya diplot untuk tampil lebih dominan pada laga tertutup melawan Miami United esok harinya.

Konteks kelelahan fisik yang melanda pilar-pilar Inggris ini tidak lepas dari ketatnya persaingan kompetisi yang baru saja mereka lalui di tingkat klub. Arsenal sukses menyudahi dahaga gelar dengan memenangkan trofi Liga Premier pertama mereka dalam kurun waktu 22 tahun terakhir.

Kendati demikian, ambisi mereka untuk mengawinkan gelar domestik dengan kejayaan Eropa harus kandas secara menyakitkan di tangan raksasa Prancis, PSG. Kegagalan mengesekusi penalti di laga final Champions League menyisakan kekecewaan mendalam sekaligus kelelahan mental yang harus segera dipulihkan.

"Saya merasakan mereka bangga, saya merasakan mereka percaya diri," tutur Tuchel mengenai kelompok pemain Arsenal tersebut.

"Mereka tahu apa yang mereka lakukan, mereka tahu apa yang diperlukan bagi mereka untuk memenangkan gelar di Inggris," kata Tuchel menambahkan.

Tuchel meyakini mentalitas juara yang terbentuk dari ketatnya persaingan liga domestik akan menjadi modal berharga bagi kampanye internasional Inggris. Pengalaman bangkit dari masa-masa sulit dinilai membentuk karakter tangguh yang dibutuhkan dalam turnamen sekelas Piala Dunia.

"Mereka sempat mengalami periode singkat ini di mana tiba-tiba hal itu diragukan dan mereka mengatasinya dan berhasil memenangkan gelar," jelas mantan pelatih Chelsea itu.

"Itu sangat berarti bagi mereka dan saya pikir mereka memiliki pemahaman yang jelas bahwa mereka menghadapi tim terbaik di dunia saat ini dengan Paris, dan mereka mengimbangi mereka, dan mereka hanya kalah dalam adu penalti. Mereka datang dengan semangat terbaik dan saya senang untuk itu," pungkas Tuchel.

Load More