Bola / Bola Indonesia
Kamis, 11 Juni 2026 | 06:07 WIB
Marselino Ferdinan dan Ole Romeny (PSSI)
Baca 10 detik
  • Marselino Ferdinan akhirnya kembali merumput bersama Timnas Indonesia setelah sembuh dari cedera panjang.

  • Kehadiran Marselino langsung menghidupkan kreativitas serangan dan membantu Indonesia meraih kemenangan.

  • Hubungan erat dengan Ole Romeny di Oxford United memperkuat chemistry lini depan Garuda.

Suara.com - Lini tengah Timnas Indonesia kembali mendapatkan suntikan kreativitas setelah gelandang muda andalan mengakhiri masa absen panjangnya akibat cedera. Kesuksesan laga ini sekaligus menandai babak baru kolaborasi taktis di sektor penyerangan skuad Garuda.

Kehadiran sang pemain langsung memberikan dampak instan pada ritme permainan tim nasional. Kembalinya sang gelandang juga mempercepat transisi bola yang selama beberapa bulan terakhir sempat kehilangan momentum.

Fleksibilitas taktis yang ditunjukkan di lapangan menjadi bukti bahwa kebugaran sang pemain telah pulih sepenuhnya. Hal ini memberikan angin segar bagi jajaran pelatih dalam merancang strategi ofensif ke depan.

Marselino Ferdinan kembali berlatih dengan AS Trencin usai alami cedera dan absen lima bulan. (Instagram/@astrencin)

“Bersyukur bisa kembali ke lapangan dengan kemenangan beruntun,” kata pemilik 38 caps untuk timnas Indonesia itu, melalui unggahan Instagram-nya, Kamis.

Pemain bernomor punggung 7 tersebut dipercaya tampil sebagai starter dan menggalang lini tengah selama lebih dari satu babak penuh. Determinasi tinggi langsung diperlihatkan lewat kontribusi aktif baik dalam situasi menyerang maupun bertahan.

Berdasarkan data statistik, performa sang gelandang tercatat sangat impresif dengan torehan puluhan umpan akurat dan beberapa aksi intersep penting. Skuad Garuda pun tampil lebih dominan dalam menguasai jalannya pertandingan.

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny (IG Timnas Indonesia)

Satu momentum krusial tercipta ketika pergerakan agresif di area penalti hampir menggandakan keunggulan tim. Sayangnya, sepakan terarah ke gawang yang sudah kosong tersebut masih mampu dihalau bek lawan di garis pertahanan terakhir.

Sinergi apik juga langsung terlihat antara sang gelandang dengan pencetak gol tunggal kemenangan Indonesia. Keduanya tampak sangat fasih bertukar posisi untuk membongkar rapatnya barisan defensif musuh.

“Hubungan saya dengan Lino sangat baik. Di Oxford kami menghabiskan banyak waktu bersama sehingga dia terasa seperti adik saya sendiri,” kata Romeny, yang baru mencetak gol keenamnya untuk Indonesia.

Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118 Dunia Usai Kalahkan Oman dan Mozambik

Kemudahan komunikasi di luar lapangan terbukti bertransformasi menjadi kesepahaman taktis yang solid saat bertanding. Kombinasi satu-dua sentuhan dari kedua pemain ini berulang kali merepotkan koordinasi pertahanan lawan.

“Di lapangan kami saling memahami. Dia tahu kapan saya bergerak atau masuk ke kotak penalti. Kami senang bermain bersama,” tambah dia.

Sektor penyerangan Indonesia sempat mengalami kendala produktivitas sejak putaran ketiga kualifikasi dunia tahun lalu. Cedera beruntun yang menimpa pilar utama lini tengah membuat kedalaman skuad Garuda sempat terganggu.

Kembalinya sang pemain setelah absen sejak Oktober tahun lalu menjadi momentum krusial bagi kebangkitan tim. Kolaborasi menjanjikan dengan rekan setimnya di klub Inggris kini menjadi tumpuan baru bagi masa depan lini serang Indonesia.

Load More