Bola / BolaTaiment
Sabtu, 13 Juni 2026 | 00:14 WIB
Penyerang timnas Brasil, Igor Thiago, menyimpan kisah kelam di balik perjalanan kariernya. [Instagram Igor Thiago]
Baca 10 detik
  • Penyerang Brasil, Igor Thiago, pernah mengalami depresi berat dan keinginan mengakhiri hidup saat berkarier profesional di usia 18 tahun.
  • Kelahiran putra pertamanya pada tahun 2021 serta dukungan terapi psikologis profesional menjadi kunci utama sang pemain untuk bangkit.
  • Luka emosional akibat kehilangan ayah sejak usia 13 tahun membentuk karakter Thiago menjadi sosok yang protektif terhadap keluarganya.

Duka yang belum sepenuhnya pulih itu membentuk karakter Thiago menjadi sosok yang sangat protektif terhadap keluarga.

Di balik ketangguhannya di lapangan, Thiago dikenal sebagai pribadi yang sensitif dan tertutup.

Thiago cenderung berhati-hati membuka diri karena pengalaman masa lalu yang penuh tekanan dan rasa kehilangan.

Namun, terapi psikologis menjadi salah satu kunci perubahan besar dalam hidupnya.

Letícia menyebut sosok psikolog mereka berperan penting membantu Thiago mengelola emosi dan menyembuhkan luka batin.

Kini, Thiago tampil sebagai sosok yang lebih matang, baik sebagai pemain maupun kepala keluarga.

Setiap gol yang ia cetak bukan sekadar kontribusi di lapangan, tetapi juga simbol perjuangan melawan masa lalu.

“Setiap gol adalah teriakan dari dirinya sendiri: ‘Aku berhasil, aku melewati ini semua’,” ujar Letícia.

Kisah Igor Thiago menjadi pengingat bahwa di balik gemerlap sepak bola, ada perjuangan mental yang tak terlihat.

Baca Juga: Gegara Lagu Kebangsaan, Spanyol Jadi Negara Paling Dibenci di Piala Dunia 2026, Kok Bisa?

Dukungan keluarga dan keberanian mencari bantuan menjadi kunci untuk bangkit dari titik terendah.

Load More