- Pemain Persib Bandung, Kakang Rudianto, menjagokan Portugal menjuarai Piala Dunia 2026 karena memiliki lini tengah yang sangat berkualitas.
- Kakang menekankan bahwa keberhasilan sebuah tim dalam turnamen bergantung pada kekompakan kolektif dan kedisiplinan menjalankan strategi pelatih.
- Kakang tetap antusias mengikuti Piala Dunia 2026 karena memiliki kenangan menonton pertandingan bersama keluarga sejak masa kecilnya.
Suara.com - Gelaran Piala Dunia 2026 terus menjadi magnet perhatian pecinta sepak bola di berbagai belahan dunia. Tak hanya suporter, para pesepak bola profesional pun ikut larut menikmati panasnya persaingan turnamen paling bergengsi tersebut.
Bek muda Persib Bandung, Kakang Rudianto, menjadi salah satu pemain yang aktif mengikuti perkembangan Piala Dunia 2026.
Di tengah persaingan ketat negara-negara unggulan, pemain bernomor punggung 5 itu memiliki tim favorit yang diyakini mampu melangkah hingga meraih gelar juara.
Kakang menjatuhkan pilihannya kepada Portugal. Menurutnya, kekuatan tim berjuluk Selecao das Quinas itu saat ini sangat komplet, terutama di sektor lini tengah yang dinilai menjadi salah satu yang terbaik di turnamen.
Deretan gelandang berkualitas yang dimiliki Portugal dianggap mampu memberikan keseimbangan permainan sekaligus mengontrol jalannya pertandingan saat menghadapi lawan-lawan tangguh.
“Untuk Piala Dunia saat ini, Portugal lebih dominan karena mempunyai gelandang yang berkualitas,” kata Kakang.
Kekuatan Kolektif Jadi Kunci
Meski menjagokan Portugal, pemain binaan Akademi Persib tersebut menilai persaingan menuju tangga juara masih sangat terbuka.
Banyak negara memiliki kualitas yang cukup untuk melangkah jauh dan memberikan kejutan sepanjang turnamen.
Baca Juga: Tiga Poin Australia dan Permainan Pragmatis Ala STY yang Tak Haram Dimainkan di Guliran Piala Dunia
Menurut Kakang, kesuksesan sebuah tim tidak hanya bergantung pada keberadaan pemain bintang.
Faktor kekompakan tim, kedisiplinan menjalankan strategi, serta kualitas permainan kolektif menjadi kunci utama dalam kompetisi sekelas Piala Dunia.
Karena itu, ia mengaku lebih tertarik melihat performa sebuah tim secara keseluruhan dibanding hanya menyoroti aksi individu para pemain ternama.
Atmosfer Piala Dunia yang selalu menghadirkan cerita tak terduga juga menjadi daya tarik tersendiri.
Setiap edisi menghadirkan drama, kejutan, dan kisah baru yang membuat turnamen ini selalu dinantikan oleh pecinta sepak bola.
Kenangan Piala Dunia Sejak Kecil
Berita Terkait
-
Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar
-
Hangatnya Euforia Piala Dunia, Sepakbola Benar-Benar Jadi Bahasa Universal?
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas
-
Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia
-
Emerse Fae Puji Mental Pantai Gading Usai Bungkam Ekuador, Kini Bidik Jerman di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
FIFA Boncos! Tetap Wajib Gaji Wasit Omar Artan yang Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026
-
Swedia Hancurkan Tunisia 5-1, Awali Piala Dunia 2026 dengan Kemenangan Besar
-
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026: Kai Havertz dan Folarin Balogun Pimpin Perburuan Sepatu Emas
-
Selamat Tinggal Ragnar Oratmangoen! Angkat Kaki dari Dender, Pulang ke Eredivisie?
-
Piala Dunia 2026: Alasan Yasin Ayari Tak Selebrasi Saat Cetak Gol di Laga Swedia Vs Tunisia
-
Emerse Fae Puji Mental Pantai Gading Usai Bungkam Ekuador, Kini Bidik Jerman di Piala Dunia 2026
-
Sebut Format Baru Piala Dunia Tak Menarik, Presiden UEFA Aleksander Ceferin 'Diamuk' 13 Negara
-
Hanif Sjahbandi Bagikan Resep Sukses Jadi Pemain Profesional di Future Star Competition 2026
-
Titisan Calvin Verdonk! Timnas Indonesia Bisa Panggil Wonderkid Liga Jerman Tanpa Naturalisasi
-
Media Asing Sebut Skema Gol Republik Ceko di Piala Dunia 2026 Mirip Timnas Indonesia