Bola / Bola Dunia
Senin, 15 Juni 2026 | 14:15 WIB
Timnas Iran (FIFA)
Baca 10 detik
  • Timnas Iran berkomitmen bermain demi menyatukan seluruh rakyatnya di tengah ancaman boikot politik.

  • Sesi latihan Iran sempat berantakan dan pindah ke Meksiko akibat kendala visa dampak konflik.

  • Pelatih dan pemain kompak menolak terlibat politik dan memilih fokus menghadapi laga Selandia Baru.

Sikap tegas untuk menjauh dari ranah politik praktis kembali ditegaskan oleh Taremi dalam sesi tanya jawab tersebut. Ia meminta semua pihak menghormati tugas utama mereka sebagai duta olahraga di turnamen akbar ini.

"Setiap orang berhak atas pendapat mereka sendiri, dan kami menghormati mereka, tetapi kami di sini untuk membawa kegembiraan bagi rakyat Iran. Kami tidak terlibat dalam politik. Kami di sini untuk bermain sepak bola," ujar Taremi.

Sebelumnya, Taremi sempat mengakui adanya ketegangan yang menyelimuti turnamen ini kepada media ESPN. Namun, ia menyayangkan mengapa sesi konferensi pers justru minim membahas persiapan taktis menjelang laga krusial esok hari.

"Tidak ada yang mengajukan pertanyaan terkait sepak bola," kata Taremi di akhir pernyataannya.

"Kami bermain melawan tim Selandia Baru yang luar biasa besok, dan saya sangat berharap ini akan menjadi pertandingan yang bagus," tuturnya.

Taremi bahkan sempat melempar sindiran halus agar pembahasan politik dialihkan ke tempat lain yang lebih sesuai. Ia ingin semua pihak kembali fokus pada keindahan permainan sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas.

"Untuk urusan politik, Anda harus pergi ke kota lain untuk konferensi pers politik ini. Kami sangat menghormati Selandia Baru, dan kami ingin ini menjadi pertandingan yang bagus," ucap Taremi.

"Kami akan memastikan bahwa kami memainkan permainan yang indah untuk semua penonton, dan saya berharap Selandia Baru akan memiliki sikap yang sama. Saya menantikan hari esok," katanya menutup pembicaraan.

Persiapan Iran menuju turnamen ini memang diganggu oleh rentetan konflik bersenjata yang pecah sejak Februari lalu. Ketegangan dipicu oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, meskipun laporan terbaru menyebutkan adanya kesepakatan damai yang tercapai pada hari Minggu.

Baca Juga: Jelang Iran vs Selandia Baru, Mehdi Taremi Sebut Perlakuan Buruk AS Rusak Marwah Sepak Bola

Dampak dari eskalasi tersebut langsung memukul operasional internal tim nasional Iran. Masalah pengurusan visa yang rumit memaksa mereka memindahkan lokasi pemusatan latihan dari Arizona ke Meksiko, serta membuat sejumlah staf tim dilarang masuk ke wilayah Amerika Serikat.

Load More