Bola / Bola Dunia
Senin, 15 Juni 2026 | 16:46 WIB
Yasin Ayari (Dok Timnas Swedia)
Baca 10 detik
  • Swedia sukses membantai Tunisia 5-1 dalam laga pembuka grup Piala Dunia di Meksiko.

  • Gelandang muda Yasin Ayari menjadi bintang lapangan dengan mencetak dua gol spektakuler.

  • Graham Potter memuji lini depan Swedia yang mencetak rekor gol terbanyak sejak 1938.

Suara.com - Timnas Swedia memulai kampanye Piala Dunia 2026 mereka dengan performa yang sangat mengerikan di Stadion BBVA. Tim asuhan Graham Potter sukses melumat Tunisia lewat kemenangan telak dengan skor akhir 5-1.

Yasin Ayari menjadi bintang utama yang tidak terduga dalam pesta gol pembuka turnamen tersebut. Pemain tengah milik Brighton ini sukses menyarangkan dua gol ke gawang negara asal ayahnya.

Ketajaman Ayari membuktikan bahwa ia siap menjadi pilar baru yang mengancam panggung sepak bola global. Sang gelandang muda kini tidak bisa lagi dianggap remeh oleh tim lawan mana pun.

Graham Potter saat masih melatih Chelsea. [DARREN STAPLES / AFP]

"Dia telah memainkan banyak pertandingan di Liga Utama. Ini tidak seperti dia datang entah dari mana," ujar Potter pascapertandingan dikutip dari ESPN.

"Tetapi kami memiliki banyak pemain bagus, dan tantangannya adalah kami harus menjadi sebuah tim. Kami harus menemukan cara yang mengeluarkan kemampuan terbaik dari semua pemain yang kami miliki, dan sangat sulit bagi seorang pelatih saat ini untuk memilih."

Ayari yang lahir dari ayah Tunisia dan ibu Maroko sempat menahan emosi pada gol pertamanya. Ia melepaskan sepakan setengah voli menakjubkan dari luar kotak penalti tanpa melakukan selebrasi.

Akan tetapi, situasi mendadak berubah ketika ia mencetak gol keduanya saat memasuki masa injury time. Berhasil membobol gawang dari luar area penalti lagi, Ayari langsung merayakannya dengan sangat emosional.

Profil timnas Swedia di Euro 2020 (instagram/swemnt)

Catatan emas ini menempatkan Ayari sebagai pemain termuda ketiga dalam sejarah Swedia yang mencetak beberapa gol dalam satu laga Piala Dunia. Saat ini sang gelandang baru menginjak usia 22 tahun 251 hari.

Pesta gol Swedia di Monterrey semakin lengkap melalui kontribusi dari dua penyerang bintang mereka. Alexander Isak dan Viktor Gyökeres turut mencatatkan nama mereka di papan skor pertandingan tersebut.

Baca Juga: Tiba di AS, Timnas Iran Lansung Disambut Aksi Demonstrasi, Ini Biang Keroknya

"Performa tim yang solid yang kemudian memungkinkan Alex dan Viktor menunjukkan kualitas mereka, yang jelas mereka lakukan, tetapi Anda tahu ada banyak hal positif bagi kami dalam hal stabilitas pertahanan," ucap Potter.

"Ini jelas malam yang baik untuk memulai turnamen dengan hal tersebut. Kemenangan lima satu sangat fantastis bagi kami."

Potter meyakini bahwa kerja sama antara Isak dan Gyökeres akan terus berkembang menjadi semakin menakutkan. Chemistry kedua penyerang top ini dinilai baru mencapai tahap awal dari potensi maksimal mereka.

"Mereka belum sangat sering bermain bersama. Saya pikir sekitar tujuh kali mereka telah bermain bersama," kata Potter.

"Saya pikir mereka akan menjadi lebih baik dan lebih baik lagi semakin sering mereka bermain. Saya pikir mereka saling melengkapi dengan sangat baik, membawa atribut yang berbeda, kualitas yang berbeda secara individu, dan tentu saja mereka adalah pemain top, tetapi saya pikir bersama-sama mereka bisa menjadi ancaman yang nyata, nyata."

Kemenangan telak lima gol ini menorehkan tinta emas baru bagi sejarah sepak bola Swedia. Ini merupakan produktivitas gol tertinggi mereka dalam satu laga Piala Dunia sejak tahun 1938.

Load More