- Antonio Rudiger menanggapi santai berbagai kritik terkait perilaku agresif dan kontroversialnya selama berkarier di lapangan hijau.
- Pemain Real Madrid tersebut pernah dihukum larangan bermain enam pertandingan akibat insiden pelemparan benda terhadap wasit.
- Timnas Jerman bersiap menghadapi Pantai Gading dalam laga Grup E Piala Dunia 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026.
Suara.com - Bek Timnas Jerman, Antonio Rudiger, menanggapi santai berbagai kritik yang selama ini ditujukan kepadanya terkait perilaku di atas lapangan. Menurutnya, kontroversi yang melibatkan dirinya justru menarik perhatian publik dan menjadi bahan perbincangan luas di media sosial.
Pemain yang baru saja mendapatkan perpanjangan kontrak satu tahun bersama Real Madrid itu kerap menjadi sorotan karena gaya bermain agresif, aksi provokatif terhadap lawan, hingga ekspresi ketidakpuasan kepada wasit.
Meski demikian, Rudiger menegaskan dirinya tetap terbuka terhadap kritik yang disampaikan secara objektif dan membangun.
"Pertama-tama saya menghormati setiap pendapat. Saya menanggapinya dengan serius dan saya juga pernah meminta maaf atas hal-hal tersebut. Namun tidak banyak yang bisa dikatakan. Kritik yang serius selalu saya terima dengan baik," kata Rudiger dilansir dari NST.
"Tetapi seseorang harus bertanya pada dirinya sendiri, ketika hal-hal seperti itu banyak dibicarakan, itu menghasilkan klik, terutama di media sosial. Saya melihat ada sisi positif dari situ. Karena nama saya menghasilkan banyak klik. Saya tidak bisa menjelaskannya. Terkadang pemberitaan buruk adalah pemberitaan yang baik," imbuhnya.
Sepanjang kariernya, Rudiger beberapa kali terlibat kontroversi baik di level klub maupun tim nasional. Salah satunya ketika ia mendapat hukuman larangan bermain enam pertandingan akibat melempar benda ke arah wasit pada final Copa del Rey 2025 di Spanyol. Insiden tersebut bahkan menuai kritik tajam dari direktur tim nasional Jerman, Rudi Voeller.
Rudiger juga pernah menjadi sorotan saat Piala Dunia 2022 ketika melakukan sprint dengan gaya mengangkat lutut tinggi saat mengejar bola dalam pertandingan melawan Jepang. Aksi tersebut dinilai sebagian pengamat sebagai sikap arogan dan tidak menghormati lawan.
Dalam beberapa bulan terakhir, posisi inti Rudiger di lini belakang Jerman juga mulai tergeser oleh Jonathan Tah. Meski demikian, pemain berusia 33 tahun itu mengaku tidak memiliki masalah dengan peran sebagai pemain pengganti.
Saat ini Jerman tengah bersiap menghadapi Pantai Gading pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung Sabtu (20/6/2026). Sebelumnya, Der Panzer mengawali turnamen dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao.
Baca Juga: Dari Ibu Kota hingga Kamp Pengungsi, Warga Kongo Berpesta bak Raih Piala Dunia
Berita Terkait
-
Dari Ibu Kota hingga Kamp Pengungsi, Warga Kongo Berpesta bak Raih Piala Dunia
-
Cody Gakpo Peringatkan Belanda untuk Waspadai Alexander Isak
-
Presiden Brasil Bercanda Ingin Rekrut Lionel Messi
-
Kritik Tajam Thierry Henry untuk Cristiano Ronaldo: Jangan Kemaruk!
-
Hasil Piala Dunia 2026: Inggris Lumat Kroasia, Kane, Bellingham, Rashford Bersinar
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Dulu Hidup di Sepanjang Sungai Musi, Kini Tembang Batanghari Sembilan Terancam Hilang
-
Menko Djamari Bela Program Pemerintah, Sebut Ada Banyak Akun 'Potong Video' di Medsos
-
Mengenal Desa Kemiren: Menjaga Budaya Osing Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Manfaat Rutin Baca Al Fatihah dan Puasa Weton Anak Menurut Ulama Gus Iqdam
-
Perkuat Ekosistem Keuangan Pertanian di Minahasa Selatan, BRI Komitmen Beri Dukungan
-
Tiga Ledakan Terdengar Beruntun, Ruko Penjual Pakan dan Pertamini Terbakar di Palembang
-
Rumah Mewahnya Digeledah Kejagung, Kubu Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara
-
3 Rekomendasi Shade Wardah Skin Tint untuk Pemilik Kulit Kuning Langsat
-
Perbandingan Mesin Cuci Front Load dan Top Load, Mana yang Lebih Bagus?
-
5 Tablet Rp2 Jutaan yang Support Keyboard Bluetooth, Cocok Buat Ngerjain Tugas