- Lionel Messi mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung di tengah kontroversi.
- Wasit menuai kritik karena tidak memberikan kartu kepada Messi usai melakukan pelanggaran keras terhadap bek Aissa Mandi.
- Para pengamat menilai keputusan tersebut tidak adil dan memicu perdebatan mengenai perlakuan khusus terhadap pemain bintang dunia.
Suara.com - Penampilan gemilang Lionel Messi saat mencetak hattrick dalam kemenangan Timnas Argentina atas Aljazair di Piala Dunia 2026 justru dibayangi kontroversi.
Kapten La Albiceleste itu menjadi sorotan setelah terlibat dalam insiden pelanggaran keras terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi.
Keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kepada Messi memicu perdebatan luas dan memunculkan tudingan adanya perlakuan khusus terhadap sang megabintang.
Meski tampil sebagai pahlawan kemenangan Argentina, insiden tersebut dinilai sebagian pengamat sebagai noda dalam jalannya pertandingan.
Tekel Lionel Messi Jadi Sorotan
Mengutip laporan Heavy, Lionel Messi tertangkap kamera melakukan pelanggaran dari arah belakang saat berebut bola dengan Aissa Mandi.
Dalam tayangan ulang, pemain Inter Miami itu terlihat mengenai bagian belakang kaki lawannya dalam duel yang berlangsung cukup keras.
Namun, wasit hanya memberikan pelanggaran biasa tanpa mengeluarkan kartu kuning maupun kartu merah kepada Messi.
Keputusan tersebut langsung memancing reaksi dari sejumlah pengamat sepak bola internasional yang menilai tindakan itu layak mendapatkan hukuman lebih berat.
Baca Juga: Kutukan 24 Tahun Runtuh! 5 Fakta Kemenangan Inggris atas Kroasia di Piala Dunia 2026
Analis ESPN Kritik Keputusan Wasit
Dua analis ESPN, Nedum Onuoha dan Ale Moreno, termasuk pihak yang paling vokal mengkritik keputusan wasit dalam laga tersebut.
Menurut mereka, pelanggaran yang dilakukan Messi memiliki unsur bahaya dan seharusnya mendapat sanksi kartu merah.
"Itu 100 persen kartu merah untuk Lionel Messi. Seharusnya memang begitu," ujar Ale Moreno.
Moreno bahkan menilai status Messi sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dapat memengaruhi persepsi publik terhadap keputusan wasit.
"Hal ini memperkuat narasi yang ada, bahwa pria ini mendapatkan perlakuan yang berbeda," lanjutnya.
Berita Terkait
-
Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, FIFA Undang YouTuber Korsel Nonton Korea Selatan vs Meksiko
-
Hasil Piala Dunia 2026: Luis Diaz Cetak Satu Gol dan Assist, Bawa Kolombia Hajar Uzbekistan
-
Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?
-
Taktik Penalti 'Stutter-Step' Harry Kane di Piala Dunia 2026 Banjir Kecaman
-
Mandul 10 Laga Beruntun, Cristiano Ronaldo Catat Rapor Merah Saat Portugal Ditahan Kongo
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir
-
Kemenhub Akan Koordinasi dengan Malaysia Soal Pilot yang Menyelundupkan Narkoba
-
5 Alasan Kenapa Jalur Pesisir Pandeglang Jadi Surga Baru Buat Komunitas Sepeda
-
Arogansi Pengendara dan Hilangnya Budaya Sabar: Saat Hak Pejalan Kaki di Jalan Raya Terabaikan
-
Jadi Best Seller, Novel Better Than the Movies Siap Hadir dalam Versi Film
-
Awas Bingungkan Pengendara Lain! Kenali Waktu yang Salah untuk Pakai Lampu Hazard
-
Emiten RAAM Pangkas Utang dan Pulihkan Kinerja Operasional, Pendapatan Naik Jadi Rp 128,6 Miliar
-
BGN Suspend Dapur MBG di Semarang usai 707 Siswa dan Guru Diduga Keracunan
-
Ulasan Novel Kudasai, Ketika Kesetiaan Rumah Tangga Diuji oleh Masa Lalu
-
Pergeseran Gaya Hidup Kelas Atas: Saat Konsumen Kaya Lebih Pilih 'Experience' ketimbang Pamer Logo