Bola / Bola Dunia
Kamis, 18 Juni 2026 | 11:26 WIB
Cristiano Ronaldo [@strootsys]
Baca 10 detik
  • Thierry Henry mengkritik keras Cristiano Ronaldo yang dinilai terlalu egois di depan gawang Kongo.

  • Ronaldo tampil melempem di Houston Stadium tanpa mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

  • Portugal terancam di Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang 1-1 akibat taktik tidak efektif.

Suara.com - Cristiano Ronaldo selama bertahun-tahun menjadi simbol kejayaan Timnas Portugal. Namun, di Piala Dunia 2026, status megabintang yang melekat padanya mulai memunculkan pertanyaan apa masih berguna atau tidak.

Penampilan Portugal saat menghadapi Kongo pada laga pembuka Piala Dunia 2026 menjadi sorotan. Mantan striker Arsenal dan Timnas Prancis, Thierry Henry, bahkan melontarkan kritik yang menggambarkan situasi CR7 saat ini.

Eks pemain Arsenal itu merasa Ronaldo terlalu egois dalam hal urusan cetak gol. Padahal, Portugal bisa mengandalkan pemain lain.

Cristiano Ronaldo catatkan statistik buruk di laga Portugal vs RD Kongo. (Instagram/@cristiano)

"Yang dibutuhkan tim adalah gol, bukan Anda yang harus mencetak gol," kata Henry dilansir dari NDTV.

Kalimat tersebut dianggap mewakili kesulitan yang dialami Ronaldo di atas lapangan. Pemain yang selama ini dikenal dengan determinasi luar biasa dan ketajamannya di depan gawang tampil jauh dari ekspektasi.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Houston Stadium, Texas, Kamis (25/6/2026), Ronaldo hanya mencatatkan 25 sentuhan bola tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.

Catatan yang tentu mengejutkan untuk pemain yang selama dua dekade terakhir dikenal sebagai salah satu pencetak gol terbaik dunia.

Bintang Portugal, Cristiano Ronaldo, dalam laga melawan RD Kongo di Piala Dunia 2026. (Dok. FIFA)

Portugal sebenarnya mengawali pertandingan dengan sempurna setelah Joao Neves mencetak gol melalui sundulan pada awal laga. Dengan lini tengah yang dihuni pemain-pemain kreatif seperti Vitinha, Bruno Fernandes, dan Bernardo Silva, Portugal tampil dominan sejak menit awal.

Bahkan dalam 25 menit pertama, Portugal mampu mencatatkan sekitar 200 operan lebih banyak dibandingkan lawannya.

Baca Juga: Dihalangi Visa hingga Diusir: Mengapa Iran Jadi Korban Diskriminasi di Piala Dunia 2026?

Namun, dominasi penguasaan bola tidak berbanding lurus dengan produktivitas serangan. Setelah gol Neves, Portugal hanya mampu menciptakan sedikit peluang berbahaya. Ronaldo yang dimainkan sebagai ujung tombak terlihat kesulitan memberikan ancaman nyata.

Situasi menjadi semakin mengkhawatirkan ketika pertandingan berakhir imbang 1-1. Kongo justru unggul dalam beberapa statistik penting, mulai dari jumlah percobaan tembakan, tembakan tepat sasaran, hingga gol.

Load More