-
Militer Meksiko menembak jatuh drone ilegal yang mengintai sesi latihan tertutup timnas Korea Selatan.
-
Pelatih Hong Myung-Bo menyayangkan gangguan udara tersebut meski beruntung taktik utamanya belum sempat bocor.
-
Insiden ini menambah daftar panjang ancaman keamanan spionase drone dalam turnamen sepak bola internasional.
Operasi pembersihan wilayah udara ini sejatinya merupakan bagian kecil dari implementasi megaproyek pengamanan yang melibatkan kepolisian domestik dan legiun militer.
Faktanya, Guadalajara bukan satu-satunya titik lemah; sejumlah pesawat tak berawak dilaporkan juga berhasil dilumpuhkan di Mexico City dan Monterrey dalam beberapa hari terakhir.
Fenomena ini memperlihatkan celah besar pada sistem deteksi dini satgas udara, meskipun pemerintah Meksiko telah meluncurkan "Plan Kukulkán" dengan kekuatan 100.000 personel gabungan.
Rencana defensif berskala masif tersebut awalnya dirancang untuk melindungi simpul-simpul vital seperti hotel delegasi, bandara, jalur logistik, hingga ruang festival suporter.
Ketakutan akan aksi mata-mata udara di turnamen sepak bola global seolah membuka kembali luka lama dari sejarah kelam olahraga internasional.
Sebagai perbandingan, otoritas Kanada bahkan memberlakukan aturan hukum yang jauh lebih ekstrem dengan memblokir total izin terbang drone sipil di sekitar Toronto dan Vancouver.
Langkah preventif Kanada dipicu oleh trauma mendalam akibat skandal spionase internal yang mencoreng wajah federasi mereka pada Olimpiade Paris 2024 lalu.
Kala itu, tim nasional wanita Kanada terbukti menggunakan teknologi serupa untuk mencuri taktik dalam sesi latihan tertutup milik tim Selandia Baru.
Konsekuensinya sangat fatal; selain pemecatan pelatih kepala Bev Priestman dan pembekuan staf, sang juara bertahan juga dijatuhi sanksi pemotongan enam poin yang menghancurkan reputasi mereka.
Baca Juga: 25 Sentuhan Tanpa Tembakan, Cristiano Ronaldo Jadi Beban Alih-alih Andalan Portugal?
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Cha Eun Woo Ajukan Banding atas Ketetapan Pajak, Agensi Beri Tanggapan
-
Timnas Indonesia vs Vietnam, Rizky Ridho: Kunci Bisa Menang Jangan Mau Diprovokasi
-
Tragedi Petugas Damkar di Kramat Jati Jadi Alarm Bahaya Sampah Ilegal di Jakarta
-
Kecelakaan Beruntun di Pasaman, Dua Penumpang Luka-luka dan Sejumlah Kendaraan Rusak
-
Tragedi Proyek Sekolah Rakyat, 3 Pekerja Hanyut di Sungai Ogan Saat Menyeberang
-
Anak Kembali Aktif Bersekolah, Jangan Lupakan Perlindungan dari Demam Berdarah Dengue
-
Bypass Jantung Kini Tak Perlu Belah Tulang Dada, Teknik Minimal Invasif Percepat Pemulihan
-
Polisi Ungkap Plot Twist Kasus Jesslyn Wijaya, Dugaan Penculikan Terpatahkan
-
IHSG Diproyeksi Menguat Besok, Ini Saham yang Bisa Dipantau
-
Produk RI Makin Dilirik Asing, UMKM Perak Lokal Tembus Tiga Negara