Bola / Bola Dunia
Kamis, 18 Juni 2026 | 13:56 WIB
Timnas Korea Selatan merayakan kemenangan atas Arab Saudi pada laga Piala Asia 2023 di Education City Stadium di Al Rayyan, Qatar, Rabu (31/1/2024) dini hari WIB. [Giuseppe CACACE / AFP]
Baca 10 detik
  • Militer Meksiko menembak jatuh drone ilegal yang mengintai sesi latihan tertutup timnas Korea Selatan.

  • Pelatih Hong Myung-Bo menyayangkan gangguan udara tersebut meski beruntung taktik utamanya belum sempat bocor.

  • Insiden ini menambah daftar panjang ancaman keamanan spionase drone dalam turnamen sepak bola internasional.

Operasi pembersihan wilayah udara ini sejatinya merupakan bagian kecil dari implementasi megaproyek pengamanan yang melibatkan kepolisian domestik dan legiun militer.

Faktanya, Guadalajara bukan satu-satunya titik lemah; sejumlah pesawat tak berawak dilaporkan juga berhasil dilumpuhkan di Mexico City dan Monterrey dalam beberapa hari terakhir.

Fenomena ini memperlihatkan celah besar pada sistem deteksi dini satgas udara, meskipun pemerintah Meksiko telah meluncurkan "Plan Kukulkán" dengan kekuatan 100.000 personel gabungan.

Rencana defensif berskala masif tersebut awalnya dirancang untuk melindungi simpul-simpul vital seperti hotel delegasi, bandara, jalur logistik, hingga ruang festival suporter.

Ketakutan akan aksi mata-mata udara di turnamen sepak bola global seolah membuka kembali luka lama dari sejarah kelam olahraga internasional.

Sebagai perbandingan, otoritas Kanada bahkan memberlakukan aturan hukum yang jauh lebih ekstrem dengan memblokir total izin terbang drone sipil di sekitar Toronto dan Vancouver.

Langkah preventif Kanada dipicu oleh trauma mendalam akibat skandal spionase internal yang mencoreng wajah federasi mereka pada Olimpiade Paris 2024 lalu.

Kala itu, tim nasional wanita Kanada terbukti menggunakan teknologi serupa untuk mencuri taktik dalam sesi latihan tertutup milik tim Selandia Baru.

Konsekuensinya sangat fatal; selain pemecatan pelatih kepala Bev Priestman dan pembekuan staf, sang juara bertahan juga dijatuhi sanksi pemotongan enam poin yang menghancurkan reputasi mereka.

Baca Juga: 25 Sentuhan Tanpa Tembakan, Cristiano Ronaldo Jadi Beban Alih-alih Andalan Portugal?

Load More