- I.League merencanakan turnamen League Cup bagi klub kasta Super League dan Championship mulai musim 2026/2027 mendatang.
- Turnamen ini dirancang berlangsung selama enam hingga tujuh pekan dengan penyesuaian jadwal bagi klub yang berlaga di Asia.
- I.League menyiapkan regulasi pemain asing khusus agar tercipta persaingan seimbang antara klub kasta utama dan kasta kedua.
Suara.com - I.League terus melakukan inovasi untuk meningkatkan kualitas kompetisi sepak bola nasional. Setelah menyiapkan Super League dan Championship untuk musim 2026/2027, operator kompetisi itu kini tengah mematangkan rencana penyelenggaraan League Cup, sebuah turnamen baru yang akan mempertemukan klub-klub dari dua kasta teratas sepak bola Indonesia.
Kompetisi ini disiapkan sebagai ajang pendamping di luar kompetisi utama dan diharapkan dapat menambah daya saing antarklub sepanjang musim.
Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, menjelaskan bahwa League Cup memiliki konsep berbeda dibandingkan Piala Indonesia yang pernah digelar sebelumnya.
"(League Cup) Berbeda dengan Piala Indonesia karena di bawah PSSI. Sebuah turnamen baru yang kita siapkan, formatnya yang jelas memang hanya melibatkan klub di Super League dan Championship," kata Asep dalam acara League Talk di Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Meski demikian, Asep mengaku pihaknya masih menyusun format terbaik untuk edisi perdana League Cup. Sejumlah detail teknis masih dalam tahap pembahasan sehingga belum bisa diumumkan secara resmi kepada publik.
Yang pasti, turnamen tersebut dirancang berlangsung cukup kompetitif dengan durasi sekitar enam hingga tujuh pekan hingga partai final.
Kehadiran League Cup juga menuntut penyusunan jadwal yang lebih cermat, terutama bagi klub-klub yang tampil di level Asia.
Persib Bandung dan Borneo FC menjadi dua tim yang mendapat perhatian khusus karena musim depan akan menjalani agenda pertandingan yang sangat padat.
I.League berencana melakukan penyesuaian jadwal agar kedua klub tersebut tetap mampu bersaing di seluruh kompetisi yang diikuti tanpa terbebani benturan agenda.
Baca Juga: I.League Siapkan League Cup Musim Depan, Bukan Piala Indonesia
Selain kalender pertandingan, regulasi pemain asing juga menjadi salah satu aspek yang tengah disiapkan. Aturan yang berlaku di Super League tidak akan sepenuhnya diterapkan dalam League Cup.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan kompetisi, terutama ketika klub Super League yang memiliki banyak pemain asing bertemu tim Championship yang jumlah pemain asingnya lebih terbatas.
Dengan regulasi yang lebih proporsional, I.League berharap setiap peserta memiliki peluang yang sama untuk bersaing dan menciptakan pertandingan yang kompetitif.
Sebagai catatan, Indonesia terakhir kali memiliki turnamen dengan konsep serupa melalui Piala Indonesia 2018/2019. Saat itu, kompetisi diikuti 128 klub dari berbagai level liga nasional.
Pada edisi terakhir tersebut, PSM Makassar berhasil keluar sebagai juara setelah menundukkan Persija Jakarta dengan agregat 2-1 pada partai final dua leg.
Kini, League Cup disiapkan sebagai wajah baru kompetisi sepak bola Indonesia. Jika berjalan sesuai rencana, turnamen ini akan menjadi tambahan panggung bagi klub-klub Super League dan Championship untuk memburu prestasi sekaligus memperkaya atmosfer persaingan sepak bola nasional.
Berita Terkait
-
I.League Siapkan League Cup Musim Depan, Bukan Piala Indonesia
-
I.League Bocorkan Persiapan Kembalinya Piala Indonesia, Sinkronisasi Jadwal Jadi Kunci
-
Super League 2026/2027 Resmi Hapus Aturan Wajib Mainkan Pemain U-23
-
I.League Upayakan Persija ke ASEAN Club Championship meski Gagal Finis Dua Besar Super League
-
Piala Indonesia Tak Kunjung Bergulir Lagi, I.League Bongkar Alasan
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Bukan Akar Masalah! Pencopotan 137 Kepala Dapur SPPG Tak Perbaiki Program MBG
-
Aguan Lapor, Laba PANI Melejit 484% Jadi Rp1,7 Triliun
-
Benarkah Kesepakatan AS-Iran Sudah Dekat?
-
Ogah Terima Materi, Sumarsih Tagih Janji Pemerintah Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM 1998
-
Ketangkap Lagi! Tiga WN Malaysia Selundupkan Kokain Dalam Sepatu hingga Perlengkapan Mandi
-
Purbaya Semprot Moody's dan Fitch: "Offside!" Salah Ukur Ekonomi RI, Harusnya Lihat Angka 5,6%
-
7 Tips Memilih Mesin Cuci yang Tepat agar Awet dan Sesuai Kebutuhan Rumah Tangga
-
Gugatan Tarif Impor Trump Resmi Diajukan 25 Negara Bagian AS
-
4 Ide OOTD Eclectic Retro-Chic ala Momo TWICE untuk yang Suka Eksplor Gaya!
-
Mengenal 7 Jenis Umbi-umbian Lokal, Ada Kimpul yang Kaya Nutrisi dan Bisa Jadi Pengganti Nasi