Bola / Bola Dunia
Senin, 22 Juni 2026 | 13:52 WIB
Mesir raih kemenangan perdana dalam sejarah Piala Dunia usai kalahkan Selandia Baru. (Instagram/@egyptnt)
Baca 10 detik
  • Pelatih Hossam Hassan membakar semangat pemain saat jeda agar Mesir bangkit meraih kemenangan melawan Selandia Baru.
  • Mesir berhasil menang 3-1 di BC Place, mencatatkan kemenangan perdana sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.
  • Performa impresif Mohamed Salah membawa Mesir memuncaki klasemen Grup G dan menjaga peluang lolos babak gugur.

Suara.com - Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan, mengungkapkan pesan tegas yang disampaikannya kepada para pemain saat jeda pertandingan melawan Selandia Baru pada laga Grup G Piala Dunia 2026.

Dalam kondisi tertinggal pada babak pertama, Hassan menegaskan bahwa timnya tidak layak kembali ke lapangan jika tidak memiliki tekad untuk meraih kemenangan bagi para pendukung yang telah memberikan dukungan penuh.

"Saat jeda pertandingan saya mengatakan kepada para pemain bahwa kami tidak akan kembali ke lapangan kecuali kami benar-benar bertekad untuk menang dan mendapatkan kepercayaan diri dari kebanggaan yang kami rasakan atas dukungan luar biasa tersebut," kata Hassan dilansir dari NST.

Ucapan tersebut terbukti ampuh. Mesir tampil jauh lebih agresif setelah turun minum dan berhasil membalikkan keadaan untuk meraih kemenangan 3-1 di BC Place.

Hasil itu menjadi kemenangan pertama Mesir sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia setelah sebelumnya gagal menang dalam tujuh pertandingan pada edisi 1934, 1990, dan 2018.

Tambahan tiga poin juga membawa Mesir ke puncak klasemen sementara Grup G dengan koleksi empat poin dari dua pertandingan, setelah sebelumnya bermain imbang 1-1 melawan Belgia pada laga pembuka.

Hassan mengakui kemenangan tersebut memiliki makna besar bagi sepak bola Mesir. Menurutnya, tim membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan diri dan memaksimalkan potensi yang dimiliki setelah perjuangan panjang menuju putaran final.

"Kepada masyarakat sepak bola Mesir, kami membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan diri, memaksimalkan kekuatan yang kami miliki, serta mengingat kembali perjalanan menuju putaran final dan kerja keras generasi-generasi sebelumnya yang telah berupaya menciptakan kesempatan seperti ini," ujarnya.

Mantan striker Mesir itu juga ingin generasi pemain saat ini menciptakan sejarah mereka sendiri dan membuka jalan bagi perkembangan sepak bola negaranya.

Baca Juga: Respons Mohamed Salah Usai Bantu Mesir Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia

"Saya ingin generasi ini membentuk masa depannya sendiri dan menentukan jalannya sendiri. Kami juga ingin terus mengembangkan kualitas liga nasional serta sepak bola Afrika secara keseluruhan," lanjut Hassan.

Kebangkitan Mesir pada babak kedua tidak lepas dari kontribusi Mohamed Salah. Bintang Liverpool tersebut mencetak satu gol dan menyumbang satu assist saat timnya menunjukkan permainan yang lebih tajam dan efektif setelah jeda.

Hassan pun memberikan pujian khusus kepada sang kapten yang dinilainya bekerja keras sepanjang pertandingan.

"Salah bekerja keras di lapangan dan itu adalah sesuatu yang harus diketahui semua orang," ujar Hassan.

Pelatih berusia 59 tahun itu juga mengungkapkan bahwa dirinya memberikan peran yang berbeda kepada Salah agar bisa memaksimalkan kualitas terbaik yang dimiliki pemain tersebut.

"Mungkin saya adalah pelatih pertama yang memberinya posisi yang sesuai dengan ancamannya, sesuai dengan kemampuan dan kualitas yang dimilikinya. Kami telah mengerjakan banyak hal dan saya yakin kami akan melihat lebih banyak lagi darinya," tambah Hassan.

Mesir selanjutnya akan menghadapi Iran pada pertandingan terakhir Grup G di Seattle. Hasil positif pada laga tersebut akan menentukan peluang mereka untuk melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026.

Load More