Bola / Bola Dunia
Rabu, 24 Juni 2026 | 11:23 WIB
Tragedi saat nobar Piala Dunia 2026 di Amman, Yordania. Satu suporter tewas dan delapan lainnya terluka akibat berdesakan di lokasi yang melebihi kapasitas. [Dok. IG Gdnonline]
Baca 10 detik
  • Seorang suporter meninggal dunia dan delapan orang lainnya terluka dalam acara nonton bareng pertandingan Yordania di Amman.
  • Insiden terjadi pada Selasa (23/6/2026) akibat lonjakan penonton yang melebihi kapasitas Lapangan Hashemite secara signifikan.
  • Kerumunan sekitar 15.000 orang di lokasi berkapasitas 6.000 memicu aksi saling dorong saat pertandingan Yordania melawan Aljazair.

Suara.com - Euforia Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kabar duka. Seorang suporter Timnas Yordania dilaporkan meninggal dunia setelah terinjak-injak dalam acara nonton bareng (nobar) pertandingan negaranya melawan Aljazair.

Selain korban jiwa, delapan orang lainnya mengalami luka-luka akibat berdesakan dalam kerumunan yang memadati lokasi nobar.

Insiden memilukan itu terjadi saat Timnas Yordania menjalani laga kedua Grup J melawan Aljazair, Selasa (23/6/2026) WIB.

Di atas lapangan, Yordania sempat memberi harapan kepada para pendukungnya setelah unggul lebih dulu lewat gol Nizar Al-Rashdan pada menit ke-36.

Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan. Aljazair bangkit pada babak kedua melalui gol Nadhir Benbouali pada menit ke-69 dan Amine Gouiri pada menit ke-82 untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.

Lokasi Nobar Dipadati Ribuan Orang

Kekalahan itu ternyata bukan satu-satunya kabar buruk bagi publik Yordania. Saat pertandingan berlangsung, ribuan pendukung berkumpul di Lapangan Hashemite, Amman, untuk menyaksikan laga melalui layar raksasa.

Antusiasme tinggi terhadap penampilan negaranya di Piala Dunia membuat jumlah penonton membludak jauh di atas kapasitas yang tersedia.

Menurut pihak berwenang, area nobar tersebut hanya mampu menampung sekitar 6.000 orang. Namun, berdasarkan informasi dari sumber kementerian setempat, jumlah warga yang hadir diperkirakan mencapai 15.000 orang.

Baca Juga: Sebut Ghana 'Monster Fisik', Thomas Tuchel Ungkap Penyebab Timnas Inggris Mandul di Boston

Lonjakan massa yang tak terkendali memicu aksi saling dorong dan berdesakan di tengah kerumunan. Situasi itu kemudian berujung pada insiden tragis yang menyebabkan sejumlah korban.

"Sembilan orang dilarikan ke rumah sakit pada Selasa dini hari setelah terluka dalam kerumunan di Alun-alun Hashemite," kata juru bicara Direktorat Keamanan Publik Yordania, seperti dikutip dari Channelstv.com, Selasa (23/6/2026).

"Salah satu korban meninggal tak lama setelah dirawat," lanjutnya.

Berdasarkan keterangan tim medis setempat, korban yang meninggal dunia merupakan seorang pria berusia 20-an tahun. Ia sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.

Sementara itu, delapan korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi yang bervariasi.

"Korban lainnya yang sedang menjalani perawatan mengalami berbagai luka dan kondisi mereka dilaporkan berkisar antara stabil hingga sedang."

Sebelumnya, Yordania juga menelan kekalahan 1-3 dari Austria pada laga pembuka. Kekalahan 1-2 dari Aljazair membuat mereka terpuruk di dasar klasemen Grup J tanpa meraih poin.

Dengan kondisi tersebut, hasil pertandingan terakhir melawan Argentina tidak lagi berpengaruh terhadap nasib mereka di turnamen.

Sementara itu, Argentina telah memastikan posisi puncak klasemen grup setelah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan pertama.

Load More