- Seorang suporter meninggal dunia dan delapan orang lainnya terluka dalam acara nonton bareng pertandingan Yordania di Amman.
- Insiden terjadi pada Selasa (23/6/2026) akibat lonjakan penonton yang melebihi kapasitas Lapangan Hashemite secara signifikan.
- Kerumunan sekitar 15.000 orang di lokasi berkapasitas 6.000 memicu aksi saling dorong saat pertandingan Yordania melawan Aljazair.
Suara.com - Euforia Piala Dunia 2026 kembali diwarnai kabar duka. Seorang suporter Timnas Yordania dilaporkan meninggal dunia setelah terinjak-injak dalam acara nonton bareng (nobar) pertandingan negaranya melawan Aljazair.
Selain korban jiwa, delapan orang lainnya mengalami luka-luka akibat berdesakan dalam kerumunan yang memadati lokasi nobar.
Insiden memilukan itu terjadi saat Timnas Yordania menjalani laga kedua Grup J melawan Aljazair, Selasa (23/6/2026) WIB.
Di atas lapangan, Yordania sempat memberi harapan kepada para pendukungnya setelah unggul lebih dulu lewat gol Nizar Al-Rashdan pada menit ke-36.
Namun, keunggulan tersebut gagal dipertahankan. Aljazair bangkit pada babak kedua melalui gol Nadhir Benbouali pada menit ke-69 dan Amine Gouiri pada menit ke-82 untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1.
Lokasi Nobar Dipadati Ribuan Orang
Kekalahan itu ternyata bukan satu-satunya kabar buruk bagi publik Yordania. Saat pertandingan berlangsung, ribuan pendukung berkumpul di Lapangan Hashemite, Amman, untuk menyaksikan laga melalui layar raksasa.
Antusiasme tinggi terhadap penampilan negaranya di Piala Dunia membuat jumlah penonton membludak jauh di atas kapasitas yang tersedia.
Menurut pihak berwenang, area nobar tersebut hanya mampu menampung sekitar 6.000 orang. Namun, berdasarkan informasi dari sumber kementerian setempat, jumlah warga yang hadir diperkirakan mencapai 15.000 orang.
Baca Juga: Sebut Ghana 'Monster Fisik', Thomas Tuchel Ungkap Penyebab Timnas Inggris Mandul di Boston
Lonjakan massa yang tak terkendali memicu aksi saling dorong dan berdesakan di tengah kerumunan. Situasi itu kemudian berujung pada insiden tragis yang menyebabkan sejumlah korban.
"Sembilan orang dilarikan ke rumah sakit pada Selasa dini hari setelah terluka dalam kerumunan di Alun-alun Hashemite," kata juru bicara Direktorat Keamanan Publik Yordania, seperti dikutip dari Channelstv.com, Selasa (23/6/2026).
"Salah satu korban meninggal tak lama setelah dirawat," lanjutnya.
Berdasarkan keterangan tim medis setempat, korban yang meninggal dunia merupakan seorang pria berusia 20-an tahun. Ia sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir.
Sementara itu, delapan korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi yang bervariasi.
"Korban lainnya yang sedang menjalani perawatan mengalami berbagai luka dan kondisi mereka dilaporkan berkisar antara stabil hingga sedang."
Sebelumnya, Yordania juga menelan kekalahan 1-3 dari Austria pada laga pembuka. Kekalahan 1-2 dari Aljazair membuat mereka terpuruk di dasar klasemen Grup J tanpa meraih poin.
Dengan kondisi tersebut, hasil pertandingan terakhir melawan Argentina tidak lagi berpengaruh terhadap nasib mereka di turnamen.
Sementara itu, Argentina telah memastikan posisi puncak klasemen grup setelah mengoleksi enam poin dari dua pertandingan pertama.
Berita Terkait
-
Ronaldo Pecah Telur di Piala Dunia 2026, Pelatih Portugal Bantah Cristiano Tengah Kejar Rekor Messi
-
Respons Berkelas Cristiano Ronaldo ke Pengkritik: Cetak Brace, Ukir 2 Sejarah!
-
Vinicius Jr Jadi Tumpuan, Brasil Waspadai Kejutan dan Taktik Skotlandia
-
18 Gol! Lionel Messi Resmi Jadi Raja Gol Sepanjang Masa Piala Dunia
-
Lionel Messi Tak Sanggup! Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Fenomenal di Piala Dunia
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard