-
Korea Selatan kalah 1-0 dari Afrika Selatan akibat keputusan mencadangkan kapten Son Heung-Min.
-
Pelatih Hong Myung-Bo mengakui kesalahan taktiknya setelah dihujani kritik tajam oleh media lokal.
-
Nasib kelolosan Korea Selatan kini bergantung pada hasil pertandingan grup lain hari Sabtu nanti.
"Sepertinya saya mengambil keputusan yang keliru, dan itulah penyebab kami mendapatkan hasil buruk. Tidak lebih, tidak kurang," aku Hong secara terbuka.
Saat dicecar mengenai logika mencadangkan Son, Hong membeberkan harapannya untuk memasukkan sang pemain ketika stamina lawan mulai terkuras.
Namun, keputusan memasukkan Son tepat di awal babak kedua dinilai janggal karena para pemain Afrika Selatan baru saja beristirahat.
"Kami berpikir bahwa Son akan berada di posisi yang lebih baik [untuk memberikan dampak] ketika lawan mulai kehilangan energi, bukan ketika mereka memiliki banyak energi," jelas Papar Hong tentang teorinya.
"Dan ketika ada lebih banyak ruang untuk dieksploitasi di antara garis pertahanan lawan, saat itulah kami ingin Son berada dalam kondisi terbaiknya -- ketika lawan sedikit lebih lemah," lanjutnya.
Hong tidak menampik bahwa skema permainan anak asuhnya pada hari Rabu merupakan penampilan terburuk mereka di sepanjang turnamen.
Situasi ini memicu memori kelam publik sepak bola Korea Selatan terhadap rekam jejak kepelatihan Hong di masa lampau.
Ia tercatat pernah menakhodai timnas saat mencatat hasil tanpa kemenangan pada edisi 2014, yang menjadi rekor terburuk sejak edisi 1998.
Kini, publik menunggu apakah takdir akan menyelamatkan Korea Selatan atau justru mengulangi rapor merah sang pelatih di panggung tertinggi dunia.
Baca Juga: Dibantai Timnas Brasil 0-3, Legenda Skotlandia Sebut Timnya Memalukan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan
-
3 Fakta Menarik Jelang Jepang vs Swedia, Berebut Tiket 16 Besar Piala Dunia 2026