Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:01 WIB
Kiper Timnas Indonesia, Adi Satryo, akhirnya resmi bergabung dengan Arema FC menjelang bergulirnya kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/26. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Di balik kepindahan ini tersimpan tekad besar untuk membangun masa depan yang lebih baik di dunia sepak bola profesional. (IG Adi Satryo)
Baca 10 detik
  • Arema FC resmi mempertahankan duet kiper Adi Satryo dan Gianluca Pandeynuwu untuk musim depan.

  • Manajemen mengantisipasi pembengkakan jadwal tanding akibat potensi bergulirnya kembali turnamen Piala Indonesia.

  • Skuad kiper kini lengkap berjumlah empat orang setelah kedatangan Syahrul Trisna dan Erlangga Setyo.

Suara.com - Arema FC bergerak cepat mengamankan sektor pertahanan dengan memastikan komposisi penjaga gawang mereka siap tempur. Langkah strategis ini diambil demi menjaga stabilitas tim di tengah bayang-bayang jadwal kompetisi yang kian padat.

Klub berjuluk Singo Edan tersebut resmi mempertahankan duet Adi Satryo dan Gianluca Pandeynuwu untuk mengawal gawang tim. Keduanya dianggap memiliki performa yang konsisten dan sesuai dengan visi bermain yang diusung oleh tim pelatih.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menegaskan bahwa bertahannya kedua kiper ini adalah langkah krusial. Karakter mereka berdua dinilai menjadi aset penting untuk kompetisi Liga Super musim 2026/2027.

Adi Satryo, penjaga gawang Arema FC. (ileague.id)

"Kami menilai Adi Satryo dan Gianluca memiliki kualitas serta karakter yang dibutuhkan tim, kehadiran 2 pemain ini memberikan kedalaman skuad yang baik di posisi penjaga gawang untuk menghadapi kompetisi musim depan," kata Inal.

Proses bertahannya kedua pemain ini dilewati lewat skema kesepakatan yang berbeda oleh manajemen. Adi Satryo menyepakati perpanjangan masa bakti selama 1 musim ke depan di Malang.

Sementara itu, Gianluca dipastikan tetap bertahan setelah masa peminjamannya dari Persis Solo resmi diperpanjang. Keputusan mempertahankan 2 pilar ini juga menjadi antisipasi manajemen terhadap potensi bergulirnya kembali turnamen Piala Indonesia.

Potensi kembalinya turnamen domestik tersebut otomatis akan menguras stamina pemain karena jumlah pertandingan yang bertambah. Oleh karena itu, kedalaman skuad di sektor paling belakang menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi.

Manajemen Arema FC berharap persaingan internal di posisi penjaga gawang akan mendongkrak performa tim secara kolektif. Atmosfer kompetitif di sesi latihan diyakini mampu melahirkan performa terbaik di atas lapangan.

"Persaingan yang sehat akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan," ucapnya.

Baca Juga: Arema FC Resmi Berpisah dengan Kiper asal Brasil

Guna menambah daya gedor di lini belakang, Singo Edan juga mendaratkan amunisi baru ke Kota Malang. Manajemen sukses merekrut Syahrul Trisna yang pada musim kompetisi lalu mengawal jala gawang Borneo FC.

Kedatangan Syahrul sekaligus menjadi jawaban setelah tim kehilangan 2 kiper lamanya. Lucas Frigeri dan Andrian Casvari memilih untuk menyudahi masa bakti mereka bersama Arema FC.

Tidak berhenti di situ, manajemen Arema FC juga sukses mendaratkan 1 talenta muda potensial lainnya. Kiper berusia 23 tahun, Erlangga Setyo, resmi direkrut untuk memperkuat opsi di bawah mistar gawang.

Sebelum merapat ke Malang, Erlangga sempat mematangkan kemampuannya di PSPS dengan status pinjaman dari Persis Solo. Kehadiran Erlangga kini melengkapi kuota penjaga gawang tim besutan Arema FC menjadi 4 orang.

Sebagai latar belakang, Arema FC terus melakukan evaluasi dan pembenahan skuad pasca bergulirnya musim kompetisi lalu. Manajemen fokus membangun kedalaman tim agar mampu bersaing konsisten di papan atas Liga Super dan turnamen domestik lainnya.

Load More