Bola / Bola Dunia
Sabtu, 27 Juni 2026 | 23:20 WIB
Suasana panas mewarnai sesi latihan Timnas Panama jelang laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 melawan Inggris. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pemain timnas Panama, Cecilio Waterman dan Jose Luis Rodriguez, terlibat cekcok fisik saat sesi latihan jelang laga melawan Inggris.
  • Pelatih Thomas Christiansen menganggap insiden tersebut sebagai tanda positif tingginya semangat bertarung para pemain dalam memperebutkan posisi utama.
  • Panama tetap bertekad memberikan perlawanan maksimal melawan Inggris meskipun sudah dipastikan tersingkir dari fase grup Piala Dunia 2026.

Suara.com - Suasana panas mewarnai sesi latihan Timnas Panama jelang laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 melawan Inggris.

Dua pemain, Cecilio Waterman dan Jose Luis Rodriguez, terlibat cekcok hingga nyaris baku hantam sebelum akhirnya dilerai rekan setim.

Insiden terjadi saat latihan berlangsung, ketika keduanya terlibat adu mulut yang berujung saling dorong.

Dalam rekaman yang beredar, Waterman bahkan terlihat mengayunkan tangan ke arah Rodriguez sebelum pemain lain turun tangan meredakan situasi.

Ketegangan belum langsung mereda. Waterman sempat menunjuk dan mengejar Rodriguez, memicu kekhawatiran konflik akan semakin membesar di dalam skuad.

Beruntung, rekan-rekan setim bergerak cepat untuk memisahkan keduanya dan situasi berhasil dikendalikan.

Perselisihan itu pun tidak berlanjut lama setelah latihan dihentikan sejenak.

Menariknya, pelatih Panama Thomas Christiansen justru menganggap insiden tersebut sebagai hal positif.

Ia menilai emosi dalam latihan menandakan para pemain masih memiliki semangat bertarung.

Baca Juga: Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil

“Ini situasi normal. Saya justru ingin melihat hal seperti ini lebih sering dalam latihan,” ujar Christiansen dikutip dari The Sun.

“Artinya tim ini hidup dan para pemain berjuang untuk mendapatkan tempat di starting XI.”

Panama sendiri sudah dipastikan tersingkir dari turnamen setelah menelan dua kekalahan beruntun.

Panama kalah tipis 0-1 dari Ghana dan kembali tumbang dengan skor sama saat menghadapi Kroasia.

Meski tak lagi memiliki peluang lolos, Panama bertekad memberikan perlawanan maksimal saat menghadapi Inggris.

Sebaliknya, Inggris justru berada di bawah tekanan untuk meraih kemenangan demi memastikan posisi puncak Grup L.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel mengisyaratkan kemungkinan rotasi pemain, meski tetap menargetkan hasil maksimal.

“Saya tidak ragu melakukan rotasi, tapi tetap harus adil bagi pemain. Kita lihat nanti,” ujarnya.

Load More