Bola / Bola Dunia
Sabtu, 27 Juni 2026 | 20:05 WIB
Bintang Timnas Iran, Mehdi Taremi dilaporkan ingin bela negara dan tinggalkan kariernya. (Instagram/@mehditaremiofficial9)
Baca 10 detik
  • Kapten Mehdi Taremi mengkritik FIFA karena penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dianggap bencana akibat kendala visa dan perjalanan.
  • Permasalahan logistik yang dialami Timnas Iran selama di Amerika Serikat dinilai tidak adil bagi para pemain profesional.
  • Presiden FIFA Gianni Infantino gagal menepati janji untuk memberikan solusi terkait masalah operasional yang dihadapi delegasi Iran.

Suara.com - Kapten Timnas Iran, Mehdi Taremi, melontarkan kritik keras terhadap FIFA usai hasil imbang 1-1 melawan Mesir di Piala Dunia 2026.

Mehdi Taremi menyebut turnamen edisi kali ini sebagai bencana akibat berbagai masalah yang dialami timnya.

Iran diketahui menghadapi kendala serius sepanjang turnamen, mulai dari persoalan visa hingga perubahan rencana perjalanan.

Situasi tersebut memaksa tim berpindah basis dari Amerika Serikat ke Meksiko dan hanya diizinkan masuk AS dalam waktu terbatas saat pertandingan grup.

“Kami sudah mengeluhkan hal ini sejak awal. Ini Piala Dunia yang bencana, benar-benar bencana,” tegas Taremi.

Eks striker Inter Milan Mehdi Taremi [Instagram]

Taremi juga menilai kondisi tersebut tidak adil bagi para pemain profesional.

“Sebagai pemain profesional di kompetisi besar, ini tidak benar… tidak adil. Jika menurut FIFA ini adil, ya silakan, tapi bagi kami tidak,” lanjutnya dengan nada kecewa.

Taremi juga mengungkap bahwa Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat datang ke ruang ganti tim dan menjanjikan solusi.

Namun, ia menilai janji tersebut tidak pernah terealisasi.

Baca Juga: Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya

“Infantino datang ke ruang ganti kami setelah laga pertama dan berkata semua masalah akan diselesaikan. Tapi kenyataannya, FIFA tidak melakukan apa pun,” ungkapnya.

Lebih jauh, striker berusia 33 tahun itu mempertanyakan siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas situasi tersebut.

“Siapa yang harus menyelesaikan masalah ini? FIFA? Amerika Serikat? Sebutkan satu nama saja,” katanya.

Meski dilanda berbagai kendala, Iran masih berpeluang lolos ke fase gugur.

Mereka finis di posisi ketiga Grup G dengan selisih gol nol dan berpotensi melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, turut menyoroti perlakuan yang diterima timnya selama berada di Amerika Serikat.

Load More