-
Afrika Selatan tersingkir tragis dari Piala Dunia 2026 akibat kebobolan pada masa injury time.
-
Pelatih Hugo Broos menilai timnya kalah kualitas fisik dan kecepatan eksekusi dari Kanada.
-
Kompetisi domestik Afrika Selatan disorot karena belum mampu mencetak pemain berstandar sepak bola modern.
Suara.com - Kegagalan timnas Afrika Selatan menembus babak lebih jauh di Piala Dunia 2026 menguak jurang pemisah kualitas fisik mereka dengan level elite global.
Kekalahan tipis akibat gol menit akhir dari Kanada menjadi alarm keras bagi pembenahan fundamental sepak bola di negara tersebut.
Arsitek taktik Afrika Selatan secara blak-blakan menyoroti ketidaksiapan armada tempurnya dalam mengimbangi intensitas permainan yang dinamis.
Ketertinggalan dalam aspek akselerasi dan ketahanan fisik membuat skuad berjuluk Bafana Bafana itu kerap kehilangan momentum penting.
Kondisi ini memaksa sang pelatih bersikap realistis dalam mengevaluasi performa anak asuhnya di atas lapangan hijau.
"Saya pikir kami harus jujur bahwa hari ini kami kalah karena tim kami kekurangan tenaga dan kecepatan. Bila dibandingkan dengan lawan, kami kalah dalam banyak duel dan kecepatan tim kami, bukan hanya kecepatan berlari, tetapi juga kecepatan dalam mengeksekusi permainan, tidak berada di level yang sama," kata Hugo Broos yang dikutip dari CNA pada Senin.
Ketidakmampuan bersaing dalam tempo tinggi dinilai berakar dari kompetisi domestik yang belum bertransformasi secara maksimal.
Para pemain lokal disinyalir belum terbiasa dengan tuntutan sepak bola modern yang mengutamakan kecepatan berpikir serta kekuatan fisik.
Lambatnya pengambilan keputusan di lapangan membuat skema permainan yang telah dirancang menjadi mudah dipatahkan lawan.
Baca Juga: Kata-kata Eustaquio, Kanada Tembus 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Singkirkan Afrika Selatan
Kanada berhasil memanfaatkan celah tersebut dengan menerapkan gaya bermain yang agresif dan menekan sejak awal laga.
"Anda bisa melihat seberapa cepat Kanada bermain, termasuk saat membangun serangan. Sementara kami terkadang membutuhkan waktu terlalu lama untuk mengambil keputusan," ujarnya.
Evaluasi ini bukan pertama kalinya dilontarkan oleh juru taktik kawakan asal Belgia tersebut kepada otoritas sepak bola setempat.
Dia merasa peringatan yang diberikan selama ini sering diabaikan dan dianggap angin lalu oleh pemangku kebijakan.
Padahal, adaptasi terhadap evolusi taktik global menjadi syarat mutlak jika ingin berbicara banyak di turnamen internasional.
"Hal-hal seperti ini harus kami perbaiki. Saya sudah sering mengatakan di Afrika Selatan, tetapi tidak ada yang percaya kepada saya. Sepak bola modern bukan hanya soal teknik, melainkan juga tenaga dan kecepatan. Bila Anda tidak memiliki itu saat menghadapi tim yang memilikinya, seperti Kanada, maka pertandingan akan menjadi sangat sulit," tutur Broos.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Belanda vs Maroko: Ronald Koeman Janji Oranje Tetap Tampil Ofensif
-
Kondisi Jepang Jelang Lawan Brasil, Punya Lebih Dari Cukup Modal Bawa Kemenangan
-
Jelang Hadapi Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Tersandung Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Dua Dekade Berlalu, Timnas Jepang Kini Lebih dari Siap Revans Brasil di Piala Dunia 2026
-
Sudah Sepakat dengan Persija, Persib Dilaporkan Tikung Mariano Peralta
-
Brasil vs Jepang, Ancelotti Berharap Lebih pada Neymar
-
Nagelsmann Tegaskan Jerman Tak Boleh Ulangi Kesalahan Lawan Ekuador saat Hadapi Paraguay
-
Jepang Tanpa Takefusa Kubo saat Hadapi Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Manchester United yang Ketiban Sial
-
Presiden Korea Selatan Ikut Kritik Hong Myung-bo, Pelatih Taeguk Warriors Resmi Mengundurkan Diri