Bola / Bola Indonesia
Senin, 29 Juni 2026 | 10:34 WIB
Takefusa Kubo dipastikan absen saat Jepang menghadapi Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Hajime Moriyasu tetap optimistis Samurai Biru mampu menciptakan kejutan. [Dok. KitaGaruda]
Baca 10 detik
  • Takefusa Kubo dipastikan absen membela timnas Jepang melawan Brasil di babak 32 besar Piala Dunia 2026 karena cedera.
  • Pelatih Hajime Moriyasu tetap optimistis Jepang mampu memberikan perlawanan maksimal meski kehilangan pemain kunci dan menghadapi tim unggulan.
  • Jepang menyiapkan strategi khusus termasuk menentukan sendiri urutan eksekutor penalti guna mengantisipasi kemungkinan laga berakhir imbang hingga babak tambahan.

Suara.com - Timnas Jepang harus menerima kenyataan pahit jelang pertandingan terbesar mereka di babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Brasil.

Playmaker andalan Samurai Biru, Takefusa Kubo, dipastikan absen untuk ketiga kalinya secara beruntun karena cedera yang belum pulih.

Pemain Real Sociedad itu hanya akan menjadi penonton saat rekan-rekannya berjuang menghadapi Brasil pada Senin waktu setempat.

Kubo sebelumnya juga melewatkan dua pertandingan melawan Tunisia dan Swedia demi menjalani program pemulihan individu di Nashville.

Meski sempat mengikuti sesi latihan ringan yang terbuka untuk media, Kubo masih berlatih terpisah dan terlihat belum nyaman saat melakukan latihan kelincahan.

Hajime Moriyasu Tetap Optimistis

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu tetap incar kemenangan lawan timnas Indonesia. (Instagram/@1hajimem)

Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, memastikan Kubo belum siap diturunkan pada laga hidup-mati tersebut.

"Dia masih hanya melakukan lari dan latihan individu, jadi dia tidak akan bermain dalam pertandingan melawan Brasil," ungkap Hajime Moriyasu.

Absennya Kubo menjadi kerugian besar bagi Jepang mengingat kreativitas dan visi bermainnya sangat dibutuhkan untuk membongkar pertahanan Brasil.

Baca Juga: 4 Fakta Menarik Jelang Bentrok Brasil vs Jepang, Rasanya Seperti Final Piala Dunia 2026

"Kami sangat berharap dia bisa pulih dengan cepat, dan dia pun mengharapkan hal yang sama," tambah Moriyasu.

Meski kehilangan salah satu pemain terbaiknya, Moriyasu menegaskan optimisme skuad Samurai Biru tetap tinggi.

Pelatih berusia 57 tahun itu percaya anak asuhnya masih memiliki peluang menciptakan kejutan seperti saat mengalahkan Brasil dalam laga uji coba sembilan bulan lalu.

"Di dunia, Brasil berada di peringkat atas sementara Jepang tidak setinggi itu, begitulah kenyataannya," ujar Moriyasu.

"Kami bertujuan untuk memenangkan Piala Dunia, tetapi kami belum pernah berada di level itu sebelumnya," lanjutnya.

Moriyasu menyadari Brasil tetap menjadi unggulan, namun ia yakin Jepang mampu memberikan perlawanan maksimal.

Load More