- Julian Nagelsmann memperingatkan Timnas Jerman agar waspada menghadapi Paraguay pada laga 32 besar Piala Dunia di Boston.
- Paraguay dinilai sebagai lawan tangguh dengan organisasi pertahanan solid yang menuntut disiplin tinggi dari seluruh pemain Jerman.
- Jerman bertekad bangkit dari kekalahan fase grup demi melaju ke babak selanjutnya dan menghapus catatan kegagalan sebelumnya.
Suara.com - Pelatih Timnas Jerman, Julian Nagelsmann, melontarkan peringatan serius kepada anak asuhnya jelang laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Paraguay.
Nagelsmann menyebut wakil Amerika Selatan itu sebagai lawan yang "tidak menyenangkan" karena memiliki organisasi pertahanan yang solid dan disiplin tinggi.
Pertandingan yang akan digelar di Boston pada Senin waktu setempat menjadi laga fase gugur pertama Jerman di Piala Dunia dalam 12 tahun terakhir.
Pelatih berusia 38 tahun itu menegaskan bahwa status juara Grup E tidak akan berarti jika Die Mannschaft gagal tampil maksimal di laga hidup-mati tersebut.
Kekalahan 1-2 dari Ekuador pada laga terakhir fase grup juga menjadi alarm bagi Jerman untuk segera memperbaiki performa mereka.
Paraguay Punya Pertahanan Solid
Nagelsmann menyoroti catatan impresif Paraguay sepanjang babak kualifikasi yang menjadi salah satu tim dengan jumlah kebobolan paling sedikit.
"Mereka adalah lawan yang tidak menyenangkan bagi kami," ujar Julian Nagelsmann dalam konferensi pers, Minggu waktu setempat.
Menurutnya, permainan fisik dan pertahanan rapat Paraguay akan menjadi tantangan besar bagi lini serang Jerman.
Baca Juga: Carlo Ancelotti Ogah Ladeni Psywar Jepang, Fokus Bawa Brasil ke 16 Besar Piala Dunia 2026
"Ini adalah pertandingan 'do or die', para pemain akan memberikan performa terbaik mereka dan kami harus bersabar," tambah Nagelsmann.
Ia menegaskan bahwa Jerman harus bermain tenang dan disiplin agar tidak terjebak dalam skema serangan balik Paraguay.
Kai Havertz: Kami Yakin Bisa Menang
Meski lolos sebagai juara Grup E, performa Jerman tetap menuai kritik dari publik.
Kemenangan atas Curacao dan Pantai Gading dinilai ternoda oleh kekalahan dari Ekuador pada laga terakhir fase grup.
"Jika Anda menang semuanya sempurna, jika Anda kalah semuanya terasa buruk," tutur Nagelsmann menanggapi kritik tersebut.
Berita Terkait
-
Jepang Tanpa Takefusa Kubo saat Hadapi Brasil di 32 Besar Piala Dunia 2026
-
Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Manchester United yang Ketiban Sial
-
Presiden Korea Selatan Ikut Kritik Hong Myung-bo, Pelatih Taeguk Warriors Resmi Mengundurkan Diri
-
Daftar Pemain Termuda Piala Dunia 2026: Generasi Baru Sepak Bola Dunia
-
Semangat Tak Kenal Usia, Craig Gordon Jadi Kiper Tertua di Piala Dunia 2026
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
4 Fakta Menarik Jelang Jerman vs Paraguay, La Albirroja Ambisi Hapus Kutukan Buruk Tiap Lawan Eropa
-
Timnas Brasil Mengabaikan Psywar Jepang, Tak Takut Striker Muda Samurai Biru
-
Timnas Inggris Dihantam Kritik Jelang Hadapi Kongo, Para Pemain Dianggap Arogan
-
Hajime Moriyasu Siapkan Algojo Penalti Jepang Jelang Laga Hidup Mati Kontra Brasil
-
Belanda vs Maroko: Ronald Koeman Janji Oranje Tetap Tampil Ofensif
-
Kondisi Jepang Jelang Lawan Brasil, Punya Lebih Dari Cukup Modal Bawa Kemenangan
-
Jelang Hadapi Argentina, Kapten Cape Verde Ryan Mendes Tersandung Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Dua Dekade Berlalu, Timnas Jepang Kini Lebih dari Siap Revans Brasil di Piala Dunia 2026
-
Sudah Sepakat dengan Persija, Persib Dilaporkan Tikung Mariano Peralta
-
Brasil vs Jepang, Ancelotti Berharap Lebih pada Neymar